Sabtu, 14 Maret 2026

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28

Jemaat yang dikasihi Tuhan

Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman umat TUHAN yang sedang menjalani hidup di pembuangan. Pergumulan yang selama ini mereka tanggung akibat segala kesalahan dan dosa yang telah mereka perbuat kepada TUHAN  akhirnya dapat mereka hadapi dengan keyakinan serta kepercayaan diri bahwa TUHAN selalu ada bersama dengan mereka. Sejak kejatuhan mereka ke tangan para penguasa asing seluruh umat TUHAN sudah mengalami goncangan iman yang sungguh besar. Setelah beragam nabi yang TUHAN utus untuk memperingati mereka dan berusaha membawa mereka kembali ke jalan yang benar justru direspons dengan tegar tengkuk, mereka pun harus menerima kenyataan pahit dengan dipaksa meninggalkan tanah kelahiran menuju tanah pembuangan yang asing. Mereka pun tersadar bahwa hubungan mereka dengan TUHAN telah rusak akibat dosa dan perilaku mereka sendiri. Tidak sedikit pula dari antara umat yang merasa bahwa TUHAN sudah meninggalkan dan melupakan mereka sehingga kualitas iman para umat TUHAN  mengalami gangguan yang begitu hebat. Inilah mengapa pemberitaan pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman yang begitu berarti untuk seluruh umat-Nya.

 Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Berita pengampunan yang TUHAN berikan bagi umat-Nya adalah sebuah kesukacitaan besar. Kesempatan yang masih Tuhan berikan melalui pengampunan Adalah sebuah hadiah besar melebihi apapun. Kesempatan ini tidak boleh disia siakan untuk kembali membangun hubungan yang sehat dan berkualitas bersama TUHAN. Terlebih lagi melalui perikop bacaan hari ini kita tidak sekadar melihat sebuah kalimat pengampunan dari TUHAN bagi umat yang telah melukai-Nya berulang kali, melainkan juga kita dapat merasakan kerinduan yang begitu besar dengan segala inisiatif kasih yang TUHAN lakukan untuk menebus umatNya.

Tuhan Allah melalui Yesus Kristus telah menyelamatkan manusia dari kuasa dosa dan maut meskipun harus melalui jalan sengsara dan penderitaan. Respon kita adalah Jangan kita tinggal terus dalam dosa tetapi kita harus keluar dari dosa. Jangan mempermainkan kesempatan melalui pengampunan yang Tuhan berikan dengan kehidupan yang sembarangan.

Kita  diingatkan  kembali, bahwa di  hadapan TUHAN  kita sangat   berharga.   Begitu berharganya manusia, sehingga Allah mau menyelamatkan manusia  melalui kematian dan kebangkitanTuhan  Yesus. Jadi kita harus mengingat dan menceritakan kisah kasih Allah di kayu salib  yang menyelamatkan kita. Salib adalah sebuah bukti begitu berharganya kita  sehingga la mau mati secara hina,   dan  ketika Yesus bangkit  semuanya menjadi baru dan berharga di hadapan Nya.. lngatlah dahulu  kita  orang  berdosa, tetapi  sekarang  kita meniadi benar di  hadapan-Nya karena pengampunanNya. Mari jadikan hidup pribadi dan keluarga kita berkenan kepada Allah dan terus hidup dalam kehendakNya. AMIN


BERJAGA JAGALAH DAN BERDOALAH SUPAYA KAMU JANGAN JATUH KE DALAM PENCOBAAN

 

Syalom

Jemaat yang dikasihi Tuhan

Kita Bersyukur kepada Tuhan atas kasih dan anugerahNya kita ada dalam penyertaan Tuhan sampai saat ini dan kita boleh memberi diri datang beribadah memuliakan Tuhan dan mendengarkan petunjuk FirmanNya.

Saat ini kita sementara berada dalam  minggu sengsara ke 4 sementara menghayati pengorbanan Tuhan Yesus untuk menebus dosa dosa kita semua. Tema perenungan kita sepanjang minggu yang berjalan ini Adalah Berjaga-jagalah dan Berdoalah Supaya Kamu Jangan Jatuh Ke Dalam Pencobaan"

MArkus 14 : 32 – 42, menceritakan tentang Yesus Kristus yang akan memasuki gerbang kesengsaraanNya. Dalam konteks Yesus sebagai manusia pada waktu itu, Ia merasakan pergumulan dan  penderitaan yang sangat dalam. Dikatakan dalam ayat 33, “Ia sangat takut dan gentar”. Dua kata yang mengungkapkan bahwa sebagai manusia Yesus sementara dalam pergumulan yang berat.

Keadaan seperti itu membuat Yesus sedih, cemas dan gelisah sehingga Ia mengatakan bahwa “seperti mau mati rasanya”. Dalam situasi seperti ini, apa yang Yesus lakukan? Ia pergi menyendiri dan berdoa di taman Gersemani.

Pada saat itu, ada tiga murid Yesus yang Ia bawa Bersama denganNya di taman Getsemani yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Dalam doaNya, Ia memohon kalau boleh tidak menghadapi cawan yang pahit itu namun Yesus memilih untuk taat kepada BapaNya.

Selesai doa yang pertama, Yesus menemui ketiga murid-Nya dan
mendapati mereka sedang tertidur pulas. Murid murid gagal menjadi teman sejati bagi Yesus yang sementara dalam pergumulan. Yesus memperingatkan agar para murid untuk berjaga-jaga dan berdoa agar mereka jangan jatuh ke dalam pencobaan. Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa. Ketika Ia kembali kepada murid-murid-Nya, lagi-lagi Yesus mendapati mereka sedang tertidur seperti sebelumnya.  Yesus mengatakan bahwa saatnya sudah tiba dimana Ia akan segera diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Dalam kehidupan kita  saat ini banyak hal  terjadi  seringkali tidak sesuai dengan keinginan kita malahan kita diperhadapkan dengan kesulitan, tantangan dan penderitaan hidup. Dalam keadaan ini apakah kita datang kepada Tuhan untuk berdoa ataukah kita justru tidur dan tidak mencari Tuhan dalam doa.

Seringkali juga ketika kita dalam pergumulan dan perlu pertolongan namun seringkali teman, saudara, kenalan tidak peduli dan tidak mau menolong malahan meninggalkan kita. Seperti yang terjadi pada murid murid Yesus. Mereka selalu mengikuti Yesus , mereka selalu mendengar firmanNya, mereka melihat mujizatNya namun mereka tidak mampu menjadi sahabat sejati bagi Tuhan Yesus. Mereka memilih tidur daripada berjaga jaga. Akibatnya murid murid jatuh dalam pencobaan bahkan Petrus kemudian menyangkal Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus memberikan teladan bagi orang percaya bahwa kondisi apapun tidaklah membuat diri-Nya tertidur  melainkan tetap terjaga, bergumul, dan berdoa untuk menemukan kehendak Bapa dalam ketaatan-Nya.

Karena itu pesan firman Tuhan saat ini Adalah Berbahagialah kita yang senantiasa berhati-hati, waspada, siap siaga dan berdoa kepada Allah agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan, sebab roh memang penurut tetapi daging lemah. Jadilah sahabat sejati bagi sesama karena Tuhan Yesus sudah menjadi sahabat sejati bagi kita yang selalu menyertai, menolong, menopang, melindungi dan memberkati kita.

AMIN

Senin, 29 Maret 2021

MEMBANGUN DI ATAS DASAR YANG KUAT” (Matius 7:24-27)

Saat ini kita sementara berada dalam minggu sengsara yang ke-VI . Minggu terakhir dalam perenungan bersama arti dan makna pengorbanan Kristus di atas kayu salib demi menyelamatkan manusia yang berdosa. Di hari ini Wanita Kaum Ibu Jemaat secara khusus memberi diri dalam perayaan hari doa sedunia tahun 2021 dengan mengikuti Tata Ibadah yang dipersiapkan saudara seiman dari Negara Vanuatu.

Vanuatu merupakan kepulauan tropis yang terletak di Samudra Pasifik Selatan dengan lebih dari 80 pulau, yang enam puluh lima di antaranya berpenghuni. Pulau-pulau tersebut berpotensi rawan bencana alam seperti gempa bumi, angin topan, dan letusan gunung berapi. Disana agama Kristen mengambil 83% dari total populasi dimana Gereja Presbiterian  saat ini merupakan denominasi terbesar. Mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah nelayan dan petani.

Selanjutnya kehidupan kaum perempuan di Negara Vanuatu Sebagian besar merupakan ibu rumah tangga paruh waktu yang merawat anak-anak, orang tua, penyandang disabilitas dan anggota keluarga lainnya. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap kemiskinan, perubahan iklim, bencana, dan tekanan mata pencaharian lainnya. Kesempatan yang diberikan kepada perempuan untuk membuka usaha juga terbatas karena mereka tidak memiliki akses ke modal, layanan keuangan dan pasar. Hal ini terutama terjadi pada perempuan pedesaan. Terdapat lebih banyak rumah tangga dengan orang tua tunggal yang dikepalai oleh perempuan dengan anak, cucu, atau anggota keluarga besar dibandingkan dengan rumah tangga yang dikepalai oleh laki-laki. Meskipun sebagian besar beban pekerjaan rumah tangga dilakukan oleh perempuan, namun angka harapan hidup mereka lebih tinggi daripada laki-laki.

Kekerasan berbasis gender adalah masalah serius yang menimpa perempuan dan anak perempuan. Sekitar 60% perempuan di Vanuatu pernah mengalami beberapa bentuk kekerasan fisik dan / atau seksual dalam hidup mereka, dimana 21% di antaranya mengalami luka permanen.

Doa komite Vanuatu adalah mendapatkan dukungan untuk mengangkat suara perempuan Vanuatu supaya kaum perempuan boleh maju, sehat, berguna dan menjadi berkat.

Perempuan Vanuatu telah mengundang kita semua secara khusus Wanita kaum Ibu GMIM Syalom Tondegesan bersama sama seluruh perempuan sedunia untuk berpartisipasi dalam hari Doa Sedunia tahun 2021 untuk perubahan kehidupan yang lebih layak bagi kaum perempuan berlandaskan firman Tuhan dalam  Matius 7 :24-27.

Yesus bercerita mengenai Kerajaan sorga dengan menggunakan perumpamaan rumah dan tanah tempat rumah itu dibangun. Memilih tanah untuk membangun rumah merupakan keputusan penting bagi siapapun. Namun seperti di Negara Vanuatu ancaman gempa bumi, badai ,letusan gunung berapi bisa saja sewaktu waktu menghancurkan rumah tempat tinggal. Nanti setelah bencana akan kelihatan mana rumah yang kokoh tetap berdiri meskipun ada kerusakan dan mana rumah tempat tinggal yang hancur tak bersisa. Gambaran nyata ini diambil Tuhan Yesus dalam kaitan dengan kehidupan beriman secara khusus bagaimana KITA SEMUA AKAN  masuk kedalam kerajaan Sorga. Penekanan dalam bagian Alkitab ini ada pada 2 kata yaitu MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN, sekali lagi MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN. Bila 2 kata ini dilakukan maka orang tersebut disebut “BIJAKSANA” namun jika hanya satu kata saja yaitu mendengar dan tidak melakukan firman maka orang tesebut disebut “BODOH”.

Yesus mengambil 2 contoh ini supaya kita semua mudah untuk mengerti maksud firman yaitu PERTAMA seorang yang membangun Rumah diatas batu atau diatas dasar yang kuat dan KEDUA  seorang yang membangun diatas pasir  atau diatas dasar yang lemah.

Kemudian kedua rumah ini mengalami  ujian . Sangat menarik karena ujiannya  sama yaitu pertama turun hujan, kedua datang banjir dan ketiga angin melanda rumah itu.

Setelah ujian maka dampak atau Hasil kelihatan jelas dan terang benderang. Rumah yang dibangun diatas dasar yang kuat tidak rubuh SEMENTARA rumah yang dibangun diatas dasar yang lemah bukan saja rubuh tetapi Alkitab mencatat HEBATLAH KERUSAKANNYA.

Dari Ungkapan Yesus yang sangat jelas ini maka sebenarnya kembali mengingatkan kita khususnya kaum wanita tentang  bagaimana kehidupan kita dalam mengikut dan mengiring Yesus di hari hari ini? Apakah kita termasuk orang yang bijaksana ataukah kita termasuk  orang yang bodoh menurut konteks bacaan hari ini. Sangat jelas bahwa orang yang bijaksana adalah orang yang mendengar dan melakukan firman tetapi orang yang yang hanya mendengar dan tidak melakukan adalah bodoh karena pasti tidak tahan uji dan tidak akan mampu menghadapi gelombang kehidupan.

Bersama sama dengan perempuan dari Negara Vanuatu dan perempuan yang percaya kepada Yesus Kristus di seluruh dunia dalam hari doa sedunia tahun 2021 kembali mengingatkan kita semua tentang bagaimana perempuan yang mengikut Yesus. Pesannya sangat jelas bergema yaitu BANGUNLAH RUMAH DIATAS DASAR YANG KOKOH. Tentu Membangun rumah bukan hanya terbatas dalam arti sebenarnya yaitu membangun rumah tempat tinggal, tetapi membangun rumah memiliki banyak sekali makna. Apakah membangun rumah tangga, membangun jemaat, dan membangun masyarakat . Untuk menjadi bijaksana maka perubahan hidup harus dimulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita sendiri dengan MEMBANGUN IMAN KEPADA TUHAN YESUS KRISTUS. Jangan bangun iman kita diatas dasar kekayaan, jabatan, kedudukan, harta, kecantikan dan segala sesuatu yang lemah dan bisa lenyap tetapi bangunlah iman kita diatas dasar yang kokoh yaitu FIRMAN TUHAN . Kaum perempuan adalah ciptaan Tuhan dan kaum perempuan adalah tiang doa dalam keluarga yang harus memberi contoh dan keteladanan iman bagi suami, anak anak dan sanak saudara.

Amsal 24 :3 berkata“Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan” (Amsal 24: 3). Hikmat inilah yang kita butuhkan sebagai perempuan dalam menjalani kehidupan apapun tugas dan profesi kita dimanapun kita pergi dan berada. Kita butuh hikmat Tuhan supaya tidak salah jalan, tidak salah berucap dan tidak salah bertindak dan kita butuh hikmat Tuha untuk mendengar dan melakukan firman Tuhan supaya kita boleh mendapat bagian dalam kerajaan Sorga.

Dalam perayaan hari doa sedunia bersama peremPuan dari Negara Vanuatu DAN DI SELURUH DUNIA , mari wanita kaum ibu  kita maknai dengan semangat dan motivasi yang tinggi untuk memuliakan Tuhan dengan mendengar dan melakukan firman Tuhan dimanapun kita pergi dan berada sebagai tanda perempuan yang BIJAKSANA. AMIN.


Kamis, 25 Maret 2021

TANGISILAH DIRIMU DARI LUKAS 23 :26-32

 

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang menyertai kita semua sampai saat ini kita boleh beribadah secara khusus hendak merenungkan bagian firman Tuhan berdasarkan bacaan Lukas 23:26-32. Tema Perenungan di minggu sengsara yang ke VI saat ini adalah TANGISILAH DIRIMU.

Tema ini memang sangat pendek namun sesungguhnya memiliki arti yang sangat mendalam kaitan dengan minggu minggu sengsara yang sementara kita jalani saat ini. Bila kita merenungkan diri ini sesungguhnya kita penuh salah dan dosa .Dosa membuat kita tidak layak dihadapan Tuhan Yesus.

Dosa telah  membawa manusia pada kebinasaan kekal dan inilah tangisan manusia yang sesungguhnya KARENA UPAH DOSA IALAH MAUT. Kemudian ALLAH  mengutus anakNya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus untuk datang kedalam dunia ini menebus dosa manusia melalui jalan penderitaan., jalan yang tidak mudah , jalan yang susah dan jalan yang sangat berat atau VIA DOLOROSA.

Bagi kita yang pernah menyaksikan film tentang perjalanan kehidupan Tuhan Yesus mungkin akan meneteskan air mata melihat penderitaan Tuhan . Apalagi pada saat Yesus ditangkap, ketika Yesus dikhianati muridnya sendiri, ketika Yesus diolok olok, ketika Yesus dihina, dicambuk sehingga membuat tubuhnya penuh luka dan darah. Tidak berhenti disitu Yesus kemudian dipaksa memikul kayu salib yang kasar dan berat. Yesus pun harus berjalan jatuh bangun memikul salib. Emosi dan perasaan kita pasti tersentuh bahkan meneteskan air mata sambil berucap: ” Sungguh Tuhan Yesus mulia karena rela menderita demi dosa dosa manusia ”.

Saat Yesus sementara memikul salib sebagai manusia Ia memiliki keterbatasan berhubung energy dan tenaga telah tercurah, darah mengalir dan kelemahan mendera. Injil Lukas mencatat dengan jelas bahwa Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, kemudian diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. Dari sekian banyak orang yang ada pada waktu itu namun Simon dari Kirene mendapat kehormatan memikul salib. Sebuah keteladanan disini bahwa ia tidak menolak . Simon dari Kirene HENDAK mengingatkan kepada manusia yang hidup dalam segala masa, termasuk kita saat ini  bahwa mengikut Yesus memang tidak gampang dan tidak mudah karena harus siap memikul salib yang berat namun Simon memberi teladan supaya jangan pernah menolak memikul salib apapun resikonya.

Dibelakang Yesus dan simon dari Kirene sejumlah besar orang mengikuti, diantaranya kaum perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. Perempuan memang identik dengan perasaan yang mudah tersentuh sampai harus menangis. Mengapa mereka menangis dan meratapi Yesus ? Karena demikianlah kaum perempuan yang tidak tahan melihat penderitaan dan ketidakadilan yang sementara terjadi. Masakan kita tertawa dan menari nari diatas penderitaan orang lain . Para perempuan memiliki sikap berbeda dengan orang lain Yang lain berkata :SALIBKAN DIA, SALIBKAN DIA ataupun tentara Romawi yang kejam dan  tanpa perasaan terus menyiksa tubuh Tuhan Yesus . Disisi lain Para perempuan bisa saja berteriak namun teriakan mereka tidaklah terwujud dalam bentuk kata kata yang terucap melainkan jeritan hati perempuan terwujud dalam tangisan.

Bagi kaum perempuan YANG MENGIKUT YESUS TANGISAN  bukanlah sebuah simbol kelemahan dan kekalahan TETAPI tangisan mereka sebagai simbol kekuatan . TANGISAN PEREMPUAN adalah Sebuah simbol dukungan dan empati terhadap sebuah penderitaan dan kesengsaraan yang sementara terjadi didepan mata. Tangisan MEREKA bukanlah TANGISAN sebagai bukti kelemahan tetapi tangisan ini adalah sebuah bukti kepedulian terhadap Yesus.

Namun kemudian YESUS  berpaling dan berkata Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu.

Mungkin saja para perempuan dan orang orang yang ada pada waktu itu terkejut dan pasti tidak pernah menyangka , namun ucapan Yesus sesungguhnya memiliki dasar , memiliki makna dan sebab akibat. Yesus bukannya tidak peduli atau tidak berterima kasih. Yesus justru  adalah Tuhan dan pribadi yang sangat mengerti dan tahu berterima kasih.  Dalam situasi ini Tuhan Yesus hendak mempertegas ungkapan kepada para perempuan untuk mengambil makna dan arti sebuah tangisan. Tangisilah dirimu merujuk pada segala perbuatan dosa yang telah sering dilakukan sehingga membuat Yesus harus menderita. Ungkapan Yesus ini ditujukan langsung kepada perempuan namun tentu saja semua yang terdekat juga mendengar ucapan Yesus supaya menangisi segala dosa dan perbuatan mereka. Betapa orang orang Yerusalem begitu cepat berubah hatinya, tidak konsisten dan tidak punya pendirian. Sebelumnya Yesus dielu elukan di yerusalem, orang banyak berjalan didepan Yesus dan mengikutiNya sambil berseru HOSANA BAGI ANAK DAUD, namun tidak lama kemudian mereka justru berteriak SALIBKAN DIA SALIBKAN DIA.

Yesus menegur Yerusalem yang akan hancur  KARENA TIDAK LAGI BERPIKIR DAN BERTINDAK SECARA OBJEKTIF DAN BENAR. Bayangkan saja betapa parahnya situasi dan kondisi yang terjadi karena orang benar disalahkan dan orang jahat dibenarkan . Yesus berkata   janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu. Yesus hendak memberi penegasan bahwa dosa selalu membawa akibat dan konsekuensi yang harus diterima yaitu kebinasaan dan penghukuman. Untuk itu ungkapan Yesus harusnya menyentuh hati untuk membawa pada pertobatan karena bagi Yesus Tidak cukup hanya sampai di menangis saja, menangis boleh boleh saja tetapi menangis tidak berarti jika tidak ada perubahan hidup. Disini Yang sangat  penting sekali adalah menangis yang berbuah pada penyesalan dan pertobatan. Itulah menangis yang berkenan kepada Tuhan.

Ungkapan Yesus  TANGISILAH DIRIMU SENDIRI sebagai tema perenungan kita hari ini kembali menggema di gedung gereja GMIM SYALOM untuk  menjadi peringatan dan teguran bagi kita disaat ini dan ditempat ini. Melihat diri kita ini maka  Gambaran Yerusalem yang hancur adalah gambaran diri kita yang berdosa dan tak bisa menyelamatkan diri sendiri. Kita sering mengaku sebagai anak Tuhan namun banyak kali tindakan dan perbuatan kita justru tidak mencerminkan perilaku selaku anakNya. Kita sering mengaku dosa namun banyak kali kita terus berbuat dosa. Kita mendengar firman Tuhan namun banyak kali kita melanggar perintahNya. Kita beribadah namun banyak kali kita memungkiri kekuatan Ibadah dengan tindakan yang tidak sesuai dengan kebenaran. Karena itu Yesus berkata kepada kita semua menangislah dan Tangisan yang terbaik adalah sebuah tangisan yang ditindaklanjuti menjadi pertobatan.

Saat ini ketika kita memperingati sengsara Tuhan Yesus melalui perenungan di minggu minggu sengsara ke-6 atau  terakhir sebelum kita memasuki hari kudus yaitu JUMAT AGUNG DAN PASKAH. Minggu minggu sengsara ini sangat penting kita isi dengan perenungan demi perenungan mendalam dalam bentuk introspeksi secara pribadi, keluarga, jemaat dan masyarakat tentang apa yang kita perbuat selama ini. Yesus telah melewati jalan penderitaan yang sangat berat dan jangan sia siakan penderitaan Tuhan Yesus. Jangan KITA menyalibkan Tuhan Yesus tetapi teladanilah Simon dari Kirene YANG  memikul salib dengan setia dan tidak menolak atau bersungut sungut.

Jalan hidup kita sebagai orang Kristen memang tidak mudah karena penuh tantangan dan cobaan, setiap saat godaan dan cobaan dosa bertubi tubi harus kita hadapi namun kita harus berani melawan dosa . Tuhan Yesus maha pengasih, penyayang dan pengampun untuk itu mari kita mengambil tekad untuk sungguh sungguh  bertobat dan mengikut Yesus. Mari kita memandang pada Yesus, mengandalkan Tuhan Yesus dan memikul Salib Tuhan Yesus dengan setia sampai akhir karena mahkota kehidupan telah tersedia bagi mereka yang SETIA SAMPAI AKHIR. AMIN.

 

Sabtu, 20 Maret 2021

KHOTBAH MATIUS 26:69-75 JANGAN MENYANGKAL YESUS KRISTUS

 

Oleh kasih karunia Tuhan maka kita sudah memasuki penghayatan dan perenungan di minggu sengsara yang ke V. Dimana kita merenungkan arti dan makna penderitaan Tuhan Yesus untuk menebus dosa dosa kita semua. Diminggu sengsara ke V ini kita telah bersama membaca bagian Alkitab yang sangat terkenal karena sudah banyak kali kita baca dan kita dengar mulai dari masa anak sekolah minggu sampai saat ini yaitu kisah Petrus menyangkal Yesus . Merenungkan bagian Alkitab  di minggu sengsara yang ke V kita dihentar melalui tema mingguan “JANGAN MENYANGKAL YESUS KRISTUS”.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia menyangkal artinya mengingkari, tidak mengakui, tidak membenarkan atau juga membantah, melawan, menentang dan menyanggah.  Disini kita mengerti bahwa menyangkal ternyata memiliki arti yang luas dan banyak. Sebagai manusia berdosa dalam perjalanan kehidupan sehari hari,  harus kita akui bahwa menyangkal adalah perbuatan yang sering kita lakukan . Contohnya saja anak anak banyak kali menyangkal perintah orang tua, orang tua juga tidak lepas dari perbuatan menyangkal karena sesuatu hal dalam keluarga, juga dalam kehidupan yang lebih luas  sebagai masyarakat terkadang menyangkal perintah pemerintah dan sebagai jemaat seringkali juga banyak kali sadar atau tidak sadar kita telah  menyangkal perintah yang tertulis dalam Alkitab.  Mengapa harus menyangkal? Tentu saja ada alasannya seperti mau membela diri, menganggap diri benar, menolak perintah dan sebagainya. Namun yang pasti menyangkal selalu ada akibat dan konsekuensi dari perbuatan menyangkal itu sendiri.

Saat ini Kita belajar dari Kisah Petrus salah satu dari 12 murid Tuhan . Hari demi hari ia bersama dengan Tuhan Yesus dan pastilah petrus sangat mengenal Tuhan Yesus. Namun mengapa pada akhirnya ia  menyangkal Tuhan Yesus pada saat Tuhan Yesus sangat membutuhkan dukungan dalam kesusahan. Bukankah Seorang sahabat seharusnya bersedia  setia dalam susah dan senang namun betapa menyakitkan ketika ternyata sahabat itu menyangkal kita saat dalam kesusahan dan kesulitan. Inilah sesungguhnya yang hendak digambarkan disini tentang sisi gelap manusia yang hanya berpikir untuk dirinya sendiri, hanya berpikir untuk kesenangan dirinya sendiri dan tidak peka dengan kesusahan orang lain, padahal orang lain itu telah banyak menolong dan membantunya.

Disini kita tahu bahwa nilai nilai kemanusiaan, nilai nilai persahabatan sebenarnya diuji BUKAN pada saat situasi aman aman , damai dan bahagia NAMUN nilai nilai kemanusiaan dan nilai nilai persahabatan sejati  justru diuji dalam hentaman badai, gelombang dan kemelut kehidupan. Pada akhirnya akan kelihatan mana yang betul betul sebagai teman dan mana yang hanya berpura pura menjadi teman.

Petrus yang mengikut Tuhan Yesus dalam pelayanan telah melihat mujizat demi mujizat yang Tuhan lakukan, ia menyaksikan perbuatan perbuatan ajaib dan luar biasa yang Tuhan yesus lakukan. Petrus pernah berkata ENGKAU ADALAH MESIAS ANAK ALLAH YANG HIDUP namun ternyata ia tidak mau menerima kenyataan bahwa Yesus harus menderita , Yesus harus disalibkan dan mati diatas kayu salib untuk menebus dosa dosa manusia. Petrus hanya mau berpikir untuk keselamatan dan kenyamanan dirinya sendiri dan ia tidak dapat menerima dengan akal dan logikanya mengapa  Yesus harus menderita meskipun sudah berkali kali Tuhan Yesus sampaikan menjelang penderitaannya namun nampaknya tidak bisa diterima Petrus karena baginya penderitaan adalah sesuatu yang menyakitkan.

Penderitaan memang tidak gampang, penderitaan memang susah dan berat sehingga banyak orang lebih  memilih menghindar dan lari dari penderitaan. Menghadapi penderitaan, Petrus kehilangan jati diri sebagai murid Tuhan Yesus . Ketika terpojok, ketika terancam, ketika  terabaikan, ketika dalam kesulitan dan dipermalukan membuat Petrus kehilangan imannya .

Padahal sebelumnya dalam matius 26 :33 petrus dengan tegas berkata : "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." Namun kemudian dalam waktu sekejap saja Petrus kehilangan imannya saat diuji melalui cobaan dan penderitaan.

Matius mengisahkan tiga kali Petrus menyangkal Tuhan Yesus. Pertama,  Petrus sengaja membuat strategi untuk menjaga jarak dari Tuhan Yesus dengan memilih duduk di luar di halaman. Ia cari aman sendiri dan berpikir bisa terbebas dari masalah namun seorang perempuan mengenalinya dan berkata bahwa Engkau selalu bersama sama dengan Yesus. Respon Petrus adalah Aku Tidak Tahu. Inilah penyangkalan yang pertama.

Ketika di halaman ia ketahuan, maka strategi kedua adalah Petrus menyingkir ke pintu gerbang yang kondisinya lebih gelap atau remang remang dengan harapan identitasnya sebagai murid Yesus tidak terdeteksi oleh masyarakat di sana. Ternyata di pintu gerbang pun ia masih dikenali sebagai seorang yang satu kampung halaman dengan Yesus dan disini petrus bukan hanya menyangkal Yesus yang kedua kali  tetapi juga bersumpah palsu dengan mengatakan tidak mengenal Yesus.

 Kali yang ketiga lebih parah lagi ketika sudah banyak orang yang mengerumuninya. Disini  Petrus mengutuk dan bersumpah AKU TIDAK KENAL ORANG ITU. Pada saat itu berkokoklah ayam dan teringatlah petrus pada perkataan Yesus bahwa sebelum ayam berkokok engkau telah menyangkal AKU tiga kali.

Tuhan menggunakan ‘ayam’ untuk mengingatkan  Petrus. Ada dua makna tersembunyi dari penggunaan  ‘ayam’ dalam penyangkalan Petrus.

 Pertama, ayam adalah salah satu binatang yang dianggap tidak setia. Dia akan bergonta ganti pasangan dan tidak ada ikatan yang terjadi antara ayam jantan dan betina . Disini Ayam digunakan sebagai sarana pengingat kepada petrus tetapi juga pengingat kepada manusia tentang sebuah ketidaksetiaan.

Tetapi, yang Kedua, Ayam  khususnya ayam jantan tetap setia berkokok di pagi hari artinya di tengah ketidaksetiaan manusia Tuhan tetap setia dan anugerah Tuhan selalu tersedia di pagi hari sebagaimana firman Tuhan dalam ratapan 3 :22-23 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Ketika ayam berkokok Petrus pergi keluar dan menangis dengan sedihnya. Menangis dengan sedihnya adalah tanda penyesalan. Ia menyesal karena sebenarnya ia bisa membela imannya namun mengapa justru ia menyangkal imannya hanya karena tidak mau menderita. Bersyukur Petrus tidak mengambil jalan seperti Yudas karena kemudian penyesalan Petrus berbuah pada PERTOBATAN dan Petrus yang bertobat sungguh kemudian dipakai sebagai Rasul yang setia dan tidak pernah lagi mengingkari imannya kepada Kristus meskipun banyak sekali penderitaan yang harus ia hadapi seperti dapat kita baca dalam kesaksian  Surat Petrus.

Dari kisah petrus yang sangat terkenal ini maka sesungguhnya kita perlu mengambil makna dalam menjalani kehidupan beriman di tengah dunia yang bergelora saat ini, bahwa kita juga bisa menjadi lemah dan tak berdaya  di tengah tantangan dan kesulitan yang sewaktu waktu bisa datang dan menguji iman kita ataupun  di tengah penderitaan dan kesusahan yang harus kita lewati .

Situasi saat ini dimana kita Hidup di tengah dunia dengan banyak tawaran dan godaan yang menggiurkan seperti kekayaan, harta benda, jabatan, kedudukan , kecantikan , yang semuanya menghadirkan kemudahan, keindahan dan kenikmatan duniawi, namun hati hati jangan sampai karena tawaran dunia kita menyangkal Yesus Kristus. 

Harta benda, jabatan, kedudukan , popularitas akan hilang namun iman jangan sampai hilang karena iman kepada TUHAN YESUS KRISTUS  akan membawa kita pada keselamatan kekal.

Selagi masih diberikan nafas kehidupan, waktu hidup, kekuatan dan kesehatan dari Tuhan mari jemaat  kita menampilkan dan meyakinkan kepada  dunia, bahwa kita adalah orang orang yang setia dan tidak akan pernah menyangkal iman kita apapun konsekuensi kehidupan yang harus kita hadapi hari lepas hari. Ingatlah kesetiaan Tuhan Yesus untuk melakukan kehendak Allah demi keselamatan manusia. Ia rela sengsara, disiksa, menderita, disalibkan dan mati diatas kayu salib demi keselamatan kita. Kesetiaan Tuhan Yesus dalam penderitaan, kematian membawa pada kebangkitan Kristus yang artinya adalah kemenangan . Karena itu jangan pernah kita berpaling dari kasih Tuhan Yesus, jangan kita menjauh dari Tuhan Yesus, jangan kita mengandalkan diri sendiri ,jangan kita meninggalkan persekutuan yang beribadah dan jangan kita menyangkal Tuhan Yesus melainkan tetap setia karena pasti Tuhan Yesus akan menolong dan memampukan kita menjalani kehidupan di tengah dunia ini. AMIN.

Minggu, 27 Desember 2020

RENUNGAN MATIUS 2:13-18 STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK

 

Bersyukur kepada Tuhan dihari Natal ke-2 tanggal 26 Desember 2020 dalam segala keterbatasan akibat pandemic covid19 namun tidak menghalangi  kita untuk beribadah dan bersama sama merenungkan kembali makna natal melalui bacaan Firman Tuhan dalam matius 2 :13-18.

Tema perenungan kita adalah STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK DAN PEREMPUAN

Kekerasan pada perempuan meningkat di masa pandemi Covid-19. Saat perempuan dan anak-anak diminta melakukan aktivitas di rumah saja di masa Covid-19, ternyata rumah tidak menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak. Masalah ekonomi dan beban berat yang ditimpakan pada perempuan turut memicu terjadinya kekerasan baik secara psikologis maupun secara fisik

data yang diungkap Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dr. Nur Sitepu, secara nasional persentase kekerasan pada perempuan dan anak sangat mengkhawatirkan. “Satu dari tiga perempuan di Indonesia atau 30% perempuan mengalami kekerasan dan dua dari tiga anak atau 60% anak di Indonesia mengalami kekerasan,”
Perempuan memiliki kodrat untuk melahirkan yang merupakan salah satu proses yang tidak mudah dimulai dari mengandung sampai melahirkan anak ke dalam dunia ini. Peran perempuan sangatlah besar dalam kehidupan sebuah rumah tangga, tak jarang kita melihat banyak keluarga sukses atas dorongan dan perjuangan seorang perempuan mengatur dan mengelola rumah tangga, juga peranan penting perempuan dalam mendidik anak anak supaya menjadi generasi yang beretika, berguna dan bermanfaat bagi sesama

Disisi lain anak adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan di tengah keluarga. Anak anak adalah masa depan keluarga, gereja, bangsa dan negara. Karena itu, sejak kecil seharusnya anak diberikan perlindungan, rasa aman dan tentram serta anak  dipersiapkan  bertumbuh di jalan yang benar supaya  tidak menyimpang diusia dewasa.

Kehadiran  seorang anak seharusnya bukan sebuah beban melainkan sebuah berkaT karena anak anak bagaimanapun adalah titipan dalam sebuah keluarga untuk dirawat dan dijaga sebagaimana seharusnya.

 seorang anak harus dilindungi dari  teror, ancaman dan kekerasan baik yang berasal dari dalam keluarga maupun yang berasal dari luar keluarga seperti yang telah  dilakukan Yusuf dan Maria yang diberikan kuasa melahirkan Juruselamat Yesus Kristus kedalam dunia. Tidak gampang tantangan Yusuf dan Maria yang baru saja dikaruniai anak dimana mereka harus melindungi keluarga dari terror herodes sang pemimpin.

Pemerintah dan Pemimpin harusnya melindungi , mengayomi dan menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat namun berbeda jauh dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus Kristus dimana pemerintah atau penguasa justru berlaku sewenang wenang terhadap masyarakat akibat takut kehilangan posisi dan jabatan.  Herodes tidak ingin kekuasaannya beralih kepada orang lain, tidak ingin tersaingi dan tidak ingin kehilangan jabatan sehingga berita dari orang majus tentang lahirnya seorang Raja untuk disembah membuatnya kehilangan akal sehat dan mengambil keputusan salah dengan  memerintahkan agar semua anak laki-laki yang berumur dua tahun kebawah dibunuh. Anak anak yang tidak bersalah menjadi korban tak bersalah dari keegoisan sang penguasa yang tidak ingin kehilangan jabatan dan posisi.

Namun Tuhan Allah yang adalah raja diatas segala raja, penguasa atas bumi, langit dan segala isinya tentu tidak tinggal diam. Allah berdaulat atas apapun dalam dunia ini dan tidak ada satupun manusia yang dapat menggagalkan rencanaNya.

Malaikat Tuhan berkata kepada Yusuf : bangunlah ambilah Anak itu serta IbuNya , larilah ke Mesir dan tinggalah disana karena Herodes mencari anak itu untuk membunuhnya.

Disini kita melihat kembali bagaimana ketaatan Yusuf melaksanakan perintah Tuhan . ia tidak tawar menawar dengan Tuhan, ia percaya sungguh bahwa apa yang Tuhan perintahkan benar adanya dan membawa kebaikan. Ceritanya tentu bisa berbeda seandainya Yusuf tidak taat namun disinilah keunggulan  pribadi Yusuf sehingga dipilih Tuhan sebagai ayah dari sang juruselamat karena nilai ketaatan yang sangat tinggi. Kata kunci disini adalah Ketaatan kepada Tuhan mendatangkan berkat dan menghindarkan dari segala malapetaka.

Malam itu juga sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Tuhan dan sebagai bentuk perlindungan terhadap anak dan perempuan maka Yusuf sebagai kepala keluarga segera bertindak , sebagai suami dan sebagai ayah yang bertanggungjawab ia melakukan perintah malaikat dengan segera membawa keluarga menyingkir ke Mesir dan tinggal disana sampai Herodes mati.

Namun dalam situasi dan kondisi berbeda Ketika herodes tahu bahwa ia telah diperdayakan oleh orang majus maka ia sangat marah dan kehilangan akal sehat dengan menyuruh membunuh semua anak di Betlehem yang berumur dua tahun kebawah dan tergenapilah firman yang disampaikan nabi yeremia bahwa terdengar tangis dan ratap karena orang tua yang kehilangan anak mereka yang mati secara tragis.

Kisah tragis ini menjadi pelajaran berharga sampai masa kini  tentang hilangnya nilai kemanusiaan dan hati nurani karena keserakahan dan keegoisan manusia yang mengorbankan orang lain demi kepentingan dan kenikmatan diri sendiri karena itu Kekerasan dalam bentuk apapun tidak bisa kita biarkan karena kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah apapun.

Tuhan tidak pernah tidur dan selalu melihat apa yang diperbuat manusia dan Tuhan akan menyatakan kuasa dan kedaulatanNya

Mother  Theresia dari Kalkuta berkata apa yang menghancurkan dunia bukan bom atom, penyakit kanker atau pun bencana alam; yang menghancurkan dunia ialah ketika orang kehilangan kasih  Seperti yang telah ditunjukkan oleh raja Herodes.

Sebagai pengikut Kristus, hari ini kita  belajar dari perbuatan herodes dan perbuatan  Tuhan Yesus yang justru mengorbankan dirinya demi orang lain dan bukan mengorbankan orang lain demi diri sendiri.

Salib Yesus adalah sebuah bukti nyata dan fakta pengorbanan terbesar bagi keselamatan umat manusia dari dosa .

Makna Natal melalui kisah Matius 2 :13-18 adalah manusia harus kembali kepada jati dirinya yang sejati sebagai makhluk ciptaan Allah yang dikaruniakan akal sehat sehingga hendaknya kita berjuang dan menemukan berbagai strategi untuk menolak  berbagai praktik kekerasan dan pembunuhan yang mengakibatkan penderitaan. Di masa Natal ini dan seterusnya  jangan sampai kita menjadi pembawa bencana dan malapetaka bagi orang lain, melainkan hindarkan kebencian, emosi tak terkendali dan kekerasan terhadap sesame terutama terhadap perempuan dan anak yang selalu menjadi korban.

Warga GMIM harus menjadi teladan sebuah gerakan stop kekerasan kepada perempuan dan anak. Termasuk Kita semua YANG SAAT INI BERIBADAH di hari natal yang kedua ini harus berkomitmen untuk menjauhkan diri dari perbuatan tercela yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Pandemi covid 19 yang masih terjadi tentu ada maksud Tuhan . Pandemi covid 19 sesungguhnya mengajak kita semua untuk mengintrospeksi diri sejauh mana kita telah mengisi dan memaknai hidup ini apakah kita berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan ataukah selama ini kita telah menjauh dari kebenaran firman Tuhan.

sebagai gereja marilah kita membuka hati kita, membuka perspektif kita terhadap persoalan persoalan yang sementara terjadi saat ini baik pandemic covid19 maupun persoalan persoalan social kemasyarakatan, persoalan keluarga, persoalan orang tua dan anak ,persoalan suami istri dengan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

Korban kekerasan khususnya terhadap anak dan perempuan seperti suami menganiaya istri, pelecehan seksual terhadap wanita, penganiayaan terhadap anak secara psikis dan fisik, perdagangan perempuan dan berbagai tindakan melanggar lainnya seharusnya tidak terjadi lagi apalagi dilakukan oleh warga gereja.

Belajarlah seperti Yusuf yang melindungi istri dan anakNya dari kekerasan dan jauhkanlah diri kita menjadi seperti herodes yang merancang dan memerintahkan terjadinya pembunuhan missal.

Untuk itu supaya terhindar dari perbuatan tercela Mari kita melatih diri dan keluarga untuk tekun berdoa, rajin membaca Alkitab dan giat beribadah sehingga pola pikir, sikap dan tindakan tidak dipengaruhi oleh emosi, kebencian, kemarahan, pertikaian melainkan dipengaruhi oleh imah, harap dan kasih.

Semoga demikian. AMIN.

Sabtu, 21 November 2020

KHOTBAH MINGGU 22 NOVEMBER 2020. LUKAS 13 :22-30. DUDUK MAKAN DI DALAM KERAJAAN ALLAH

 

Bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas rahmat kasih dan anugerahNya jemaat Tuhan pada hari ini minggu 22 November 2020 boleh kembali beribadah meskipun dipandu di rumah gereja dan jemaat beribadah di rumah masing masing karena situasi dan kondisi pandemic covid19 namun tidak akan mengurangi arti dan panggilan kita beribadah kepada Tuhan Allah pencipta langit dan bumi yang tetap setia dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tanganNya.

Bacaan Alkitab terambil dalam Lukas 13 :22-30 dan tema perenungan kita diminggu yang berjalan ini sebagai warga GMIM adalah DUDUK MAKAN DI DALAM KERAJAAN ALLAH.

Duduk dan makan di dalam kerajaan Allah adalah kerinduan Tuhan Yesus bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Tidak ada yang lebih indah dan berbahagia ketika suatu saat nanti kita layak ada dalam perjamuan di dalam kerajaan Allah. Tuhan Yesus mau menolong manusia karena itu membuka rahasia supaya manusia bukan hidup asal hidup dan hanya terpaku serta fokus pada apa yang ada dalam dunia yang fana namun yang terpenting adalah bagaimana meraih kehidupan dalam kekekalan. Untuk itulah semasa hidup  dalam perjalanan pelayananNya  Yesus betul betul memanfaatkan setiap waktu untuk melayani. Tiada hari tanpa melayani inilah yang Yesus lakukan dengan  berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem (ay. 22). Sebenarnya Kondisi pada waktu itu berlangsung pada musim dingin, ketika sangat tidak nyaman untuk melakukan perjalanan dan lebih baik untuk beristirahat. Namun demikian, Yesus tetap memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberitakan firman, melayani, menyembuhkan orang sakit bahkan menjawab beberapa pertanyaan orang orang yang berjumpa denganNya. Kesempatan memang terkadang tidak datang kedua kali dan karena itu setiap kesempatan Yesus gunakan dengan sebaik baiknya.

Seseorang kemudian bertanya kepadaNya , Tuhan sedikit sajakah yang diselamatkan?

 Kata “diselamatkan” dalam bentuk kata kerja pasif dari kata dasarnya sozo (Yunani),Kata sozo ini dalam Alkitab dipakai dengan beberapa variasi mencakup selamat dari penyakit,disembuhkan,selamat dari kematian fisik/jasmani, selamat dari musuh atau celaka,kelepasan dari roh jahat,selamat dari bahaya,dll. Namun konteks dalam ayat ini kata diselamatkan maksudnya adalah keselamatan manusia secara rohani yaitu keselamatan dari dosa, atau keselamatan dari kematian kekal dan penghukuman kekal akibat dosa di neraka.

Di dunia yang cenderung semakin tidak rohani dan sudah rusak ini  Pertanyaan tentang KESELAMATAN justru adalah pertanyaan yang paling penting  karena menyangkut hidup dan mati, MENYANGKUT surga dan neraka,yang kadang diabaikan, dilupakan oleh  manusia sehingga menjalani hidup yang  sembarangan, hidup yang jauh dari Tuhan , atau hidup yang berdosa.

 

Orang itu bertanya  kepada Yesus tentang jumlah,kuantitas, sedikit atau banyakkah orang yang masuk surga? Tetapi  Yesus tidak menjawab berdasarkan jumlah sedikit atau banyak melainkan Yesus ingin mengajar orang itu terlebih dahulu dengan suatu kebenaran yang lebih dalam lagi tentang arti dan makna Keselamatan dan siapa yang diselamatkan.

Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat

Keselamatan memang adalah anugerah Allah bagi manusia. Apapun usaha manusia diluar Tuhan tidak akan membawanya pada keselamatan. Namun keselamatan yang adalah anugerah yang diberikan Tuhan secara cuma cuma kepada manusia harus dijaga ,dipertahankan dan  diperjuangkan bukan hanya yang penting sudah selamat habis perkara. Semua orang memang ingin masuk dan berusaha masuk mengalami berkat keselamatan tetapi sudah sangat jelas bahwa tidak semua dapat. Dijelaskan kondisi yang terjadi adalah Bila tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu maka meskipun pintu berkali kali diketok pintu tidak akan dibukakan. Manusia mungkin akan berdalih dan meminta kesempatan, keringanan ataupun pengampunan  dengan mengatakan bahwa bukankah kami pernah makan dan minum dihadapanMu , Engkau juga telah mengajar kami , dengan kata lain kami banyak bersama sama dengan tuan dalam kehidupan kami dan pastilah tuan mengenal kami, Lalu mengapa kami tidak diberikan kesempatan lagi. Jawaban dari sang tuan atas kehidupan sangat tegas dan jelas bahwa Enyahlah dari hadapanKu hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan karena akibat perbuatan kejahatan maka layak menerima hukuman.

Disini Yesus hendak membangun kesadaran dari hati yang paling dalam orang yang bertanya kepadaNya tentang siapa yang diselamatkan. Aktifitas pelayanan, aktifitas beribadah dan berbagai accecoris kehidupan beriman terkadang bukan jaminan. Apa yang kelihatan terkadang tidak sama dengan apa isi hati. Bisa saja kelihatan beriman dan beribadah tetapi belum tentu kehidupan berjalan sesuai KEHENDAK ALLAH. Artinya masih ada kesempatan untuk introspeksi diri dan merubah diri sebelum terlambat atau sebelum pintu tertutup karena  Sempitlah jalan menuju surga namun luaslah jalan menuju kebinasaan atau neraka.

Orang itu bertanya dan sekarang Yesus menjawab dengan sebuah pilihan untuk direnungkan dan diputuskan sebelum terlambat dan tak ada guna untuk disesali. Yesus bukan hanya memberikan jawaban jelas, telak dan terbuka tetapi Yesus juga ingin orang itu mengerti dan secara pribadi akan mengambil keputusan dari jawaban Yesus . Orang itu bertanya tetapi setelah mendengarkan penjelasan Yesus orang itu sendiri pula yang harus menjawab pertanyaannya tentang siapa yang diselamatkan.

 

 

Siapa diantara kita yang tidak ingin duduk makan dalam kerajaan Allah, sedangkan duduk makan saja bersama Gubernur atau Bupati atau orang orang penting yang punya jabatan sudah merasa sangat senang apalagi duduk makan dalam kerajaan Allah yang adalah tujuan kita sebagai orang percaya yang harus dicapai. Bukan hanya sekedar mimpi tetapi harus menjadi fakta yang kita imani dan yakini terjadi.

Namun sekali lagi semua tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena yang harus kita lakukan detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam selama Tuhan masih memberikan kita kesempatan adalah BERJUANGLAH ya sekali lagi berjuang dan terus berjuang.

 Melalui bacaan di hari minggu yang kudus ini , Yesus kembali mengingatkan untuk terus berjuang. Dengan menggunakan kata “berjuanglah”, Tuhan Yesus memberikan perintah kepada siapapun yang mau dan percaya kepadaNya untuk melakukan langkah langkah bukan hanya duduk diam termenung dan tak berbuat sama sekali namun harus terus memegang komitmen sampai akhir agar meraih kebahagiaan dan keselamatan kekal  dan layak duduk makan di dalam kerajaan Allah.

 

Hidup ini memang tidak lepas dari perjuangan. Dari sejak kecil sampai lanjut usia, dalam perjalanan  hidup ini setiap kita  tidak bisa dilepaskan dari perjuangan menghadapi berbagai hal. Berjuang dalam membangun hidup keluarga, berjuang dalam hal pendidikan, berjuang dalam pekerjaan,  berjuang melawan sakit dan penyakit, saat ini kita berjuang melawan virus covid19, Pokoknya tiada hari tanpa perjuangan. Apa yang kita harapkan dan dambakan setelah berjuang tidak lain adalah kebahagiaan dan kesuksesan. Tidak mudah memang jalan manusia , untuk melanjutkan kehidupan di dunia sekarang ini tidak ada pilihan lain selain terus berjuang demikian juga dengan iman dan percaya kepada Tuhan tidak ada pilihan lain selain terus berjuang, bergumul dalam iman sampai akhir kehidupan.

Yesus ingin menyampaikan bahwa dirinya adalah pintu itu, artinya Yesus tidak akan meninggalkan dan membiarkan kita bergumul, dan berjuang sendiri. Yesus mau menolong kita supaya kita layak masuk dan mengambil bagian untuk duduk makan dalam kerajaan Allah.

Anugerah keselamatan telah Yesus berikan, namun hanya orang-orang yang tetap setia dan selalu berjuang untuk selalu ingin bersama Yesus yang pada akhirnya akan masuk bersama-Nya di dalam Kerajaan Surga. Jangan menganggap remeh sebuah keselamatan yang telah Tuhan nyatakan dan jangan juga menjadi lemah dan goyah dalam mempertahankan keselamatan.

 

 

 

Ada orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu akan menjadi orang yang terakhir. Pilihan ada pada kita saat ini bagaimana dan mau kemana kita arahkan langkah hidup ini di tengah dunia yang sarat dengan pergumulan, tantangan dan godaan kehidupan yang terkadang mengaburkan pandangan dan tujuan kehidupan. Banyak hal hal yang sebelumnya tidak terjadi sekarang terjadi, perubahan demi perubahan terus terjadi di tengah bumi yang terus berputar pada porosnya. Manusia disibukkan dengan kerja dan perjuangan untuk meneruskan kehidupan dan generasi di tengah dunia saat ini. Namun jangan kehilangan arah, jangan putus asa dan kehilangan semangat, jangan menyerah teruslah berjalan bersama Tuhan dan didalam Tuhan selalu. Melalui firman Tuhan juga mengajak kita semua untuk mengintrospeksi kehidupan kita terutama apa yang telah kita buat dan sementara isi dalam kehidupan yang hanyalah anugerah semata mata yang bisa berakhir kapan dan dimana saja tanpa kita tahu. Setelah kehidupan sementara di dunia fana ini maka hidup akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan pemberi kehidupan baik atau tidak baik yang kita lakukan dan semua orang akan menerima upah dari segala perbuatannya. Semoga kita boleh masuk meskipun melalui pintu yang sesak namun layak untuk duduk dan makan dalam kerajaan Allah dan dijauhkan dari hal hal yang tidak kita inginkan yaitu penghukuman.

Yesus Kristus datang untuk memanggil dan menyelamatkan orang berdosa namun keselamatan harus kita perjuangkan sampai pada akhir hidup. Akhirnya selamat berjuang bersama Tuhan yang menolong dan memampukan kita semua menjalani kehidupan dengan tetap setia sampai akhirnya. AMIN

 

 

 

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...