Rabu, 19 Maret 2014

HARI PENUH KEGAGALAN

Mungkin ini buah buahnya atau ada maksudnya, atau bagaimana, mengapa ini terjadi, betul betul minggu minggu sengsara, Rabu, 19 Maret 2014 dibuka sangat baik dengan doa dan ibadah tapi dijalani penuh kegagalan mulai pagi sampai disiang hari, emosi memuncak , lagi lagi cekcok dengan  isteri, anak jadi sasaran, pergi kerja tidak tenang, dan sialnya saat berkendara memakai mobil yang masih baru dan kredit lagi eh kena senggol bendi, untunglah tidak ada korban nyawa dan syukurlah hanya tergores body mobil tidak penyok. tapi ya inilah pengalaman hari ini, semoga tak terulang lagi, ampuni aku Tuhan. Sekarang saya mau pergi Ibadah KPI dulu. Salam.

Rabu, 12 Maret 2014

POLITISASI BIROKRASI

Memang sudah menjadi nasib PNS untuk saat ini kariernya bukan ditentukan oleh kapasitas, profesionalisme, kualitas , kapasitas, sumber daya yang handal tapi ditentukan oleh politik. Ini yang saya amati di daerah saya.  Jenjang karier menjadi tidak jelas, siapa dekat api katanya dia panas.PNS di kantor lebih banyak berbicara tentang politik, caleg, partai, daripada menyelesaikan tugas. Tupoksi pun terhambat karena arahan politis. Kegiatan kegiatan yang didanai APBD seperti sosialisasi, tatap muka , dialog melenceng dari tujuan karena jadi ajang kampanye terselubung . Warna baju PNS lebih banyak berganti ganti sesuai warna partai  pemenang. Lebih heran lagi fungsi mutasi, rotasi, promosi jabatan bukan ditentukan oleh Baperjakat tapi oleh " baperjakat swasta", orang orang dekat penguasa, pembisik pembisik, pelapor pelapor, pimpinan partai penguasa.  Siapa pasang badan untuk memenangkan kemauan pimpinan terhadap salah satu partai ya kalau menang pasti jadi bintang , kalau kalah pasti jadi sampah. Banyak pejabat pejabat ABS : asal bapak senang. Politik adalah kepentingan , dan kepentingan tidak ada yang abadi . Hari ini sama kepentingan kawan, besok berbeda jadi lawan. Kasihan politik bila harus seperti ini mengorbankan manusia terutama sang abdi negara, PNS. PNS lebih banyak menjadi alat politik di masa masa pemilihan daripada menjadi alat negara. PNS tidak berdaya karena nasibnya ditentukan oleh politik. PNS ditakut takuti seperti ungkapan : mutasi di tempat jauh, non job akhirnya   Lebih banyak yang suka cari cari muka tetapi mereka yang demikianlah yang dipakai. Sampai kapan ini terjadi ? Mau jadi apa bangsa ini, apa ini tujuan bangsa kita merdeka sedangkan kemerdekaan bagi PNS masih jauh dari harapan. Apa ini tujuan Soekarno Hatta mendirikan bangsa ini? Bukan main pembodohan terpelajar ini dan kita tidak dapat berbuat apa apa menghadapi fenomena ini. Elit elit penguasa sangat senang melihat penderitaan PNS. Setiap ajang pemilihan selalu ditakut takuti, diancam, di politisasi . Ini fakta karena saya sendiri alami, lihat dan rasakan. Pakai baju di rumah saja hati hati jangan salah warna. Hari ini pun masuk telepon , mau suka jabatan aman? pasang badan. Eh , di rumah nenekmu ada pasang bendera partai lain, hati hati ada laporan, bisa berpengaruh pada jabatanmu. Inikah demokrasi? Ya saya hanya memilih  berdoa saja dan lebih mendekat kepada Tuhan, karena hanya dalam DIA ada perlindungan, sukacita dan damai. Untuk apa kekuasaan, harta , jabatan , kalau mengorbankan orang lain , didapat dengan cara tidak benar. Tidak ada yang abadi dalam dunia ini. 

Belajar dari senior

Memang hidup penuh dengan makna apalagi dalam perjumpaan dengan orang lain dimana dalam percakapan ada hal hal menarik dan penting untuk dicatat.
Hari ini saya belajar dari senior Pak Sendow yang telah malang melintang dalam dunia birokrasi antar kabupaten /Kota, dimulai dari bawah sampai puncak. Ia sudah dua tahun lalu pensiun tapi dari perawakan sangat sehat, masih memiliki semangat , pemikiran masih jernih, suatu harapan juga bagi saya kalau pensiun nanti masih sehat sehat. Ia masih memiliki jiwa muda, nampak pada mobil yang baru ia beli dilengkapi dengan accecoris, prinsipnya nikmati hidup jangan ada harta tidak dinikmati.Katanya kepribadian orang kalau ia memiliki mobil dapat dilihat dari bagaimana ia memperhatikan kebersihan mobilnya.   mengetahui saya juga adalah birokrat muda yang sementara meniti karier maka ia menyampaikan pesan pesan kepada juniornya :

  1.         Pesan utama kesuksesan adalah andalkan Tuhan, hidup sesuai firmanNya ,cari dahulu kerajaan Allah, senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun,  segala sesuatu sia sia tanpa Tuhan.
  2.         Jalani saya tugas , jangan bersungut sungut, CINTAI PEKERJAAN ITU, kalau memang Tuhan berkenan ia akan mengangkat kita , kalau memang garis tangan, itu akan terjadi, bersukacita saja, jangan kejar bintang , bintang tidak akan dapat kita kejar,
  3.           Sebagai sekcam maka buat atasan / camat merasa tenang meski tugas camat 75 % di lapangan tapi ia berpikir tenang , karena tugas kantor dapat diselesaikan oleh sekcam. Senior ini 7 tahun jadi sekcam dan setiap ganti camat selalu dipercaya.
  4.             Beri contoh kepada bawahan, jangan main perintah. Seperti disiplin setiap pagi lebih dahulu ke kantor.
  5.        Jangan menolak penugasan, merasa minder, merasa rendah diri dan tidak mampu dalam penugasan mewakili. Jalani saja dulu, dan minta hikmat Tuhan.
  6.       Sebagai atasan perhatikan kesejahteraan bawahan bila kuasa itu ada padamu, berbagi berkat, jangan makan sendiri.  Kalau ada anggaran beli seragam , lakukan itu untuk pegawai dan kepala desa.
  7.        Nama baik lebih berharga dari apapun itu.
  8.        Bangun komunikasi dengan semua orang / masyarakat. Sebagai pemimpin harus banyak turun lapangan dan menyerap aspirasi serta membantu menyelesaikan persoalan.
  9.        Jadilah birokrat tulen , ingat kita ini PNS, bukan pengurus partai, cerdaslah , loyal itu betul tapi jangan terlalu loyal sampai pasang badan. Bangun komunikasi yang baik terutama dengan politikus. Lebih baik tunjukan kualitas dan prestasi dalam pekerjaan.
  10.       Minta saran , masukan dan kritik membangun itu lebih baik daripada pujian manis yang membawa pada jurang kebinasaan. Ingatkan bawahan untuk dengan etika, sopan, santun memberi masukan pada pimpinan, jangan pemimpin so salah diam saja, sebab kalau pemimpin masuk jurang pasti bawahan juga kena akibatnya.
  11. .          Jadilah pemimpin yang tegas, integritas dan komitmen.
  12.             Berpikir matang sebelum bertindak.
Demikianlah poin poin penting yang saya tangkap dari percakapan dengan sang senior  yang sangat mencerahkan ini, makanya menyesal sekali kalau tidak langsung ditulis nanti keburu dilupa.
Setelah itu saat siang tiba pada hari itu juga, saya jumpa kepala bengkel . kebetulan lagi menambah accecoris kendaraan. Seorang Bapak yang ketika saya Tanya umurnya , dijawab sudah jam 3 sore. Entahlah umur berapa itu. Ciri khasnya meledak ledak, berbicara tegas dan keras , kadangkala keluar kata kata kasar, cenderung membenarkan pendapat dan hampir hampir tidak memberi kesempatan lawan bicara untuk bicara. Tangannya bahkan sampai menunjuk nunjuk. Orang kalau tidak kenal pribadi dan pemikirannya  pasti memiliki kesan tidak baik pada Bapak ini. Tapi begitulah kita jangan hanya selalu melihat dari sisi luar, tentang kekurangan dan kekurangan, bagaimanapun dan sekecil apapun ada sisi baik dari orang lain.

Kalau berbicara dengannya bahan apapun sepertinya ia sangat pakar dan menguasai apapun juga , apalagi politik. Dengar dengar sih dulu ia pernah jadi jurkam salah satu partai besar. Tapi bapak ini sisi bagusnya teguh berpegang pada prinsip yang ia yakini benar. Ia juga mahir bicara Alkitab. Saat ini lagi masa pencalegan dan ia marah pada salah satu saudaranya yang sudah 1 periode menjabat tapi tidak ada yang ia buat bagi masyarakat dan sekarang minta dukungan masyarakat lagi. Ia muak dan benci sosok seperti ini. Wakil rakyat harus benar benar merakyat , bersama sama rakyat, mendengar keluhan mereka dan memperjuangkan nasib mereka.

Rabu, 26 Februari 2014

Saatnya untuk kembali menata kehidupan

Asal ada makanan dan pakaian cukuplah,
Berikanlah kami makanan dan pakaian kami yang secukupnya

Mengucap syukur atas berkat rahmat dan kasihNya dalam hidup ini adalah hal yang terutama menurut saya dalam perenungan saat ini,
Mengapa kita mau menjadi susah untuk sesuatu yang akan binasa, tapi kadangkala itulah pilihan dan kebodohan kita, padahal sudah diingatkan hati nurani.
Hai manusia apakah yang kau cari di dunia ini, mengapa engkau mencari yang sia sia dan akan binasa, serta sifatnya sementara saja
Untuk hal hal yang mudah hancur , binasa, tidak kekal mengapa kita rela mati matian , berjuang sekuat tenaga dan memberikan segalanya bahkan rela mengorbankan sesama, keluarga dan harga diri
Tapi untuk hal yang abadi dan kekal kita biarkan dan santai santai saja , tanpa kita sadari hidup ini tidak selama lamanya.
Mengapa kita kuatir , takut, cemas, untuk kehilangan jabatan, kekuasaan, harta yang sifatnya sementara saja.
Dimana hatimu berada disitulah hidupmu berada,
Apa yang kau kejar didunia ini , yang selalu kau pikirkan itulah fokus hidupmu
Apakah arti kebahagiaan sejati ada pada harta, kekayaan dan kedudukan?
Semuanya yang ada didunia ini adalah kesia siaan belaka
Kalau memandang orang yang susah, hanya bekerja untuk makan sehari tapi justru ada kebahagiaan karena mereka bersyukur untuk apa yang ada.

Memang ternyata betul prinsip hiduplah secukupnya, jangan malas tapi bekerja dan berusahalah dengan semampunya, dengan sekuat tenaga, berilah yang terbaik, jangan meniru orang lain yang masa bodoh, malas malasan, egois, mementingkan diri sendiri, berdoalah kepada Tuhan selalu dan bersyukurlah untuk apapun hasilnya
Mendekatlah kepada Tuhan dan berserahlah kepadaNya sebab Ialah yang empunya segalanya, termasuk hidup ini.
Kalau Tuhan berkenan dan membuka jalan maka tidak ada satupun manusia yang dapat menutupnya, tapi kalau Tuhan tidak berkenan sekuat apapun kita berusaha pasti jalan akan tertutup.

 Gunakanlah segala sumber daya yang ada padamu saat ini, baik harta, materi dan kedudukan dengan sebaik baiknya, jangan boros apalagi berhutang untuk sesuatu yang fana, tidak berfaedah, terjerat dalam kredit yang menyusahkan seperti saat ini. Berhematlah , efisien dan hati hati menggunakan uang, jangan boros dan royal. Bantulah orang yang susah dan jadilah berkat bagi orang lain.
Jangan pernah merencanakan, berpikir yang buruk tentang orang lain apalagi menjatuhkan mereka meskipun sikap mereka banyak kali menjengkelkan kita.
Kalau kita berbuat sesuatu , berbuatlah yang terbaik, jangan ikut ikutan seperti orang lain, mereka malas tapi biarlah kita rajin.
Ada hal hal yang memang kita sudah berbuat yang terbaik tapi hasilnya kurang memuaskan, bersyukurlah yang penting kita sudah berusaha.
Janganlah menjadi sombong tapi jadilah rendah hati selalu menganggap orang lain juga penting , selalu punya hati yang ramah, dan mau membantu orang lain artinya hidup ini adalah hidup yang lebih banyak memikirkan bagaimana membantu orang lain daripada memikirkan diri sendiri.
Dimanapun kita ditanam berkembanglah dan berbuahlah!
Milikilah prinsip hidup, ketegasan dan integrtitas pribadi , bukan seperti kapal yang dapat diombang ambingkan sehingga tidak pernah sampai pada tujuan,
Apa artinya sukses diluar rumah tapi berantakan di dalam rumah. Keluarga adalah asset yang paling berharga.
Kesehatan juga harus dijaga dengan sangat baik , melalui pengaturan pola makan dan rajin berolahraga.

Saatnya untuk menata kembali kehidupan!
Rabu, 26 Feb 2014

Kamis, 19 September 2013

19 September 2013

Hari ini satu hari menjelang HUT ke-36 besok hari, dengan pergumulan yang saya rasakan terutama kekuatiran akan sakit penyakit. Memang belakangan ini setiap mendekati HUT di bulan September ada saja sakit yang mampir. Sakit yang saya rasakan saat ini begitu menakutkan dalam pikiran, bayang bayang .....begitu menguras pikiran ini. Hanya pasrah saja dan berserah kepada Tuhan bila memang saya harus melewati UJIAN IMAN ini. Janganlah saya dihukum karena dosa dosa saya yang banyak ya Tuhan. Saya memang tidak layak dihadapanMu. Karir sementara dibangun, keluarga yang masih baru dibangun dan perjuangan hidup keluarga yang masih baru, hanya padaMu ya Tuhan hambaMu memohon di usia ini sembuhkanlah aku ya Tuhan dan berilah aku kesempatan untuk hidup, jauhkanlah dari segala hal yang tidak kami inginkan, mujizatMu nyata ya Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiMu, rancanganMu adalah rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan, masa depan yang penuh harapan. Oh Tuhan tolonglah hambaMu ini yang berseru , bermohon, berdoa dengan penuh kerendahan hati sebab hidupku ada dalam tanganMu dan semuanya sia sia tanpa Tuhan. Apalah artinya hidup ini tanpaMu ya Tuhan . Dengan segala kesibukkan tugas pekerjaan sebagai PNS maupun dalam pelayanan yang dipercayakan memang dengan kondisi kesehatan saat ini adalah mujizat bisa eksis , inilah satu permohonanku diusia ke 36 ini ya Tuhan yaitu kesehatan dan kebebasan dari bayang bayang ketakutan, kecemasan dan kekuatiran akan sakit yang saya rasakan ini. Saya percaya dalam iman sembuh.

Kamis, 29 Agustus 2013

Khotbah minggu, 18 Agustus 2013


Kemarin tanggal 17 AGUSTUS KITA memperingati Hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Di berbagai tempat Banyak kegiatan dilaksanakan untuk memaknai hari kemerdekaan. Merdeka tentu erat kaitan dengan kebebasan , bebas dari penindasan dan penjajahan . Bebas untuk hidup sebagaimana harkat dan martabat sebagai manusia.  Bebas untuk menata hidup menuju  sejahtera. Tetapi pertanyaan nya sekarang benarkah kita sudah merdeka ?
Tema mingguan yang diangkat MTPJ adalah mengusahakan kesejahteraan. Untuk sejahtera tentu harus diperjuangkan. Sejahtera tidak akan datang sendiri, mustahil sejahtera kalau kita malas, tidak melakukan apa apa dan pangko kaki. Mustahil bangsa ini merdeka jika tidak ada perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang merebut kemerdekaan. UUD 1945 secara jelas menyampaikan apa tujuan Negara ini setelah merdeka yaitu mencapai kesejahteraan umum.
Saat ini kita hidup dalam alam kemerdekaan , namun ada orang yang belum merasakan kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya. Di sekitar kita masih  banyak orang yang hidup dalam keterbatasan, kemiskinan, dilecehkan, terpinggirkan , bagi mereka kemerdekaan seperti ungkapan jauh panggang dari api.
Belakangan ini di media massa menjadi topic hangat apa yang terjadi dengan oma Wilhelmina mogot yang tinggal di desa kaima kecamatan remboken.
Oma Wilhelmina adalah salah satu dari warga Minahasa yang boleh dikata tak merasa merdeka apalagi  tersentuh program mensejahterahkan masyarakat .

Tinggal di bawah pohon pada sebidang tanah milik orang, dengan beratapkan terpal tua yang mulai bocor serta tidur hanya diatas selembar papan berlantaikan tanah, minum dan memasak dari penampungan air hujan, Oma Wilhelmina tetap bertahan hidup.

Selama itu, dirinya bertahan hidup dengan berkebun di tanah orang dan menjual hasil tanamnya untuk menghidupkan dirinya bersama seorang anaknya bernama Benna Rintjap (40), yang sakit.
Dalam kondisi yang sangat memiriskan ini, Oma Wilhelmina tidak pernah terdaftar sebagai warga miskin di Minahasa, yang berhak menerima bantuan pemerintah seperti beras miskin (Raskin) ataupun bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), apalagi jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), atau bantuan lainnya.
Tapi Tuhan maha adil dalam hidup serba kekurangan dan kemiskinan ia tetap sehat di usia saat ini 82 tahun.


http://cybersulutnews.co.id/files.php?file=minahasa/IMG_20130809_01553_932905131.jpg
Gambar 'Istana' Oma Wilhelmina, tempat dirinya bersama anaknya menghabiskan waktu selama 10 Tahun terakhir

 Saudaraku, ini hanya satu potret anak bangsa yang sudah 68 tahun merdeka. Jangankan sejahtera merdeka saja belum, sementara berita televisi diisi kembali dengan sepak terjang KPK dalam memberantas korupsi., terbaru yaitu penangkapan kepala Satuan kelompok kerja minyak dan gas bumi republic Indonesia  yang menerima suap 700.000 dolar Amerika atau 7,2 milyar rupiah. Padahal ia pun sebenarnya sudah kaya, harta pribadi tersangka  yang dilaporkan  resmi adalah 8 milyar.
Disini kita melihat kesenjangan, Yang kaya belum puas dan terus menghalalkan segala cara memperkaya diri sendiri sementara yang miskin semakin miskin.



Namun, lepas dari semuanya itu kita tetap adalah anak bangsa dan pertanyaan penting bagi kita sekalian adalah peran apakah  yang harus kita buat bagi bangsa ini  dalam mengisi kemerdekaan dan mengusahakan kesejahteraan bagi sesama , apakah kita memilih tinggal diam, tidak melakukan apa apa , atau  kita mau terlibat untuk menjadi berarti bagi sesama, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan dimana kita beraktifitas.

Konteks yeremia 29 : 1-14 bacaan kita hari ini  berbicara tentang kondisi umat yang sebenarnya tidak merdeka, mereka sementara berada dalam pembuangan. Tetapi disini nabi yeremia mengingatkan mereka untuk tidak larut dalam keputusasaan , meratapi nasib, menyerah, dan tidak melakukan apa apa. Meski di negeri orang lain yaitu babel mereka tetap dipanggil untuk mengusahakan kesejahteraan kota dimana mereka tinggal. Alasannya jelas kesejahteraan kota adalah kesejahteraan mereka juga. Kalau kota dimana mereka tinggal susah dan  menderita, maka demikian juga mereka.  Yeremia memberi pesan yang jelas kepada orang Israel daripada meratapi diri sendiri adalah lebih baik peduli dengan orang lain, peduli dengan lingkungan dan keadaan di sekitar kita KARENA Tuhan telah merancangkan yang terbaik bagi umat yaitu rancangan damai sejahtera, hari depan yang penuh harapan dan bukan rancangan kecelakaan.
dua hal penting yang ditekankan nabi yeremia kepada bangsa Israel yaitu dua  kata kerja : mendoakan dan mengusahakan.
 kedua hal ini berhubungan erat. Mendoakan sesuatu dengan sungguh-sungguh sangat penting , ini yang harus menjadi nafas setiap orang percaya kapan dan dimanapun dia berada. Dalam yeremia 29 ;12-14 Tuhan pasti mendengarkan doa umatnya ketika kita mencari Dia dengan segenap hati. Bila selama ini secara jasmani dan rohani kita merasa belum merdeka maka ketika kita datang pada Tuhan ia pasti akan memerdekakan kita .
  Dalam  konteks 1 Petrus 4 : 7b Paulus pun mengingatkan kepada jemaat yang sementara menderita, dianiaya karena Injil , supaya mereka  menguasai diri, di tengah kesulitan , pergumulan, ancaman, tantangan, supaya tetap tenang sehingga dapat berdoa karena doa adalah kekuatan orang percaya.
Selanjutnya Ketika kita telah berdoa dengan sungguh sungguh maka hal kedua yang tak kalah penting adalah mengusahakan secara  aktif dalam  mewujudkan doa-doa tersebut.
1 Petrus 4 : 8-11 membawa kita orang percaya untuk menjadi agen agen kemerdekaan dimanapun kita berada, dalam situasi dan kondisi sekitar yang masih membutuhkan kemerdekaan jasmani dan rohani. Paulus kembali mengingatkan tentang satu kata yaitu kasih..Gereja perlu melakukan kasih untuk mengatasi  masalah masalah sosial bagi mereka yang lemah, papa, miskin, bodoh, pengangguran, kesenjangan sosial,   Kasih bukan hanya kata kata, bukan hanya program, bukan hanya impian tapi kasih harus  dilakukan. Paulus memberi contoh praktis seperti Memberi tumpangan, melayani seorang akan yang lain semuanya dilakukan  dengan tidak bersungut sungut  .
Kita semua  adalah anak bangsa Indonesia . Maju mundurnya bangsa ini, sejahtera tidaknya bangsa ini terletak pada kepedulian kita semua. Bangsa Indonesia dalam usia kemerdekaan yang ke 68 tahun membutuhkan kita semua untuk menjadi seperti Yeremia dan umat Israel yang mau peduli dengan sesama, mendoakan dan berusaha menciptakan kemerdekaan yang sesungguhnya.
Tuhan., berkatilah Indonesia, ubahlah setiap hati yang egois agar tidak merusak negeri ini , berilah kasih bagi kami supaya kami dapat membawa kemerdekaan
untuk menciptakan kesejahteraan. Amin.

Senin, 29 Juli 2013

Pemimpin sejati seperti nehemia


Saat ini dalam kehidupan kita baik dalam berkeluarga, berjemaat, berbangsa dan bernegara kita diperhadapkan dengan  banyak masalah dan persoalan. Salah satu sumber masalah adalah kepemimpinan . Dalam keluarga masalah bisa muncul ketika orang tua sebagai pemimpin tidak lagi menjadi teladan, dalam kehidupan berjemaat persekutuan terganggu disebabkan masalah  kepemimpinan dan dalam kehidupan bermasyarakat  banyak pemimpin menyalagunakan kekuasaannya dan menindas rakyat yang lemah.
Pemimpin dihasilkan dari berbagai proses, salah satunya adalah melalui proses politik lewat pemilihan umum. Minggu ini GMIM mengangkat tema dalam MTPJ : Partisipasi warga gereja dalam politik.
 Jemaat adalah juga warga negara yang dijamin dalam undang undang untuk memiliki hak politik yaitu dipilih dan memilih. Proses dan siklus Politik lewat pemilihan umum terjadi berulang ulang dalam kehidupan kita sebagai warga masyarakat saat ini. Belum lama kita melaksanakan pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati, saat ini pun proses pemilihan anggota legislatif di tahun 2014 tahapannya sudah berjalan, diteruskan dengan pemilihan presiden tahun 2014, lanjut lagi dengan pemilihan gubernur tahun 2015. Ada pendapat mengatakan benarlah ungkapan yang berkata hidup adalah memilih.
Sebagai warga GMIM kita pun tidak lama lagi akan masuk pada pemilihan Pelayan Khusus di bulan Oktober dan Khusus untuk BIPRA sesuai juknis maka salah satu syarat utama adalah harus memiliki sertifikat kepemimpinan. Tetapi, apapun proses pemilihan tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah output atau hasil dari pemilihan itu sendiri, apakah menghasilkan pemimpin yang berkualitas ataukah pemimpin yang mengecewakan. Ketika pilihan masyarakat menghasilkan  pemimpin yang mengecewakan maka partisipasi warga gereja dalam proses politik pasti menurun, ini yang biasa disebut dengan golput atau golongan putih yaitu mereka yang tidak menyalurkan hak pilihnya.

Melihat perjalanan Nehemia sebagai pemimpin, kita bisa menyebut orang ini sebagai pemimpin yang peduli dan berkorban. Nehemia berasal dari suku Yehuda. Dibesarkan di Persia, ia dipilih raja sebagai juru minum, yang mengatur makan dan minum raja. Ia sangat dekat dengan raja, ketika ada pembangunan kembali kota Yerusalem, maka Nehemia ditunjuk sebagai Bupati. Sebagai orang besar, ia tidak kehilangan jati diri. Ia bisa menyombongkan dirinya karena jabatannya. Tapi tidak dengan nehemia. Baginya  Jabatan itu hanyalah kepercayaan dan bila ia menyalagunakannya maka jabatan itu bisa saja diambil darinya.




Ada sebuah kisah nyata tentang Mantan Presiden Amerika Serikat George Wasington. Suatu  ketika ia berkunjung untuk melihat pasukannya di medan tempur. Tanpa sengaja sebuah kereta jatuh di lubang. Sang Kopral marah besar dan memerintahkan dengan keras supaya anak buahnya segera mengangkat kereta itu . Kereta itu sulit untuk diangkat dan membutuhkan tambahan tenaga manusia . Tetapi sang kopral hanya berteriak teriak dan marah marah . George Washington turun dari kuda dan membantu tentara lain menarik kereta hingga bisa keluar dari lubang. Bukannya berterima kasih sang kopral terus memarahi anak buahnya. George Washington pun berkata : negeri ini sedang dilanda kesusahan dan sebagai pemimpin kita harus bersama dalam susah dan senang untuk mengapai kemenangan. Sang kopral malah membentak dan berkata kasar. Sampai kemudian sang ajudan menegurnya dan mengatakan bahwa yang berdiri didepannya adalah presiden amerika serikat.
Dalam bacaan kita saat ini , Alkitab  mencatat bahwa ada problema yang dihadapi masyarakat  dalam pembangunan tembok Yerusalem dan bagaimana sang pemimpin sejati hadir bertindak dan menyelesaikan masalah.

Problema yang dihadapi adalah Ada banyak orang Yahudi yang miskin dan dilanda  bahaya kelaparan . Dalam Neh 3-4 sudah kita membaca  bahwa bangsa itu bekerja mati-matian untuk membangun tembok Yerusalem. Pekerjaan ini pasti menyita begitu banyak waktu sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk bekerja mencari nafkah. Apalagi setelah dalam Nehemia  4 ada musuh yang mau menyerang mereka. Ini menyebabkan para pek­erja itu bahkan tidak bisa pulang ke rumah mereka masing-masing, dan mereka tidur di Yerusalem untuk berjaga-jaga terhadap serangan para musuh itu (Neh 4:22). Mereka terpaksa menggadaikan ladang atau kebun, bahkan rumah mereka (ay 3), dan mereka meminjam uang (ay 4). Semua ini juga menyebabkan mereka menjadi miskin / makin miskin.
Dalam keadaan demikian apakah tindakan para pemimpin  , ironis mereka justru menari nari, tertawa dan senang diatas penderitaan rakyat. Apa yang mereka lakukan : mereka menerima ladang, kebun, atau rumah yang digadaikan (ay 3,5,11a) meminjamkan uang dengan bunga (ay 7,11) dan mereka mengambil anak-anak lelaki dan perempuan dari orang-orang miskin itu untuk dijadikan budak (ay 5,8).
Hal-hal ini tentu tidak benar dalam keadaan darurat dan susah bagaimana mungkin mereka masih bisa memikir untuk memeras / memperbudak orang?
Dalam kondisi ini tampilah nehemia .Ia mau mendengar suara orang miskin! Ia marah karena segala kejahatan yang terjadi dan Ia bertindak menentang / melawan para penguasa / pemuka (ay 7).





Nehemia mengadakan sidang jemaah yang besar (ay 7).Ia mengajak para pemuka itu untuk sama-sama menghapuskan hutang orang-orang miskin itu (ay 10b). Dan  menyuruh mereka bersumpah untuk menepati janji, dan ia bahkan memberikan kutuk kepada orang-orang yang tidak menepati janjinya (ay 12b-13).
Kisah nehemia menampilkan sosok pemimpin yang sejati , peduli dan mau berkorban demi kesejahteraan orang lain Nehemia  berperan sebagai agen yang mendamaikan dan memberi kelepasan
Nehemia menampilkan sosok kepemimpanan dan menjadi gambaran yang diwujudkan dalam diri Yesus.
Dalam konteks Matius 22 :15-21 disana kita melihat kepemimpinan orang orang farisi  yang sangat  berambisi terhadap kekuasaan  dan jabatan sehingga ketika ada orang lain yang merebut simpati masyarakat mereka bertekad untuk menyingkirkannya dengan cara apapun .
Yesus mengajarkan kepemimpinan yang sejati. Kebesaran seorang pemimpin Kristen tidak terletak pada berapa orang yang menjadi pengikutnya, tetapi berapa banyak orang yang dilayaninya. Kebesaran seorang pemimpin Kristen terletak justru pada komitmennya kepada mereka yang tersisih, kecil, marjinal, dan sering terlupakan.
Yesus membalikkan seratus delapan puluh derajat konsep kepemimpinan yang dimiliki kebanyakan orang, termasuk para murid-Nya. Alkitab menulis bahwa tak seorang pun yang kuasanya melebihi Dia (Yohanes 13:3). Keempat Injil mencatat segala perbuatan ajaib yang pernah dilakukan-Nya. Namun Yesus tidak pernah sekalipun menggunakan kuasa- Nya untuk kepentingan pribadi
Prinsip ini tidak dimengerti oleh orang farisi yang menginginkan mahkota namun menghindari salib, yang mengejar kemuliaan tapi menjauhkan penderitaan, yang berambisi menjadi tuan dan menolak disebut hamba.

Pemimpin sejati adalah mereka yang berhasil memberikan pengaruh positif, sehingga dengan sukarela banyak orang mengikutinya, bukan karena kedudukan atau imbalan yang akan didapatkan.
Saudaraku,  tidak semua orang dipanggil menjadi pemimpin.
namun mereka yang terpanggil menjadi pemimpin haruslah menjadi pemimpin-pelayan.
Kiranya Allah menolong Anda dan saya untuk melepaskan diri dari jerat kuasa, dan dalam anugerah-Nya dimampukan untuk menjadi pemimpin sejati dengan melayani sesama.

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...