BERJAGA JAGALAH DAN BERDOALAH SUPAYA KAMU JANGAN JATUH KE DALAM PENCOBAAN
Syalom
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Kita Bersyukur kepada Tuhan atas kasih dan anugerahNya kita
ada dalam penyertaan Tuhan sampai saat ini dan kita boleh memberi diri datang
beribadah memuliakan Tuhan dan mendengarkan petunjuk FirmanNya.
Saat ini kita sementara berada dalam minggu sengsara ke 4 sementara menghayati
pengorbanan Tuhan Yesus untuk menebus dosa dosa kita semua. Tema perenungan
kita sepanjang minggu yang berjalan ini Adalah Berjaga-jagalah dan Berdoalah
Supaya Kamu Jangan Jatuh Ke Dalam Pencobaan"
MArkus 14 : 32 – 42, menceritakan tentang Yesus Kristus yang
akan memasuki gerbang kesengsaraanNya. Dalam konteks Yesus sebagai manusia pada
waktu itu, Ia merasakan pergumulan dan
penderitaan yang sangat dalam. Dikatakan dalam ayat 33, “Ia sangat takut
dan gentar”. Dua kata yang mengungkapkan bahwa sebagai manusia Yesus sementara
dalam pergumulan yang berat.
Keadaan seperti itu membuat Yesus sedih, cemas dan gelisah
sehingga Ia mengatakan bahwa “seperti mau mati rasanya”. Dalam situasi seperti
ini, apa yang Yesus lakukan? Ia pergi menyendiri dan berdoa di taman Gersemani.
Pada saat itu, ada tiga murid Yesus yang Ia bawa Bersama
denganNya di taman Getsemani yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Dalam doaNya,
Ia memohon kalau boleh tidak menghadapi cawan yang pahit itu namun Yesus
memilih untuk taat kepada BapaNya.
Selesai doa yang pertama, Yesus menemui ketiga murid-Nya dan
mendapati mereka sedang tertidur pulas. Murid murid gagal menjadi teman sejati
bagi Yesus yang sementara dalam pergumulan. Yesus memperingatkan agar para
murid untuk berjaga-jaga dan berdoa agar mereka jangan jatuh ke dalam
pencobaan. Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa. Ketika Ia kembali
kepada murid-murid-Nya, lagi-lagi Yesus mendapati mereka sedang tertidur
seperti sebelumnya. Yesus mengatakan
bahwa saatnya sudah tiba dimana Ia akan segera diserahkan ke tangan orang-orang
berdosa.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Dalam kehidupan kita saat
ini banyak hal terjadi seringkali tidak sesuai dengan keinginan kita
malahan kita diperhadapkan dengan kesulitan, tantangan dan penderitaan hidup. Dalam
keadaan ini apakah kita datang kepada Tuhan untuk berdoa ataukah kita justru
tidur dan tidak mencari Tuhan dalam doa.
Seringkali juga ketika kita dalam pergumulan dan perlu
pertolongan namun seringkali teman, saudara, kenalan tidak peduli dan tidak mau
menolong malahan meninggalkan kita. Seperti yang terjadi pada murid murid
Yesus. Mereka selalu mengikuti Yesus , mereka selalu mendengar firmanNya,
mereka melihat mujizatNya namun mereka tidak mampu menjadi sahabat sejati bagi
Tuhan Yesus. Mereka memilih tidur daripada berjaga jaga. Akibatnya murid murid
jatuh dalam pencobaan bahkan Petrus kemudian menyangkal Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus memberikan teladan bagi orang percaya bahwa
kondisi apapun tidaklah membuat diri-Nya tertidur melainkan tetap terjaga, bergumul, dan berdoa
untuk menemukan kehendak Bapa dalam ketaatan-Nya.
Karena itu pesan firman Tuhan saat ini Adalah Berbahagialah
kita yang senantiasa berhati-hati, waspada, siap siaga dan berdoa kepada Allah
agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan, sebab roh memang penurut tetapi
daging lemah. Jadilah sahabat sejati bagi sesama karena Tuhan Yesus sudah
menjadi sahabat sejati bagi kita yang selalu menyertai, menolong, menopang,
melindungi dan memberkati kita.
AMIN
Komentar