Sabtu, 14 Maret 2026

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28

Jemaat yang dikasihi Tuhan

Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman umat TUHAN yang sedang menjalani hidup di pembuangan. Pergumulan yang selama ini mereka tanggung akibat segala kesalahan dan dosa yang telah mereka perbuat kepada TUHAN  akhirnya dapat mereka hadapi dengan keyakinan serta kepercayaan diri bahwa TUHAN selalu ada bersama dengan mereka. Sejak kejatuhan mereka ke tangan para penguasa asing seluruh umat TUHAN sudah mengalami goncangan iman yang sungguh besar. Setelah beragam nabi yang TUHAN utus untuk memperingati mereka dan berusaha membawa mereka kembali ke jalan yang benar justru direspons dengan tegar tengkuk, mereka pun harus menerima kenyataan pahit dengan dipaksa meninggalkan tanah kelahiran menuju tanah pembuangan yang asing. Mereka pun tersadar bahwa hubungan mereka dengan TUHAN telah rusak akibat dosa dan perilaku mereka sendiri. Tidak sedikit pula dari antara umat yang merasa bahwa TUHAN sudah meninggalkan dan melupakan mereka sehingga kualitas iman para umat TUHAN  mengalami gangguan yang begitu hebat. Inilah mengapa pemberitaan pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman yang begitu berarti untuk seluruh umat-Nya.

 Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Berita pengampunan yang TUHAN berikan bagi umat-Nya adalah sebuah kesukacitaan besar. Kesempatan yang masih Tuhan berikan melalui pengampunan Adalah sebuah hadiah besar melebihi apapun. Kesempatan ini tidak boleh disia siakan untuk kembali membangun hubungan yang sehat dan berkualitas bersama TUHAN. Terlebih lagi melalui perikop bacaan hari ini kita tidak sekadar melihat sebuah kalimat pengampunan dari TUHAN bagi umat yang telah melukai-Nya berulang kali, melainkan juga kita dapat merasakan kerinduan yang begitu besar dengan segala inisiatif kasih yang TUHAN lakukan untuk menebus umatNya.

Tuhan Allah melalui Yesus Kristus telah menyelamatkan manusia dari kuasa dosa dan maut meskipun harus melalui jalan sengsara dan penderitaan. Respon kita adalah Jangan kita tinggal terus dalam dosa tetapi kita harus keluar dari dosa. Jangan mempermainkan kesempatan melalui pengampunan yang Tuhan berikan dengan kehidupan yang sembarangan.

Kita  diingatkan  kembali, bahwa di  hadapan TUHAN  kita sangat   berharga.   Begitu berharganya manusia, sehingga Allah mau menyelamatkan manusia  melalui kematian dan kebangkitanTuhan  Yesus. Jadi kita harus mengingat dan menceritakan kisah kasih Allah di kayu salib  yang menyelamatkan kita. Salib adalah sebuah bukti begitu berharganya kita  sehingga la mau mati secara hina,   dan  ketika Yesus bangkit  semuanya menjadi baru dan berharga di hadapan Nya.. lngatlah dahulu  kita  orang  berdosa, tetapi  sekarang  kita meniadi benar di  hadapan-Nya karena pengampunanNya. Mari jadikan hidup pribadi dan keluarga kita berkenan kepada Allah dan terus hidup dalam kehendakNya. AMIN


BERJAGA JAGALAH DAN BERDOALAH SUPAYA KAMU JANGAN JATUH KE DALAM PENCOBAAN

 

Syalom

Jemaat yang dikasihi Tuhan

Kita Bersyukur kepada Tuhan atas kasih dan anugerahNya kita ada dalam penyertaan Tuhan sampai saat ini dan kita boleh memberi diri datang beribadah memuliakan Tuhan dan mendengarkan petunjuk FirmanNya.

Saat ini kita sementara berada dalam  minggu sengsara ke 4 sementara menghayati pengorbanan Tuhan Yesus untuk menebus dosa dosa kita semua. Tema perenungan kita sepanjang minggu yang berjalan ini Adalah Berjaga-jagalah dan Berdoalah Supaya Kamu Jangan Jatuh Ke Dalam Pencobaan"

MArkus 14 : 32 – 42, menceritakan tentang Yesus Kristus yang akan memasuki gerbang kesengsaraanNya. Dalam konteks Yesus sebagai manusia pada waktu itu, Ia merasakan pergumulan dan  penderitaan yang sangat dalam. Dikatakan dalam ayat 33, “Ia sangat takut dan gentar”. Dua kata yang mengungkapkan bahwa sebagai manusia Yesus sementara dalam pergumulan yang berat.

Keadaan seperti itu membuat Yesus sedih, cemas dan gelisah sehingga Ia mengatakan bahwa “seperti mau mati rasanya”. Dalam situasi seperti ini, apa yang Yesus lakukan? Ia pergi menyendiri dan berdoa di taman Gersemani.

Pada saat itu, ada tiga murid Yesus yang Ia bawa Bersama denganNya di taman Getsemani yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Dalam doaNya, Ia memohon kalau boleh tidak menghadapi cawan yang pahit itu namun Yesus memilih untuk taat kepada BapaNya.

Selesai doa yang pertama, Yesus menemui ketiga murid-Nya dan
mendapati mereka sedang tertidur pulas. Murid murid gagal menjadi teman sejati bagi Yesus yang sementara dalam pergumulan. Yesus memperingatkan agar para murid untuk berjaga-jaga dan berdoa agar mereka jangan jatuh ke dalam pencobaan. Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa. Ketika Ia kembali kepada murid-murid-Nya, lagi-lagi Yesus mendapati mereka sedang tertidur seperti sebelumnya.  Yesus mengatakan bahwa saatnya sudah tiba dimana Ia akan segera diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Dalam kehidupan kita  saat ini banyak hal  terjadi  seringkali tidak sesuai dengan keinginan kita malahan kita diperhadapkan dengan kesulitan, tantangan dan penderitaan hidup. Dalam keadaan ini apakah kita datang kepada Tuhan untuk berdoa ataukah kita justru tidur dan tidak mencari Tuhan dalam doa.

Seringkali juga ketika kita dalam pergumulan dan perlu pertolongan namun seringkali teman, saudara, kenalan tidak peduli dan tidak mau menolong malahan meninggalkan kita. Seperti yang terjadi pada murid murid Yesus. Mereka selalu mengikuti Yesus , mereka selalu mendengar firmanNya, mereka melihat mujizatNya namun mereka tidak mampu menjadi sahabat sejati bagi Tuhan Yesus. Mereka memilih tidur daripada berjaga jaga. Akibatnya murid murid jatuh dalam pencobaan bahkan Petrus kemudian menyangkal Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus memberikan teladan bagi orang percaya bahwa kondisi apapun tidaklah membuat diri-Nya tertidur  melainkan tetap terjaga, bergumul, dan berdoa untuk menemukan kehendak Bapa dalam ketaatan-Nya.

Karena itu pesan firman Tuhan saat ini Adalah Berbahagialah kita yang senantiasa berhati-hati, waspada, siap siaga dan berdoa kepada Allah agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan, sebab roh memang penurut tetapi daging lemah. Jadilah sahabat sejati bagi sesama karena Tuhan Yesus sudah menjadi sahabat sejati bagi kita yang selalu menyertai, menolong, menopang, melindungi dan memberkati kita.

AMIN

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...