Memang sudah menjadi nasib PNS untuk saat ini kariernya bukan ditentukan oleh kapasitas, profesionalisme, kualitas , kapasitas, sumber daya yang handal tapi ditentukan oleh politik. Ini yang saya amati di daerah saya. Jenjang karier menjadi tidak jelas, siapa dekat api katanya dia panas.PNS di kantor lebih banyak berbicara tentang politik, caleg, partai, daripada menyelesaikan tugas. Tupoksi pun terhambat karena arahan politis. Kegiatan kegiatan yang didanai APBD seperti sosialisasi, tatap muka , dialog melenceng dari tujuan karena jadi ajang kampanye terselubung . Warna baju PNS lebih banyak berganti ganti sesuai warna partai pemenang. Lebih heran lagi fungsi mutasi, rotasi, promosi jabatan bukan ditentukan oleh Baperjakat tapi oleh " baperjakat swasta", orang orang dekat penguasa, pembisik pembisik, pelapor pelapor, pimpinan partai penguasa. Siapa pasang badan untuk memenangkan kemauan pimpinan terhadap salah satu partai ya kalau menang pasti jadi bintang , kalau kalah pasti jadi sampah. Banyak pejabat pejabat ABS : asal bapak senang. Politik adalah kepentingan , dan kepentingan tidak ada yang abadi . Hari ini sama kepentingan kawan, besok berbeda jadi lawan. Kasihan politik bila harus seperti ini mengorbankan manusia terutama sang abdi negara, PNS. PNS lebih banyak menjadi alat politik di masa masa pemilihan daripada menjadi alat negara. PNS tidak berdaya karena nasibnya ditentukan oleh politik. PNS ditakut takuti seperti ungkapan : mutasi di tempat jauh, non job akhirnya Lebih banyak yang suka cari cari muka tetapi mereka yang demikianlah yang dipakai. Sampai kapan ini terjadi ? Mau jadi apa bangsa ini, apa ini tujuan bangsa kita merdeka sedangkan kemerdekaan bagi PNS masih jauh dari harapan. Apa ini tujuan Soekarno Hatta mendirikan bangsa ini? Bukan main pembodohan terpelajar ini dan kita tidak dapat berbuat apa apa menghadapi fenomena ini. Elit elit penguasa sangat senang melihat penderitaan PNS. Setiap ajang pemilihan selalu ditakut takuti, diancam, di politisasi . Ini fakta karena saya sendiri alami, lihat dan rasakan. Pakai baju di rumah saja hati hati jangan salah warna. Hari ini pun masuk telepon , mau suka jabatan aman? pasang badan. Eh , di rumah nenekmu ada pasang bendera partai lain, hati hati ada laporan, bisa berpengaruh pada jabatanmu. Inikah demokrasi? Ya saya hanya memilih berdoa saja dan lebih mendekat kepada Tuhan, karena hanya dalam DIA ada perlindungan, sukacita dan damai. Untuk apa kekuasaan, harta , jabatan , kalau mengorbankan orang lain , didapat dengan cara tidak benar. Tidak ada yang abadi dalam dunia ini.
Rabu, 12 Maret 2014
Belajar dari senior
Memang hidup penuh dengan makna apalagi dalam perjumpaan
dengan orang lain dimana dalam percakapan ada hal hal menarik dan penting untuk
dicatat.
Hari ini saya belajar dari senior Pak Sendow yang telah
malang melintang dalam dunia birokrasi antar kabupaten /Kota, dimulai dari
bawah sampai puncak. Ia sudah dua tahun lalu pensiun tapi dari perawakan sangat
sehat, masih memiliki semangat , pemikiran masih jernih, suatu harapan juga
bagi saya kalau pensiun nanti masih sehat sehat. Ia masih memiliki jiwa muda, nampak
pada mobil yang baru ia beli dilengkapi dengan accecoris, prinsipnya nikmati
hidup jangan ada harta tidak dinikmati.Katanya kepribadian orang kalau ia
memiliki mobil dapat dilihat dari bagaimana ia memperhatikan kebersihan
mobilnya. mengetahui saya juga adalah
birokrat muda yang sementara meniti karier maka ia menyampaikan pesan pesan
kepada juniornya :
- Pesan utama kesuksesan adalah andalkan Tuhan, hidup sesuai firmanNya ,cari dahulu kerajaan Allah, senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun, segala sesuatu sia sia tanpa Tuhan.
- Jalani saya tugas , jangan bersungut sungut, CINTAI PEKERJAAN ITU, kalau memang Tuhan berkenan ia akan mengangkat kita , kalau memang garis tangan, itu akan terjadi, bersukacita saja, jangan kejar bintang , bintang tidak akan dapat kita kejar,
- Sebagai sekcam maka buat atasan / camat merasa tenang meski tugas camat 75 % di lapangan tapi ia berpikir tenang , karena tugas kantor dapat diselesaikan oleh sekcam. Senior ini 7 tahun jadi sekcam dan setiap ganti camat selalu dipercaya.
- Beri contoh kepada bawahan, jangan main perintah. Seperti disiplin setiap pagi lebih dahulu ke kantor.
- Jangan menolak penugasan, merasa minder, merasa rendah diri dan tidak mampu dalam penugasan mewakili. Jalani saja dulu, dan minta hikmat Tuhan.
- Sebagai atasan perhatikan kesejahteraan bawahan bila kuasa itu ada padamu, berbagi berkat, jangan makan sendiri. Kalau ada anggaran beli seragam , lakukan itu untuk pegawai dan kepala desa.
- Nama baik lebih berharga dari apapun itu.
- Bangun komunikasi dengan semua orang / masyarakat. Sebagai pemimpin harus banyak turun lapangan dan menyerap aspirasi serta membantu menyelesaikan persoalan.
- Jadilah birokrat tulen , ingat kita ini PNS, bukan pengurus partai, cerdaslah , loyal itu betul tapi jangan terlalu loyal sampai pasang badan. Bangun komunikasi yang baik terutama dengan politikus. Lebih baik tunjukan kualitas dan prestasi dalam pekerjaan.
- Minta saran , masukan dan kritik membangun itu lebih baik daripada pujian manis yang membawa pada jurang kebinasaan. Ingatkan bawahan untuk dengan etika, sopan, santun memberi masukan pada pimpinan, jangan pemimpin so salah diam saja, sebab kalau pemimpin masuk jurang pasti bawahan juga kena akibatnya.
- . Jadilah pemimpin yang tegas, integritas dan komitmen.
- Berpikir matang sebelum bertindak.
Demikianlah poin poin penting yang saya tangkap dari
percakapan dengan sang senior yang
sangat mencerahkan ini, makanya menyesal sekali kalau tidak langsung ditulis
nanti keburu dilupa.
Setelah itu saat siang tiba pada hari itu juga, saya jumpa
kepala bengkel . kebetulan lagi menambah accecoris kendaraan. Seorang Bapak
yang ketika saya Tanya umurnya , dijawab sudah jam 3 sore. Entahlah umur berapa
itu. Ciri khasnya meledak ledak, berbicara tegas dan keras , kadangkala keluar
kata kata kasar, cenderung membenarkan pendapat dan hampir hampir tidak memberi
kesempatan lawan bicara untuk bicara. Tangannya bahkan sampai menunjuk nunjuk.
Orang kalau tidak kenal pribadi dan pemikirannya pasti memiliki kesan tidak baik pada Bapak
ini. Tapi begitulah kita jangan hanya selalu melihat dari sisi luar, tentang
kekurangan dan kekurangan, bagaimanapun dan sekecil apapun ada sisi baik dari
orang lain.
Kalau berbicara dengannya bahan apapun sepertinya ia sangat
pakar dan menguasai apapun juga , apalagi politik. Dengar dengar sih dulu ia
pernah jadi jurkam salah satu partai besar. Tapi bapak ini sisi bagusnya teguh
berpegang pada prinsip yang ia yakini benar. Ia juga mahir bicara Alkitab. Saat
ini lagi masa pencalegan dan ia marah pada salah satu saudaranya yang sudah 1
periode menjabat tapi tidak ada yang ia buat bagi masyarakat dan sekarang minta
dukungan masyarakat lagi. Ia muak dan benci sosok seperti ini. Wakil rakyat
harus benar benar merakyat , bersama sama rakyat, mendengar keluhan mereka dan
memperjuangkan nasib mereka.
Rabu, 26 Februari 2014
Saatnya untuk kembali menata kehidupan
Asal ada makanan dan
pakaian cukuplah,
Berikanlah kami makanan
dan pakaian kami yang secukupnya
Mengucap syukur atas
berkat rahmat dan kasihNya dalam hidup ini adalah hal yang terutama menurut
saya dalam perenungan saat ini,
Mengapa kita mau menjadi
susah untuk sesuatu yang akan binasa, tapi kadangkala itulah pilihan dan
kebodohan kita, padahal sudah diingatkan hati nurani.
Hai manusia apakah yang
kau cari di dunia ini, mengapa engkau mencari yang sia sia dan akan binasa,
serta sifatnya sementara saja
Untuk hal hal yang mudah
hancur , binasa, tidak kekal mengapa kita rela mati matian , berjuang sekuat
tenaga dan memberikan segalanya bahkan rela mengorbankan sesama, keluarga dan
harga diri
Tapi untuk hal yang abadi
dan kekal kita biarkan dan santai santai saja , tanpa kita sadari hidup ini
tidak selama lamanya.
Mengapa kita kuatir ,
takut, cemas, untuk kehilangan jabatan, kekuasaan, harta yang sifatnya
sementara saja.
Dimana hatimu berada
disitulah hidupmu berada,
Apa yang kau kejar didunia
ini , yang selalu kau pikirkan itulah fokus hidupmu
Apakah arti kebahagiaan
sejati ada pada harta, kekayaan dan kedudukan?
Semuanya yang ada didunia
ini adalah kesia siaan belaka
Kalau memandang orang yang
susah, hanya bekerja untuk makan sehari tapi justru ada kebahagiaan karena
mereka bersyukur untuk apa yang ada.
Memang ternyata betul prinsip
hiduplah secukupnya, jangan malas tapi bekerja dan berusahalah dengan
semampunya, dengan sekuat tenaga, berilah yang terbaik, jangan meniru orang
lain yang masa bodoh, malas malasan, egois, mementingkan diri sendiri, berdoalah
kepada Tuhan selalu dan bersyukurlah untuk apapun hasilnya
Mendekatlah kepada Tuhan
dan berserahlah kepadaNya sebab Ialah yang empunya segalanya, termasuk hidup
ini.
Kalau Tuhan berkenan dan
membuka jalan maka tidak ada satupun manusia yang dapat menutupnya, tapi kalau
Tuhan tidak berkenan sekuat apapun kita berusaha pasti jalan akan tertutup.
Gunakanlah segala sumber daya yang ada padamu
saat ini, baik harta, materi dan kedudukan dengan sebaik baiknya, jangan boros
apalagi berhutang untuk sesuatu yang fana, tidak berfaedah, terjerat dalam
kredit yang menyusahkan seperti saat ini. Berhematlah , efisien dan hati hati
menggunakan uang, jangan boros dan royal. Bantulah orang yang susah dan jadilah
berkat bagi orang lain.
Jangan pernah
merencanakan, berpikir yang buruk tentang orang lain apalagi menjatuhkan mereka
meskipun sikap mereka banyak kali menjengkelkan kita.
Kalau kita berbuat sesuatu
, berbuatlah yang terbaik, jangan ikut ikutan seperti orang lain, mereka malas
tapi biarlah kita rajin.
Ada hal hal yang memang
kita sudah berbuat yang terbaik tapi hasilnya kurang memuaskan, bersyukurlah
yang penting kita sudah berusaha.
Janganlah menjadi sombong
tapi jadilah rendah hati selalu menganggap orang lain juga penting , selalu
punya hati yang ramah, dan mau membantu orang lain artinya hidup ini adalah
hidup yang lebih banyak memikirkan bagaimana membantu orang lain daripada
memikirkan diri sendiri.
Dimanapun kita ditanam
berkembanglah dan berbuahlah!
Milikilah prinsip hidup,
ketegasan dan integrtitas pribadi , bukan seperti kapal yang dapat diombang
ambingkan sehingga tidak pernah sampai pada tujuan,
Apa artinya sukses diluar
rumah tapi berantakan di dalam rumah. Keluarga adalah asset yang paling
berharga.
Kesehatan juga harus
dijaga dengan sangat baik , melalui pengaturan pola makan dan rajin
berolahraga.
Saatnya untuk menata
kembali kehidupan!
Rabu, 26 Feb 2014
Kamis, 19 September 2013
19 September 2013
Hari ini satu hari menjelang HUT ke-36 besok hari, dengan pergumulan yang saya rasakan terutama kekuatiran akan sakit penyakit. Memang belakangan ini setiap mendekati HUT di bulan September ada saja sakit yang mampir. Sakit yang saya rasakan saat ini begitu menakutkan dalam pikiran, bayang bayang .....begitu menguras pikiran ini. Hanya pasrah saja dan berserah kepada Tuhan bila memang saya harus melewati UJIAN IMAN ini. Janganlah saya dihukum karena dosa dosa saya yang banyak ya Tuhan. Saya memang tidak layak dihadapanMu. Karir sementara dibangun, keluarga yang masih baru dibangun dan perjuangan hidup keluarga yang masih baru, hanya padaMu ya Tuhan hambaMu memohon di usia ini sembuhkanlah aku ya Tuhan dan berilah aku kesempatan untuk hidup, jauhkanlah dari segala hal yang tidak kami inginkan, mujizatMu nyata ya Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiMu, rancanganMu adalah rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan, masa depan yang penuh harapan. Oh Tuhan tolonglah hambaMu ini yang berseru , bermohon, berdoa dengan penuh kerendahan hati sebab hidupku ada dalam tanganMu dan semuanya sia sia tanpa Tuhan. Apalah artinya hidup ini tanpaMu ya Tuhan . Dengan segala kesibukkan tugas pekerjaan sebagai PNS maupun dalam pelayanan yang dipercayakan memang dengan kondisi kesehatan saat ini adalah mujizat bisa eksis , inilah satu permohonanku diusia ke 36 ini ya Tuhan yaitu kesehatan dan kebebasan dari bayang bayang ketakutan, kecemasan dan kekuatiran akan sakit yang saya rasakan ini. Saya percaya dalam iman sembuh.
Kamis, 29 Agustus 2013
Khotbah minggu, 18 Agustus 2013
Kemarin tanggal 17 AGUSTUS KITA memperingati Hari
kemerdekaan bangsa Indonesia. Di berbagai tempat Banyak kegiatan dilaksanakan
untuk memaknai hari kemerdekaan. Merdeka tentu erat kaitan dengan kebebasan ,
bebas dari penindasan dan penjajahan . Bebas untuk hidup sebagaimana harkat dan
martabat sebagai manusia. Bebas untuk
menata hidup menuju sejahtera. Tetapi
pertanyaan nya sekarang benarkah kita sudah merdeka ?
Tema mingguan yang diangkat MTPJ adalah mengusahakan
kesejahteraan. Untuk sejahtera tentu harus diperjuangkan. Sejahtera tidak akan
datang sendiri, mustahil sejahtera kalau kita malas, tidak melakukan apa apa
dan pangko kaki. Mustahil bangsa ini merdeka jika tidak ada perjuangan dan
pengorbanan para pahlawan yang merebut kemerdekaan. UUD 1945 secara jelas
menyampaikan apa tujuan Negara ini setelah merdeka yaitu mencapai kesejahteraan
umum.
Saat ini kita hidup dalam alam kemerdekaan , namun ada
orang yang belum merasakan kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya. Di sekitar
kita masih banyak orang yang hidup dalam
keterbatasan, kemiskinan, dilecehkan, terpinggirkan , bagi mereka kemerdekaan
seperti ungkapan jauh panggang dari api.
Belakangan ini di media massa menjadi topic hangat apa
yang terjadi dengan oma Wilhelmina mogot yang tinggal di desa kaima kecamatan
remboken.
Oma
Wilhelmina adalah salah satu dari warga Minahasa yang boleh dikata tak merasa
merdeka apalagi tersentuh program
mensejahterahkan masyarakat .
Tinggal
di bawah pohon pada sebidang tanah milik orang, dengan beratapkan terpal tua
yang mulai bocor serta tidur hanya diatas selembar papan berlantaikan tanah,
minum dan memasak dari penampungan air hujan, Oma Wilhelmina tetap bertahan
hidup.
Selama
itu, dirinya bertahan hidup dengan berkebun di tanah orang dan menjual hasil
tanamnya untuk menghidupkan dirinya bersama seorang anaknya bernama Benna
Rintjap (40), yang sakit.
Dalam kondisi yang sangat memiriskan ini, Oma Wilhelmina
tidak pernah terdaftar sebagai warga miskin di Minahasa, yang berhak menerima
bantuan pemerintah seperti beras miskin (Raskin) ataupun bantuan langsung
sementara masyarakat (BLSM), apalagi jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas),
atau bantuan lainnya.
Tapi Tuhan maha adil dalam hidup serba kekurangan dan
kemiskinan ia tetap sehat di usia saat ini 82 tahun.

Gambar 'Istana' Oma Wilhelmina,
tempat dirinya bersama anaknya menghabiskan waktu selama 10 Tahun terakhir
Saudaraku, ini
hanya satu potret anak bangsa yang sudah 68 tahun merdeka. Jangankan sejahtera
merdeka saja belum, sementara berita televisi diisi kembali dengan sepak
terjang KPK dalam memberantas korupsi., terbaru yaitu penangkapan kepala Satuan
kelompok kerja minyak dan gas bumi republic Indonesia yang menerima suap 700.000 dolar Amerika atau
7,2 milyar rupiah. Padahal ia pun sebenarnya sudah kaya, harta pribadi
tersangka yang dilaporkan resmi adalah 8 milyar.
Disini kita melihat kesenjangan, Yang kaya belum puas dan
terus menghalalkan segala cara memperkaya diri sendiri sementara yang miskin
semakin miskin.
Namun, lepas dari semuanya itu kita tetap adalah anak
bangsa dan pertanyaan penting bagi kita sekalian adalah peran apakah yang harus kita buat bagi bangsa ini dalam mengisi kemerdekaan dan mengusahakan
kesejahteraan bagi sesama , apakah kita memilih tinggal diam, tidak melakukan apa
apa , atau kita mau terlibat untuk
menjadi berarti bagi sesama, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan dimana
kita beraktifitas.
Konteks yeremia 29 : 1-14 bacaan kita hari ini berbicara tentang kondisi umat yang sebenarnya
tidak merdeka, mereka sementara berada dalam pembuangan. Tetapi disini nabi
yeremia mengingatkan mereka untuk tidak larut dalam keputusasaan , meratapi
nasib, menyerah, dan tidak melakukan apa apa. Meski di negeri orang lain yaitu
babel mereka tetap dipanggil untuk mengusahakan kesejahteraan kota dimana
mereka tinggal. Alasannya jelas kesejahteraan kota adalah kesejahteraan mereka
juga. Kalau kota dimana mereka tinggal susah dan menderita, maka demikian juga mereka. Yeremia memberi pesan yang jelas kepada orang
Israel daripada meratapi diri sendiri adalah lebih baik peduli dengan orang
lain, peduli dengan lingkungan dan keadaan di sekitar kita KARENA Tuhan telah merancangkan
yang terbaik bagi umat yaitu rancangan damai sejahtera, hari depan yang penuh
harapan dan bukan rancangan kecelakaan.
dua hal penting yang ditekankan nabi yeremia kepada
bangsa Israel yaitu dua kata kerja : mendoakan
dan mengusahakan.
kedua hal ini berhubungan erat. Mendoakan sesuatu dengan
sungguh-sungguh sangat penting , ini yang harus menjadi nafas setiap orang
percaya kapan dan dimanapun dia berada. Dalam yeremia 29 ;12-14 Tuhan pasti mendengarkan
doa umatnya ketika kita mencari Dia dengan segenap hati. Bila selama ini secara
jasmani dan rohani kita merasa belum merdeka maka ketika kita datang pada Tuhan
ia pasti akan memerdekakan kita .
Dalam konteks 1 Petrus 4 : 7b Paulus pun mengingatkan
kepada jemaat yang sementara menderita, dianiaya karena Injil , supaya mereka menguasai diri, di tengah kesulitan ,
pergumulan, ancaman, tantangan, supaya tetap tenang sehingga dapat berdoa
karena doa adalah kekuatan orang percaya.
Selanjutnya
Ketika kita telah berdoa dengan sungguh sungguh maka hal kedua yang tak kalah
penting adalah mengusahakan secara aktif dalam
mewujudkan doa-doa tersebut.
1
Petrus 4 : 8-11 membawa kita orang percaya untuk menjadi agen agen kemerdekaan
dimanapun kita berada, dalam situasi dan kondisi sekitar yang masih membutuhkan
kemerdekaan jasmani dan rohani. Paulus kembali mengingatkan tentang satu kata
yaitu kasih..Gereja perlu melakukan kasih untuk mengatasi masalah masalah sosial bagi mereka yang
lemah, papa, miskin, bodoh, pengangguran, kesenjangan sosial, Kasih bukan hanya kata kata, bukan hanya program,
bukan hanya impian tapi kasih harus dilakukan.
Paulus memberi contoh praktis seperti Memberi tumpangan, melayani seorang akan
yang lain semuanya dilakukan dengan
tidak bersungut sungut .
Kita
semua adalah anak bangsa Indonesia .
Maju mundurnya bangsa ini, sejahtera tidaknya bangsa ini terletak pada
kepedulian kita semua. Bangsa Indonesia dalam usia kemerdekaan yang ke 68 tahun
membutuhkan kita semua untuk menjadi seperti Yeremia dan umat Israel yang mau
peduli dengan sesama, mendoakan dan berusaha menciptakan kemerdekaan yang
sesungguhnya.
Tuhan., berkatilah Indonesia, ubahlah setiap hati yang egois
agar tidak merusak negeri ini , berilah kasih bagi kami supaya kami dapat
membawa kemerdekaan
untuk menciptakan kesejahteraan. Amin.
untuk menciptakan kesejahteraan. Amin.
Senin, 29 Juli 2013
Pemimpin sejati seperti nehemia
Saat ini dalam kehidupan kita baik dalam berkeluarga, berjemaat, berbangsa dan bernegara kita diperhadapkan dengan banyak masalah dan persoalan. Salah satu sumber masalah adalah kepemimpinan . Dalam keluarga masalah bisa muncul ketika orang tua sebagai pemimpin tidak lagi menjadi teladan, dalam kehidupan berjemaat persekutuan terganggu disebabkan masalah kepemimpinan dan dalam kehidupan bermasyarakat banyak pemimpin menyalagunakan kekuasaannya dan menindas rakyat yang lemah.
Pemimpin dihasilkan dari berbagai proses, salah satunya adalah melalui proses politik lewat pemilihan umum. Minggu ini GMIM mengangkat tema dalam MTPJ : Partisipasi warga gereja dalam politik.
Jemaat adalah juga warga negara yang dijamin dalam undang undang untuk memiliki hak politik yaitu dipilih dan memilih. Proses dan siklus Politik lewat pemilihan umum terjadi berulang ulang dalam kehidupan kita sebagai warga masyarakat saat ini. Belum lama kita melaksanakan pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati, saat ini pun proses pemilihan anggota legislatif di tahun 2014 tahapannya sudah berjalan, diteruskan dengan pemilihan presiden tahun 2014, lanjut lagi dengan pemilihan gubernur tahun 2015. Ada pendapat mengatakan benarlah ungkapan yang berkata hidup adalah memilih.
Sebagai warga GMIM kita pun tidak lama lagi akan masuk pada pemilihan Pelayan Khusus di bulan Oktober dan Khusus untuk BIPRA sesuai juknis maka salah satu syarat utama adalah harus memiliki sertifikat kepemimpinan. Tetapi, apapun proses pemilihan tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah output atau hasil dari pemilihan itu sendiri, apakah menghasilkan pemimpin yang berkualitas ataukah pemimpin yang mengecewakan. Ketika pilihan masyarakat menghasilkan pemimpin yang mengecewakan maka partisipasi warga gereja dalam proses politik pasti menurun, ini yang biasa disebut dengan golput atau golongan putih yaitu mereka yang tidak menyalurkan hak pilihnya.
Melihat perjalanan Nehemia sebagai pemimpin, kita bisa menyebut orang ini sebagai pemimpin yang peduli dan berkorban. Nehemia berasal dari suku Yehuda. Dibesarkan di Persia, ia dipilih raja sebagai juru minum, yang mengatur makan dan minum raja. Ia sangat dekat dengan raja, ketika ada pembangunan kembali kota Yerusalem, maka Nehemia ditunjuk sebagai Bupati. Sebagai orang besar, ia tidak kehilangan jati diri. Ia bisa menyombongkan dirinya karena jabatannya. Tapi tidak dengan nehemia. Baginya Jabatan itu hanyalah kepercayaan dan bila ia menyalagunakannya maka jabatan itu bisa saja diambil darinya.
Ada sebuah kisah nyata tentang Mantan Presiden Amerika Serikat George Wasington. Suatu ketika ia berkunjung untuk melihat pasukannya di medan tempur. Tanpa sengaja sebuah kereta jatuh di lubang. Sang Kopral marah besar dan memerintahkan dengan keras supaya anak buahnya segera mengangkat kereta itu . Kereta itu sulit untuk diangkat dan membutuhkan tambahan tenaga manusia . Tetapi sang kopral hanya berteriak teriak dan marah marah . George Washington turun dari kuda dan membantu tentara lain menarik kereta hingga bisa keluar dari lubang. Bukannya berterima kasih sang kopral terus memarahi anak buahnya. George Washington pun berkata : negeri ini sedang dilanda kesusahan dan sebagai pemimpin kita harus bersama dalam susah dan senang untuk mengapai kemenangan. Sang kopral malah membentak dan berkata kasar. Sampai kemudian sang ajudan menegurnya dan mengatakan bahwa yang berdiri didepannya adalah presiden amerika serikat.
Dalam bacaan kita saat ini , Alkitab mencatat bahwa ada problema yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan tembok Yerusalem dan bagaimana sang pemimpin sejati hadir bertindak dan menyelesaikan masalah.
Problema yang dihadapi adalah Ada banyak orang Yahudi yang miskin dan dilanda bahaya kelaparan . Dalam Neh 3-4 sudah kita membaca bahwa bangsa itu bekerja mati-matian untuk membangun tembok Yerusalem. Pekerjaan ini pasti menyita begitu banyak waktu sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk bekerja mencari nafkah. Apalagi setelah dalam Nehemia 4 ada musuh yang mau menyerang mereka. Ini menyebabkan para pekerja itu bahkan tidak bisa pulang ke rumah mereka masing-masing, dan mereka tidur di Yerusalem untuk berjaga-jaga terhadap serangan para musuh itu (Neh 4:22). Mereka terpaksa menggadaikan ladang atau kebun, bahkan rumah mereka (ay 3), dan mereka meminjam uang (ay 4). Semua ini juga menyebabkan mereka menjadi miskin / makin miskin.
Dalam keadaan demikian apakah tindakan para pemimpin , ironis mereka justru menari nari, tertawa dan senang diatas penderitaan rakyat. Apa yang mereka lakukan : mereka menerima ladang, kebun, atau rumah yang digadaikan (ay 3,5,11a) meminjamkan uang dengan bunga (ay 7,11) dan mereka mengambil anak-anak lelaki dan perempuan dari orang-orang miskin itu untuk dijadikan budak (ay 5,8).
Hal-hal ini tentu tidak benar dalam keadaan darurat dan susah bagaimana mungkin mereka masih bisa memikir untuk memeras / memperbudak orang?
Dalam kondisi ini tampilah nehemia .Ia mau mendengar suara orang miskin! Ia marah karena segala kejahatan yang terjadi dan Ia bertindak menentang / melawan para penguasa / pemuka (ay 7).
Nehemia mengadakan sidang jemaah yang besar (ay 7).Ia mengajak para pemuka itu untuk sama-sama menghapuskan hutang orang-orang miskin itu (ay 10b). Dan menyuruh mereka bersumpah untuk menepati janji, dan ia bahkan memberikan kutuk kepada orang-orang yang tidak menepati janjinya (ay 12b-13).
Kisah nehemia menampilkan sosok pemimpin yang sejati , peduli dan mau berkorban demi kesejahteraan orang lain Nehemia berperan sebagai agen yang mendamaikan dan memberi kelepasan
Nehemia menampilkan sosok kepemimpanan dan menjadi gambaran yang diwujudkan dalam diri Yesus.
Dalam konteks Matius 22 :15-21 disana kita melihat kepemimpinan orang orang farisi yang sangat berambisi terhadap kekuasaan dan jabatan sehingga ketika ada orang lain yang merebut simpati masyarakat mereka bertekad untuk menyingkirkannya dengan cara apapun .
Yesus mengajarkan kepemimpinan yang sejati. Kebesaran seorang pemimpin Kristen tidak terletak pada berapa orang yang menjadi pengikutnya, tetapi berapa banyak orang yang dilayaninya. Kebesaran seorang pemimpin Kristen terletak justru pada komitmennya kepada mereka yang tersisih, kecil, marjinal, dan sering terlupakan.
Yesus membalikkan seratus delapan puluh derajat konsep kepemimpinan yang dimiliki kebanyakan orang, termasuk para murid-Nya. Alkitab menulis bahwa tak seorang pun yang kuasanya melebihi Dia (Yohanes 13:3). Keempat Injil mencatat segala perbuatan ajaib yang pernah dilakukan-Nya. Namun Yesus tidak pernah sekalipun menggunakan kuasa- Nya untuk kepentingan pribadi
Prinsip ini tidak dimengerti oleh orang farisi yang menginginkan mahkota namun menghindari salib, yang mengejar kemuliaan tapi menjauhkan penderitaan, yang berambisi menjadi tuan dan menolak disebut hamba.
Yesus mengajarkan kepemimpinan yang sejati. Kebesaran seorang pemimpin Kristen tidak terletak pada berapa orang yang menjadi pengikutnya, tetapi berapa banyak orang yang dilayaninya. Kebesaran seorang pemimpin Kristen terletak justru pada komitmennya kepada mereka yang tersisih, kecil, marjinal, dan sering terlupakan.
Yesus membalikkan seratus delapan puluh derajat konsep kepemimpinan yang dimiliki kebanyakan orang, termasuk para murid-Nya. Alkitab menulis bahwa tak seorang pun yang kuasanya melebihi Dia (Yohanes 13:3). Keempat Injil mencatat segala perbuatan ajaib yang pernah dilakukan-Nya. Namun Yesus tidak pernah sekalipun menggunakan kuasa- Nya untuk kepentingan pribadi
Prinsip ini tidak dimengerti oleh orang farisi yang menginginkan mahkota namun menghindari salib, yang mengejar kemuliaan tapi menjauhkan penderitaan, yang berambisi menjadi tuan dan menolak disebut hamba.
Pemimpin sejati adalah mereka yang berhasil memberikan pengaruh positif, sehingga dengan sukarela banyak orang mengikutinya, bukan karena kedudukan atau imbalan yang akan didapatkan.
Saudaraku, tidak semua orang dipanggil menjadi pemimpin.
namun mereka yang terpanggil menjadi pemimpin haruslah menjadi pemimpin-pelayan.
Kiranya Allah menolong Anda dan saya untuk melepaskan diri dari jerat kuasa, dan dalam anugerah-Nya dimampukan untuk menjadi pemimpin sejati dengan melayani sesama.
namun mereka yang terpanggil menjadi pemimpin haruslah menjadi pemimpin-pelayan.
Kiranya Allah menolong Anda dan saya untuk melepaskan diri dari jerat kuasa, dan dalam anugerah-Nya dimampukan untuk menjadi pemimpin sejati dengan melayani sesama.
Kamis, 30 Mei 2013
renungan birokrat dari berbagai kutipan
Birokrat Dan Semangat
Cepat, cekatan, adil dan profesional adalah sosok ideal dari seorang birokrat yang diharapkan oleh masyarakatnya di era yang serba demokratis saat ini. Melihat semakin hari tugas dan fungsi pemerintah semakin meningkat, demikian pula kegagalan demi kegagalan pemerintah dalam mengimplementasikan program-programnya semakin menumpuk. Maka sorotan tajam kita langsung tertuju kepada sosok birokrat sebagai motor penggerak dari pemerintahan. Perlu sosok birokrat yang cerdas dalam berkarya dan berkinerja, tidak hanya para birokrat yang terlihat bermain catur di jam kerja, ngerumpi, nge-game, bolos jam kerja, dan hanya menghabiskan anggaran untuk kegiatan rutin yang sia-sia.
Birokrat sesuai dengan fungsi alamiahnya (pure function), diibaratkan sosok pelayan bagi masyarakat sebagai tuannya yang dituntut untuk menghadirkan pelayanan optimal dan efektif. Namun ironisnya, muncul pergeseran fungsi dari para punggawa pemerintahan ini, mereka merasa lebih ingin dilayani ketimbang untuk melayani. Fenomena inilah yang seringkali menghambat kinerja pemerintahan, sehingga birokrasi terkesan lambat, bertele-tele, dan korup. Kesan negatif yang melekat di tubuh birokrasi ini sangat sulit untuk dilepas selagi birokrat belum mampu membawa semangat kepentingan publik yang berorientasi pelayanan prima dan profesional.
Perkembangan paradigma pemerintahan modern saat ini telah memasuki fase yang disebut New Public Service yang sangat memandang bahwa pelayanan terhadap kepentingan masyarakat/publik adalah misi utama. Kemudian para birokrat dituntut untuk berperan lebih banyak mendengar daripada berkata-kata serta lebih banyak melayani daripada mengarahkan. Birokrat perlu untuk lebih peka terhadap masalah-masalah publik yang semakin lama semakin kompleks, bukan hanya terpaku pada rutinitas kerja yang kaku dan sentralisistik terhadap pimpinan.
Meskipun pemerintah telah meningkatkan anggaran dalam pengembangan sumber daya aparatur melalui berbagai pelatihan, lokakarya, seminar, kursus, maupun diklat dengan harapan untuk meningkatkan kinerja birokrasi dalam pelayanan publik. Akan tetapi, langkah kongkrit dari pemerintah itu belum terasa hasilnya bagi masyarakat sebagai user dari pelayanan yang diberikan. Hal ini mengindikasikan bahwa belum terbentuknya mental dan karakter birokrasi yang membawa semangat ke-publik-an. Perubahan – perubahan yang dihasilkan hanyalah bersifat administratif yang kian rumit dan komplek, namun tidak menyentuh pada perkembangan etika dalam birokrasi.
Dalam pelayanan publik yang dihadirkan oleh birokrasi, etika dapat dikatakan sebagai nilai moral yang dijadikan sebagai suatu rule of conduct untuk mewujudkan kinerja pelayanan yang prima dan profesional. Para birokrat perlu menghayati bahwa etika adalah variabel yang akan sangat mempengaruhi kinerja dari birokrasi, etika akan mengajarkan bagaimana berkarakter dan bermental profesional dalam melaksanakan tugas pelayanan. Etika akan mengingatkan bahwa public interest atau kepentingan publik adalah diatas segalanya, karena sejatinya dalam pelayanan publik perlu mengorbankan kepentingan individu untuk mencapai kepentingan publik ( Y.T. Keban, 2000).
Peranan etika birokrasi dalam proses pelayanan publik sangatlah vital. Ketika etika sebagai rule of conduct ini tidak mampu diaplikasikan maka akan dapat menimbulkan berbagai bentuk penyimpangan. Penyimpangan ini seperti yang biasanya terjadi di Indonesia dapat dilihat mulai dari proses kebijakan publik (misalnya pengusulan program maupun proyek yang tidak didasarkan atas kenyataan), desain organisasi pelayanan publik yang sangat bias terhadap kepentingan tertentu, proses manajemen pelayanan publik yang penuh rekayasa dan kamuflase, yang kesemuanya itu mengakibatkan kinerja yang tidak akuntabel, tidak transparan, inefisensi, berperilaku korup, dsb. Sehingga tidak dapat disangkal bahwa rapuhya etika birokrasi merupakan salah satu penyebab melemahkan kinerja pemerintahan dalam fungsi pelayanan hingga saat ini.
Untuk itu, pemerintah perlu memikirkan pondasi yang kuat bagi pembangunan etika birokrasi pemerintahan. Sehingga etika dapat dijadikan tulang yang kokoh untuk penopang kualitas pelayanan publik dan dialiri darah yang mengandung semangat kepublikan. Jikalau lemahnya etika ini dibiarkan membusuk dan menggerogoti sendi-sendi pelayanan publik, tentunya 20% lebih anggaran yang dialokasikan untuk belanja pegawai akan menjadi sia-sia, dan tidak akan membawa kebermanfaatan bagi masyarakat sebagai user pelayanan publik.
Ferdian Perdana AN'08
| Profil Birokrasi di Era Perubahan |
|
Langganan:
Postingan (Atom)
pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman
YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...
-
Salam sejahtera bagi kita semua, Apa kabar hari ini? Tentu sehat, kuat dan diberkati Tuhan sehingga kita boleh kembali memberi diri dala...
-
BAHAN BACAAN : KIDUNG AGUNG 8 :5-7 Hari ini kita berkumpul UNTUK KEMBALI bersyukur kepada Tuhan yang memberi cintaNya kepada kita semua ,...
-
Renungan Artikel-artikel renungan atau yang dapat memberi inspirasi 20 Berkat Mengapa saya berkata "Saya tidak bisa" jika ...