Rabu, 13 Mei 2015

Motivasi AZRUL


AZRUL ANANDA (mantan komisioner NBL)
Sedikit banyak ia telah memberi warna dan arti bagi perjalanan olahraga perbasketan di Indonesia . Saya tertarik dengan tulisan di Koran dengan judul ; “BERPISAH DENGAN HAPPY”
Dengan kalimat pembuka yang penuh makna :
APA ARTI JABATAN? MENGAPA GENGSI BEGITU MAHAL ? KENAPA TIDAK HAPPY HAPPY SAJA?
Ya meski sudah berbuat tapi memang dalam pemilihan Ketua Umum Perbasi Indonesia ia tidak terpilih. Secara manusia menurutnya  kegagalan (semestinya tidak memakai kata ini) membuat kecewa. Apa yang ia telah bangun mulai dari pondasi dan banyak hal tentang perbasketan, dengan segudang visi, misi, cita cita kedepan harus kandas saat ia tidak terpilih. Karena bagaimana mungkin merealisasikan impian tanpa kepemimpinan.
Satu hal juga yang menarik tentang bagaimana pengalamannya dalam membangun perbasketan adalah modal tulus untuk membangun olahraga ini yang hampir mati, modalnya adalah kepercayaan, bukan UANG. Uang memang penting tapi uang bukan segala galanya. Segala sesuatu jika termotivasi Karen a uang maka semuanya pastilah tidak akan bertahan lama, bubar dengan sendirinya, dan terlebih betapa beratnya beban pekerjaan karena termotivasi oleh uang bukan kinerja.
Tapi meski kecewa karena kalah dalam pemilihan, sikapnya jelas menerima kekalahan ini. Meski punya media ia tidak mau mempersalahkan ini dan itu, mencari kambing hitam, inilah sikap kenegarawanan yang hampir hilang pada anak bangsa ini. Luar biasa..
Teladan ini ternyata sedikit banyak diwarisi dari orang tuanya dalam tulisan yang berkata : “ Ayah saya toh juga selalu mengajarkan untuk tidak memaksakan kemauan. Asal kita tulus ( lagi lagi tulus) dalam berusaha, hasil akan datang dengan sendirinya. Kalau bukan jodohnya, ya jangan dipaksakan. Nanti malah sakit semua.”
Disini juga meski dalam kekecewaan nampak Azrul dapat menampakkan sosok yang mampu mengendalikan emosi dan perasaan (kecerdasan emotional) melalui ungkapan : “Daripada berpikir negatif, saya memfokuskan pikiran ke hal hal happy  yang mewarnai kiprah saya. Selama bertugas sebagai komisioner ia mendapati banyak teman, banyak pengalaman, banyak cerita positif. Benarlah ungkapan yang berkata : Meski situasi negatif tetapi  bila kita peka maka kita akan selalu dapat  melihat sisi positif.
Meski sudah dan akan mengakhiri tugasnya namun ayahnya berpesan: Akhirilah dengan baik. Ini tentu berlawanan dengan banyak pemimpin yang karena sudah tahu akan berakhir tugasnya, maka tidak termotivasi lagi, asal asalan, bahkan meninggalkan hal hal tidak baik saat mengakhiri masa tugas.

13 MEI 2015


UNTUK DIRENUNGKAN,
Rabu, 13 MEI 2015
LIHATLAH KEBAWAH MASIH BANYAK ORANG YANG LEBIH SUSAH DARI KITA NAMUN MEREKA TETAP BAHAGIA KARENA BERSYUKUR DENGAN APA YANG MEREKA MILIKI BUKAN BERSYUKUR DENGAN APA YANG MEREKA TIDAK MILIKI.
TUHAN ITU ADIL , ADA BEGITU BANYAK ORANG YANG CACAT SECARA FISIK NAMUN TIDAK MENYERAH DAN MENGGUNAKAN KEKURANGAN ITU SEBAGAI KELEBIHAN MEREKA.

YA TUHAN JIKALAU MELIHAT KEBELAKANG TENTANG PERJUANGAN SAYA DALAM MERAIH GELAR S2 INI, MAKA DALAM PENGURUSAN BERKAS BERKAS KETIKA SAYA DEKAT PADAMU YA TUHAN MAKA TUHAN SELALU MEMPERMUDAH, DAN MESKI ADA KESULITAN HARUS BOLAK BALIK TAPI ADA SUKACITA DAN ADA KEYAKINAN KARENA SAYA TAHU TUHAN MENYERTAI SAYA BERBEDA JIKA SAYA MELAKUKAN DOSA MAKA SEPERTINYA TIDAK ADA KETENANGAN, ADA KEKUATIRAN DAN TERKADANG APA YANG DIRENCANAKAN MENGALAMI KESULITAN.

HARI HARI INI SAYA HARUS DIUJI KESABARAN KHUSUSNYA KETIKA MENANTI KAPANKAH JADWAL UJIAN KOMPREHENSIF ? MENANTI KEPASTIAN YANG TERASA LAMA , SEMOGA TUHAN SEGERA MENJAWAB KERINDUAN INI.

TIDAK GAMPANG MEMANG UNTUK MENGATASI GODAAN DS PCBLN TAPI YANG MEMANG SUDAH SEHARUSNYA DEMIKIAN SUPAYA ADA KETENANGAN DAN KEDAMAIAN HIDUP DALAM TUHAN

JANGAN SERAKAH, MENGABIL SEMUA KESEMPATAN BAHKAN MERENCANAKAN DAN MENGAMBIL KEUNTUNGAN UNTUK DIRI SENDIRI. BELAJARLAH UNTUK RENDAH  HATI DENGAN MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN DULU. KESAKSIAN WAKTU HUT PIMPINAN SAYA, SAAT MAU PULANG TEMAN SAYA YANG KEBETULAN TINGGAL DISITU MEMBAWA SETENGAH KARUNG DURIAN, TEMAN TEMAN SAYA SEGERA BEREBUT DAN AKHIRNYA TIDAK ADA YANG TERSISA PADA SAYA, PADAHAL SAYA PIMPINAN MEREKA( TIDAK ADA RASA HORMAT SEDIKITPUN KEPADA SAYA –PIKIR SAYA) TAPI YA SUDAHLAH DAN BENAR APA YANG SAYA PERBUAT INI LANGSUNG TERJAWAB MALAMNYA DIMANA KETIKA BERKUNJUNG KE RUMAH KAKAK SAYA MAKA SAYA LANGSUNG DI BERI DURIAN 4 BIJI, PADAHAL SATU SAJA RASANYA SUSAH DIHABISKAN. MEMBERI AKHIRNYA MENERIMA ITULAH KESAKSIAN SAYA. DAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN SAAT SUDAH MALAM , SUDAH DI TEMPAT TIDUR, TIBA TIBA ADA SUARA MEMANGGIL MANGGIL DI LUAR, ADA PERASAAN SIAPA INI , SUARA ITU TERUS MEMANGGIL DAN SAAT DIBUKA TERNYATA BAPAK TETANGGA MEMBAWA 2 DURIAN MONTONG BESAR. (SAYA PUN LANGSUNG TERTAWA DAN MERENUNGKAN APA MAKNA DARI KEJADIAN YANG DALAM BEBERAPA HARI INI SAYA ALAMI, BENARLAH KETIKA TULUS MEMBERI MAKA KITA MENDAPAT BERLIPAT LIPAT).
BERBEDA DENGAN APA YANG SAYA BACA DI KORAN TENTANG PIMPINAN DI SEBUAH INSTANSI DEKAT KANTOR SAYA DIMANA HARUS BERURUSAN DENGAN MASALAH BAIK DI KEPOLISIAN, DENGAN WARTAWAN,  DENGAN NAMA BAIK KARENA MENGAMBIL APA YANG SEBENARNYA BUKAN HAKNYA, SENGAJA MENCIPTAKAN SITUASI UNTUK PEMBERIAN GRATIFIKASI YANG MENGUNTUNGKAN DIRINYA SENDIRI. CONTOH YANG TIDAK BAIK TENTUNYA.
MEMANG SAYA MELIHAT BAGAIMANA PENYERTAAN TUHAN BAGI ORANG ORANG YANG TAKUT PADANYA, BANYAKLAH PERKARA AJAIB DAN MUJIZAT YANG DIBUATNYA KARENA ITU UNTUK APA KUATIR DAN CEMAS DENGAN MASALAH , TANTANGAN, PERSOALAN, KARENA TUHAN MAMPU DAN SANGGUP, MASALAH APAPUN BERAT BAGI MANUSIA TAPI RINGAN BAGI TUHAN. HANYA MEMANG KALAU TUHAN SUDAH BERKEHENDAK MAKA KITA HARUS MENGIMANI DAN YANG PASTI KEHENDAKNYA BAIK.
DALAM PEREKRUTAN PPK PILGUB 2015 INI SAYA JUGA MELIHAT BAGAIMANA JALAN TUHAN SEKALIGUS PENYERTAANNYA DIMANA OLEH TUHAN MAKA SAYA BERUSAHA UNTUK MEMPERJUANGKAN 2 TEMAN SAYA UNTUK IKUT TES PPK. 2 TEMAN INI MUNGKIN TIDAK TERLALU DAPAT DIPERHITUNGKAN. DI TES TERTULIS BAHKAN ADA YANG PALING TERAKHIR NAMUN SAAT TES PALING MENENTUKAN YAITU WAWANCARA JUSTRU DIA LANGSUNG NAIK MENJADI PERINGKAT 1.
NAMUN MESKI SAYA BERJUANG UNTUK MEREKA , SAYA TIDAK MAU MEMBANGGA BANGGAKAN DIRI APA YANG SAYA LAKUKAN ADALAH SUDAH SEHARUSNYA SAYA MEMBANTU ORANG LAIN , YANG PENTING MEREKA MAU BERUSAHA DAN TUHANLAH YANG MEMBERKATI USAHA MEREKA. MESKIPUN TIDAK ADA UCAPAN TERIMA KASIH DARI MEREKA TAPI  SAYA JUSTRU YANG MENGUCAPKAN SELAMAT PADA MEREKA DENGAN TULUS. TUHAN MENGUJI SAYA DISINI UNTUK JANGAN MENCURI KEMULIAAN NAMANYA DENGAN MENYOMBONGKAN DIRI.
SETIAP SAAT MEMANG ADA MAKNA POSITIF YANG DAPAT DIAMBIL DALAM PERJUMPAAN DENGAN ORNG LAIN, SEKALIPUN MEREKA TIDAK KITA KENAL, SEPERTI MALAM HARI INI SAAT MENGETIK DITELEPON OLEH CAMAT UNTUK MEMBANTU CAP, AWALNYA SUNGUT SUNGUT JUGA TAPI YA KARENA TUGAS LAKSANAKAN ( YA MEMANG PERLU BELAJAR LAGI TENTANG APA YANG DIKATAKAN LAKUKAN DENGAN TULUS TANPA SUNGUT SUNGUT DAN BERBANTAHAN) . MAKNA positif yang saya ambil adalah percakapan dengannya yang ternyata seorang relawan SAR yang ketika saya tanyakan tentang operasional , tunjangan atau gaji ternyata menurutnya yang utama yang dia pegang dalam bertugas sebagai relawan SAR dan bencana adalah menolong orang lain. Adalah sangat  berbahaya kalau ada motivasi lain apalagi karena uang dalam tugasnya sebagai tim SAR. Nantilah setelah tugas kalau ada perhatian ya bersyukurlah tapi kalau tidakpun bersyukur. Karena menurutnya apa yang dia lakukan ini nanti upahnya diterima di sorga, kalau menerima upah didunia hanya sementara sifatnya. Luar biasa sikap seperti ini.

Minggu, 03 Mei 2015

Sabtu, 27 September 2014

Renungan Efesus 5 : 8-10 ; Pengkhotbah 5 :7-9

DI sepanjang minggu yang berjalan ini dalam suasa perayan GMIM Bersinode yang ke-80 sebagai warga GMIM Kita merenungkan bagian firman Tuhan dengan Tema Bulanan : Keadilan yang gerejawi dan Tema mingguan, HIDUP DALAM TERANG BERBUAHKAN KEADILAN.
Belakangan ini aliran listrik ke rumah kita seringkali diputuskan oleh PLN. Ini menjadi persoalan klasik yang nampaknya belum dapat diselesaikan. Ketika aliran listrik dipadamkan banyak orang protes, marah marah dan tidak setuju. Intinya disini adalah  kita tidak ingin hidup dalam kegelapan, melainkan kita mau hidup dalam terang  karena kegelapan akan menghambat aktivitas kehidupan dan menimbulkan kekhawatiran ,ketakutan, ketidakpastian bahkan membuat hidup kita susah.
Walaupun demikian manusia kadang kala lebih mencintai  kegelapan .  keadaan gelap yang berkepanjangan kadangkala  telah melatih manusia  untuk hidup didalamnya, contohnya adalah Ketika lampu-lampu menjadi padam, secepatnya kita mengusahakan adanya penerangan lain agar kita tetap dapat berjalan tanpa khawatir terantuk dengan benda-benda yang ada di dalam rumah. Tapi cobalah untuk tidak menyalakan penerangan apapun juga di dalam rumah. Kali pertama, kita cenderung memilih untuk tetap tinggal di tempat di mana posisi kita berada saat kegelapan itu datang. Saat harus berjalan, langkah kita penuh kehati-hatian. Tetapi, jika kita lebih lama lagi tinggal di dalam kegelapan itu, lambat laun kita dapat ber-adaptasi [menyesuaikan atau mencocokkan diri] dengan keadaan gelap itu. Mata kita akan terbiasa dengan kegelapan dan kita dapat melangkah lebih yakin dari sebelumnya, karena keadaan gelap yang berkepanjangan itu telah melatih kita untuk hidup didalamnya.
Firman Tuhan menjelaskan bahwa mereka yang diam di Efesus dahulunya hidup di dalam kegelapan dengan rupa rupa perbuatan kecemaran yang membuat hidup kehilangan makna.  Mereka telah terbiasa dan terlena dengan jalan hidup yang berdosa . Perbuatan kegelapan inipun kita baca dalam konteks pengkhotbah 5 :7-9. Paling tidak ada  3 hal yang diangkat tentang kondisi  manusia yang gelap yaitu : menindas orang miskin, memperkosa keadilan dan mendewakan kekayaan.
Kondisi ini membuat Manusia menjadi homo homini lupus atau manusia adalah serigala bagi manusia lain. Dalam ungkapan lain  manusia  seringkali menjadi serigala yang  selalu menerkam dengan cara apapun demi keuntungan pribadi meski mengorbankan orang lain,  yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memperbudak yang miskin, yang berkuasa memperkosa keadilan.
Semua ini telah merusak citra dan gambar diri manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah.


 Ini mengakibatkan manusia tidak hanya kehilangan makna dan tujuan hidup  tetapi juga kehilangan arah pengharapan ke depan . Berbagai perbuatan yang  mereka lakukan  membuat murka Allah dan selayaknya mereka akan mendapatkan penghukuman. Semua hal itu terjadi karena sebelumnya mereka tidak mengenal Kristus Yesus yang membawa terang kedalam hidup mereka. Intinya mereka sangat membutuhkan terang cahaya kebaikan dan kebenaran yang bersumber dari Kristus.
Namun  dalam konteks Efesus  perbuatan kegelapan yang mereka lakukan adalah masa lalu , kasih Tuhan telah menjamah hamba hamba pelayannya yang mau melakukan tugas penginjilan dan pemberitaan Firman Tuhan yang tak kenal lelah , tak kenal menyerah dan mau berkorban bagi orang lain demi berita Injil, . Berita Injil mereka sebarkan di Efesus dan oleh perbuatan Roh Kudus sekarang mereka telah berpindah dari gelap ke terang.

Terang inilah yang dibutuhkan manusia dari masa ke masa,  terang yang sesungguhnya bukan hanya terang yang biasa kita lihat. terang itu merupakan hasil karya penciptaan yang pertama, namun  manusia dapat menikmati terang jika bergantung pada Tuhan sendiri. Kepercayaan seperti ini juga diteguhkan oleh Nabi Yesaya yang berkata: ''Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu.'' (Yesaya 60:20)
Dalam  firman yang ditujukan kepada umat di Efesus, Paulus menegaskan jikalau mereka sekarang adalah terang di dalam Tuhan, maka nampakkanlah perbuatan, sikap dan cara hidup   seperti anak-anak terang.
Anak anak terang akan dapat dengan mudah diketahui kualitasnya melalui buah yang dihasilkan. Dari buah yang dihasilkan orang kita dapat menilai apa yang tersembunyi dalam hatinya. Hati yang telah diterangi kasih Kristus seharusnya berbuah cahaya terang yang menerangi kegelapan disekelilingnya. Pengaruh terang bagi kehidupan itu akan memunculkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Ketiga hasil atau buah terang itulah yang akan mendukung kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan manusia.
Sekarang dalam konteks kita sebagai warga negara Indonesia. Kita menyaksikan kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh masalah . Korupsi dan ketidakadilan terus kita dengar dan jumpai. Rakyat menjadi korban oleh perbuatan oknum pejabat yang memperkaya diri sendiri. Hari demi hari dipenuhi dengan berita penangkapan KPK akibat keserakahan dan penyalagunaan kekuasaan sementara hutang negara semakin membengkak setiap tahun. Belum lagi Angka kemiskinan terus meningkat. 
Disini juga  Tuhan menempatkan kita sebagai warga gereja  untuk hidup dan berkarya di tanah Minahasa ini , diinjili dan mengenal Yesus melalui pelayanan Gereja Masehi Injili Minahasa yang telah bersionde ke-80. Kita melihat disekitar kita masih banyak kegelapan disana sini. Masih banyak saudara saudara kita yang hidup dalam kegelapan , mungkin keluarga kita terdekat, mungkin teman dan sahabat kita, mungkin tetangga kita yang sementara berjalan dalam kegelapan karena hidup jauh dari persekutuan dengan Tuhan. Mereka membutuhkan terang dan siap yang mau pergi untuk mereka. Kalau saja Rasul Paulus tidak pergi memberitakan Injil di Efesus maka pasti mereka tetap hidup dalam kegelapan. Demikian juga kita yang sudah hidup dalam terang dipanggil untuk membawa terang itu menyinari kegelapan supaya semuanya dalam kebersamaan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Tuhan memanggil manusia untuk hidup dalam terang-Nya, Dalam dinamika hidup dengan tantangan dan persoalan, saat suka dan duka, dalam setiap tugas aktivitas, mata pencaharian dimanapun kita pergi dan berada marilah kita  mengarahkan diri pada Sang Terang itu, sehingga kehidupan ini dipenuhi dengan kebaikan, keadilan dan kebenaran.

Jumat, 29 Agustus 2014

PESAN PENTING BAGI DIRI SAYA !

Pesan penting saat ini :
1. Hiduplah sehat dengan rajin berolaraga, menggerakkan badan, mengatur pola makan, mengelola pikiran
2. Jangan terbeban dengan pekerjaanmu.
3. Manusia hidup untuk menghidupkan orang lain. (ST3)
4. Dimanapun kamu ditanam berkembanglah.
5. Untuk kemajuan jangan takut , jadilah pribadi yang berani sebab dengan keberanian kita dapat menyelesaikan banyak hal.
6. Jangan mengasihi diri karena kekurangan mu tapi jadikanlah itu motivasi untuk berbuat yang terbaik meski dalam kekuarangan.
7. Bertobatlah dan hiduplah dalam kebenaran.
8. Cintailah istri, anak dan keluargamu dengan segenap hatimu.
9. Hati hati dengan pemborosan , kelola keuangan dengan  bijaksana, hemat dan rajin menabung tapi suka menolong orang lain.
10. Rajin rajinlah berbuat baik sekecil apapun itu.
11. Peganglah prinsip dan berdirilah pada kebenaran dan jangan takut kehilangan apa apa karena berdiri pada prinsip.
12. Jujurlah dengan keuangan yang dipercayakan padamu, jauhkan jiwa korupsi dan belajarlah benar dengan uang.

PEMIMPIN 28/8/14

Hari ini banyak pengalaman berharga dalam kehidupan saya.
Sebagai pemimpin
1. Menyelesaikan masalah
Pagi pagi saya mendapatkan telepon dari seorang perangkat desa yang mempertanyakan operasional A.D.D yang " katanya " belum diserahkan Ka des. Disini laporan ini jangan langsung di benarkan maka saya pun langsung lakukan kroscek dengan Ka des. Menurut penjelasan pak Kades tidak benar demikian. Kades pun meminta identitas pelapor tapi dalam rangka kerahasiaan informasi maka saya tidak sampaikan. Untuk pembuktian maka saya pun mendapat ide langsung untuk mempertemukan kedua pihak yaitu pelapor dan terlapor. Saya segera menindaklanjutinya, tidak menunda nunda dan langsung respon. Ternyata sang pelapor " tidak mau bertemu" banyak alasan . Saya pun meminta Ka des untuk datang  dan bawa bukti kwitansi penerimaan dan memang Kades datang ke kantor , mengadakan klarifikasi dan menunjukkan buktinya. Saya pun menfotocopy bukti tersebut dan mengambil keputusan sementara bahwa pelapor ini hanya cari masalah saja.
2. Menahan emosi, mampu mengendalikan diri dan sabar.
Ada masalah yang saya  komunikasikan dengan atasan tentang ketidakpuasan salah satu desa dengan pemindahan lokasi kantor camat . Saya pun langsung memberi saran kepada atasan dan didengar oleh teman teman kantor. Pembicaraan sebelumnya berjalan baik tapi teman teman yang mendengar " tanpa etika" langsung berubah menjadi kompor , mereka tertawa tapi tertawa ini lain yaitu menyinggung perasaan. Perasaan dan posisi saya seperti tersudut, tapi bersyukur saya dapat menahan emosi, mengendalikan diri dan sabar, meski pendapat saya tidak diterima malah di balas dengan candaan yang tidak tepat dari teman teman.
Herannya kalau dirumah tangga pengalaman sebelumnya emosi saya cenderung tidak terkendali , meledak bahkan barang barang sekitar jadi sasaran akibatnya memalukan diri sendiri dan dapat menghancurkan masa depan keluarga.
3. Jerih juang dan upaya kerja kita sebagai pemimpin dihargai oleh jemaat dan masyarakat
Sore hari saya diundang oleh Salah satu gereja untuk menghadiri HUT seorang pendeta ketuanya. Begitu saya tiba suasana sangat meriah, ada bangsal sukacita, banyak orang diundang . Saat masuk bangsal berjejer makanan di meja meja yang disedikan secara sukarela oleh anggota jemaat hanya untuk merayakan HUT seorang pemimpin. Begitu besar maknanya dalam acara ini yaitu kerelaan untuk membagi dan kedewasan dalam memberi dan menghargai pemimpin oleh jemaat. Bila sudah begini berarti pemikiran saya sang ketua ini pasti telah memberi yang terbaik, dicintai jemaatnya sehingga mereka rela membuat acara untuk sang pemimpin. Tentu kalau sudah begini maka otomatis sang pemimpin harus terlecut untuk lebih memberi yang terbaik.

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...