Minggu, 30 September 2012

Keseimbangan Bekerja Dan Melayani




PRINSIP KESEIMBANGAN ANTARA PEKERJAAN, KELUARGA DAN PELAYANAN
[by samson h]
Banyak orang beranggapan bahwa bekerja merupakan kutuk dan bukan berkat. Anggapan ini timbul akibat pengertian keliru dari catatan kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa dimana Allah menghukum Adam dan Hawa karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Untuk mendahului pembahasan ini ada baiknya dilampirkan beberapa ayat firman Allah di sini.
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” [Kejadian 1:26 ,28]
“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untukmengusahakan dan memelihara taman itu” [Kejadian 2:15]
“Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimudari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembaali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” [Kejadian 3:17-19]
Ketiga bagian firman Allah di atas memberikan penjelasan tentang perintah Allah untuk bekerja. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah bekerja itu merupakan kutuk atau akibat ketidaktaatan Adam dan Hawa kepada Allah di Taman Eden? Mengacu pada Kejadian 3:17-19 seakan memberikan petunjuk kearah itu karena adanya perkataan ini, “terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu . . . dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu.” Tidak bisa disangkal apa yang dicatat di sini merupakan hukuman atau kutuk yang diberikan Allah kepada Adam dan Hawa dan sekaligus bagi keturunannya. Tetapi jika ketiga bagian ayat-ayat di atas dilihat dari sudut kronologisnya maka sangat jelas bahwa bekerja bukanlah kutuk atau hukuman akibat ketidaktaatan Adam dan Hawa.
Alasan pertama kenapa bekerja itu bukan kutuk karena Allah telah memerintahkan manusia untuk bekerja jauh sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Secara khusus, Kejadian 1:28, memberikan pernyataan ini, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Ini adalah perintah Allah kepada manusia pertama. Mereka harus beranakcucu, bertambah banyak, memenuhi bumi dan menaklukkannya serta menguasai lautan dan daratan. Perintah ini tentu tidak akan bisa terlaksana jika orang yang diperintahkan itu tidak bekerja. Dengan kata lain sejak Adam dan Hawa diciptakan Allah, Allah telah memerintahkan mereka untuk bekerja karena bekerja merupakan tanggungjawab mereka dan bagian yang utuh dari kehidupan.
Alasan kedua karena Allah lebih rinci memberitahukan bahwa ketika Allah menempatkan Adam dan Hawa di Taman Eden, mereka harus bekerja di taman itu. Kejadian 2:15 memberitahukan hal ini, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”Kata “mengusahakan” dan “memelihara” di sini tentu tidak lain adalah bekerja. Adam dan Hawa harus mengurus Taman Eden sebaik mungkin karena itulah tugas dan kewajiban mereka.
Di sini terlihat jelas bahwa bekerja sudah menjadi bagian kehidupan Adam dan Hawa sejak mereka diciptakan Allah. Perintah untuk bekerja telah diberikan jauh sebelum Allah memberikan kutuk atau hukuman akibat ketidaktaatan atau kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa. Jika memang demikian, apa maksud kutuk yang diberikan Allah dalam Kejadian 3:17-19? Karena Allah telah memerintah Adam dan Hawa untuk bekerja jauh sebelum kejatuhan mereka, maka apa yang disampaikan Allah dalam Kejadian 3:17-19 itu merupakan penegasan bahwa mereka harus lebih bekerja keras lagi untuk mendapatkan atau mencukupi kebutuhan mereka. Kenapa harus lebih bekerja keras lagi? Karena Allah telah mengutuk tanah, terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu . . . dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu.” Maka tidak heran jika manusia hingga sekarang ini harus bekerja dan bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya.
Manusia harus bekerja keras tetapi manusia hidup bukan hanya untuk bekerja karena manusia juga harus bertanggungjawab untuk mengurus keluarganya dan melayani Tuhannya yang telah menciptakan dan menyelamatkannya. Dengan kata lain, manusia memiliki tiga hal utama dalam hidupnya: PEKERJAAN, KELUARGA DAN PELAYANAN. Ketiga hal ini harus diurus dan dilakukan dengan keseimbangan. Secara khusus orang Kristen harus benar-benar memahami ketiga tujuan ini. Ketidaktahuan dalam mengatur atau keseimbangan ketiga hal ini akan sangat berbahaya dalam hidup seorang Kristen. Tidak bisa hanya bekerja keras saja lalu mengabaikan keluarga dan pelayanannya kepada Tuhan. Atau hanya bekerja keras dan mengurus keluarganya dengan baik tetapi tidak memberikan waktu untuk pelayanan. Atau sebaliknya, sibuk dalam pelayanan namun mengambaikan keluarga dan pekerjaannya. ADA TUNTUTAN KESEIMBANGAN bagi setiap orang percaya.
PRINSIP-PRINSIP KERJA DALAM PERJANJIAN LAMA
(1)  Bekerja Merupakan Bagian yang Utuh dari Kehidupan
Bagi seorang Yahudi, bekerja adalah kewajiban kepada Tuhan. Ketaatan mereka pada hokum keempat dari 10 Hukum Allah menjelas bahwa mereka harus bekerja selama enam hari untuk mencukupi kebutuhan mereka dan pada hari yang ketujuh harus beristirahat dari segala kesibuhan mereka. Kehidupan orang-orang Perjanjian Lama tidak terlepas dari tuntutan bekerja selama enam hari tersebut.
Untuk mencapai suatu tujuan yang sukses, setiap anak Yahudi dituntut belajar melakukan pekerjaan manual. Dalam catatan buku yang ditulis oleh William Barclay memberitahukan demikian:
“Bagi seorang Yahudi kerja amatlah penting -  kerja merupakan intisari kehidupan. Orang-orang Yahudi mengenal ungkapan “orang yang tidak mengajar anak lelakinya berusaha, mengajarnya mencuri.” Seorang rabi Yahudi sama kedudukannya dengan seorang dosen atau professor di perguruan tinggi, tetapi menurut hukum Yahudi ia tidak boleh menerima satu sen pun dari tugas mengajarnya; ia harus menguasai suatu bidang usaha yang dilakukannya dengan tangannya dan dengan demikian ia memenuhi kebutuhannya sendiri. Karena  itu ada rabi Yahudi yang menjadi tukang jahit, tukang sepatu, tukang cukur, atau tukang roti dan bahkan pula menjadi aktor. Bekerja bagi seorang Yahudi adalah kehidupan.”
Sangat jelas kejatuhan mansuai ke dalam dosa mengubah tingkat kesukaran kerja tetapi nilainya tetap sama. Adam dan Hawa pasti merasakan hal itu. Jika sebelum kejatuhan mereka ke dalam dosa, pekerjaan mereka tidak sesulit setelah kejatuhan mereka. Jika memperhatikan kehidupan orang-orang Perjanjian Lama, baik nabi, pemimpin, laki-laki dan perempuan, termasuk para janda sekalipun, mereka merupakan manusia yang bekerja karena itu adalah bagian kehidupan.
(2)  Setiap Orang Harus bekerja
Seperti yang telah disampaikan diatas, tiap-tiap orang harus memperlengkapi diri untuk menjadi seorang pekerja yang handal. Bekerja itu berarti kemuliaan dan kebahagiaan tetapi sebaliknya, jika seseorang tidak bekerja, itu akan menjadi malapetaka yang diliputi dengan perasaan malu karena orang yang tidak bekerja berarti tidak bisa memenuhi kebutuhannya dan keluarganya.
Maka, Keluaran 34:21 mencatat perintah ini: “Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga.” Ada prinsip penting yang dicatat dalam ayat ini karena ayat ini diberikan Tuhan kepada umatnya. Prinsipnya adalah, “Jika manusia itu bekerja keras dan memliki rasa cinta, hormat dan taat kepada Tuhan, maka pekerjaan yang dilakukannya selama enam hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya.” Tuhan tidak asal menetapkan suatu peraturan tetapi Ia tahu bahwa apa yang Ia katakan itu pasti dan benar. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi orang yang mencintai dan mengasihi Tuhan untuk berkata bahwa hasil bekerja selama enam hari yang ditetapkan Tuhan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun sebaliknya jika mereka tidak mengashi Tuhan, bekerja keras setiap hari tanpa istirahat pun akan tetap dirasakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Hidupnya makin susah, dan samakin ia bekerja semakin ia rasakan bahwa apa yang ia dapatkan tetap tidak cukup, karena Tuhan tidak pernah memberkati pekerjaan dan usahanya.
Yang selalu ditekan pada ayat diatas, biasanya pada poin istirahat satu hari dalam seminggu. Tetapi perhatikan bahwa ayat ini mengatakan, “Enam hari lamanya engkau bekerja.” Itu adalah perintah, bukan pilihan. Kemalasan dikutuk. Setiap orang memberikan sumbangannya dalam mendukung keluarganya. Oleh karena itu pergunakan waktu yang ada dengan baik sehingga pada hari kudus Tuhan, sebagai orang percaya bisa memuliakan Tuhan di rumah Tuhan.
Dalam Amsal 3:6-8 Allah memerintahkan untuk mengamati semut dan belajar darinya. Semut bekerja keras untuk mengumpulkan makanan agar dapat hidup pada setiap musim. Ingatlah bahwa kerja di masa kini mencakup segala sesuatu yang dilakukan untuk melangsungkan kehidupan keluarga, bukan sekadar kerja dalam suatu usaha.
(3)  Kerja Memberikan kepuasan
Sekali lagi perlu ditekankan bahwa Allah mengetahui semua seluk beluk kehidupan manusia dan ketika Ia memberikan suatu pernyataan tentang kehidupan manusia itu berarti fakta yang sesungguhnya. Allah itu Mahatahu. Ia mengetahui isi hati, pikiran dan rencana setiap manusia. Oleh karena itu apa yang Allah sampaikan dalam kitab Amsal merupakan suatu fakta kehidupan manusia yang tidak bisa disangkal manusia. Bekerja keras merupakan bagian dari kehidupan manusia. MakaAmsal penuh dengan peringatan tentang kerja keras.
“Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak” (Ams 18:9).
“Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar” (Ams 19:15)
Manusia tidak boleh menjauhi kerja, melainkan dipuaskan oleh hasil kerja tangan atau pikirannya.
“Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak” (Pengkh 5:11).
“Dalam tiap jerih payah ada keuntungan” (Ams 14:23).
“Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia daripada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya” (Pengkh 3:22)
Setiap orang Kristen yang bekerja akan merasa puas menikmati hasil jerih payahnya karena ia tahu Tuhan telah memberkatinya.
(4)  Setiap Pekerjaan yang Halal Patut Dihormati
Harus diakui bahwa tidak semua jenis pekerjaan cocok untuk orang Kristen meskipun pekerjaan itu menjanjikan penghasilan yang lebih besar. Setiap pekerjaan yang dilakukan harus selaras dengan norma-norma Kekristenan dan iman Kristen. Ada jenis pekerjaan yang dengan mudah bisa dipastikan tidak bisa dilakukan orang Kristen kerena bertentangan dengan ajaran firman Allah tetapi ada juga jenis pekerjaan yang abu-abu, antara ya dan tidak. Namun ada juga jenis pekerjaan yang sebenarnya sangat baik tetapi bisa disalahartikan demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Anggap saja sebagai Sales. Tidak ada salahnya menjadi sales, tetapi jika disalahgunakan bisa jadi dosa besar dimana ia memberitahukan pelanggannya bahwa barang itu bagus padahal tidak. Baginya yang terpenting penjualan lancar meskipun ia harus berbohong dan menipu menipu pelanggannya. Pekerjaan baik apapun yang digeluti seorang Kristen harus tetap sejalan dengan iman percaya dan hati nuraninya. Jika ia menyadari ada unsur dosa dalam pekerjaannya maka ia harus meninggalkannya karena Tuhan tidak akan pernah memberkatinya.
Dalam Perjanjian Lama jenis pekerjaan masa itu tidak sama dengan masa modern sekarang ini. Namun kita bisa melihat segala jenis pekerjaan yang baik mendapatkan pujian: Kerja buruh (1 Raj 5:7-18); pekerjaan manual (Kel 36:1-2); usaha dagang/kepemimpinan (Daniel, Musa); usaha yang membutuhkan pikiran/ilmiah (Daniel).
Sejumlah pekerjaan tertentu dikategorikan “tidak halal” atau tidak dihormati. Antara lain adalah pelacuran, memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi, setiap usaha yang dilakukan dengan menipu atau mengambil keuntungan dari orang miskin, atau setiap usaha yang dilakukan secara tidak jujur. Tentu masih banyak lagi yang bisa didaftarkan disini sebagaiman dijabarkan dalam kitab Amsal. Lakukanlah pekerjaan kamu dengan baik dan pastikan tidak bertentangan dengan ajaran firman Allah dan hati nurani kamu sendiri.
PRINSIP-PRINSIP KERJA DALAM PERJANJIAN BARU
Jika menyelidiki Kitab Perjanjian Baru, terdapat sederet keterangan tentang prinsip kerja yang menjadi pertmbangan penting bagi kehidupan orang percaya. Tanpa merendahkan prinsip-prinsip lainnya, di bawah ini ada lima pokok penting yang akan kita pelelajari.
1)   Tidak Bekerja, Tidak Makan
Paulus dengan tegas mengajarkan bahwa jika seseorang tidak bekerja, janganlah ia makan. Tidak ada belaskasihan pada orang yang malas atau yang tidak bekerja. Paulus menuliskan hal ini untuk jemaat Tesalonika dalam  2 Tesalonika 3:10, “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”Ini pernyataan keras Paulus yang membuktikan bahwa beekerja bukan suatu pilihan tetapi keharusan. Paulus telah menunjukkan dalam hidup pelayanannya bahwa kerja keras merupakan keharus bagi setiap orang percaya. Meskipun Paulus seorang Rasul yang dipanggil Tuhan untuk melayani, namun ketika ia tidak mendapatkan bantuan yang cukup dari gereja-gereja yang dilayaninya, ia juga melakukna pekerjaan tambahan sebagai pembuat tenda untuk memenuhi kebutuhannya. Orang Kristen tidak boleh menjadi pengemis atau pemalas. Ketika ada kerja keras dalam mengerjakan pekerjaan yang halal, Tuhan akan memberkati.
Paulus lebih lanjut menjelaskan dalam ayat 14 demikian, “Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakana dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu.” Jika ayat ini dikaitkan dengan apa yang Paulus katakana dalam ayat 10 tadi, itu berarti orang Kristen tidak diperbolehkan untuk bergaul dengan orang-orang yang tidak mau bekerja atau pemalas. Bukan bermaksud untuk mengujilkan orang tersebut tetapi agar ia berubah dan marasa malu sehingga ia mau kembali bekerja untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarganya.
2)   Cukupilah Kebutuhan Keluarga Anda
Orang Kristen seharusnya menjadi seorang teladan dalam mencukupi kebutuhan keluarganya. Inilah yang diungkapkan Paulus kepada Timotius yang sedang menggembalakan jemaat Efesus. Ia berkata, “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Tim 5:8). Kata “memelihara” di sini lebih mengarah pada mencukupi kebutuhan dan bukan hanya mencakup “menjaga dan melindunig.” Seorang Kristen harus mencukupi kebutuhan fisik keluarganya. Bila seorang Kristen tidak melakukan hal ini maka tidak kesaksiannya akan runtuh.
Pemenuhan kebutuhan di sini bukanlah kemewahan tetapi kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan setiap orang. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan ini, bekerja merupakan kewajiaban setiap orang Kristen.
3)   Jadilah Pegawai yang Taat dan Penurut
Karena bekerja tidak selalu mengerjakan pekerjaan miliki sendiri tetapi juga pekerjaan yang merupakan milik orang lain atau dibawah penguasaan orang lain seperti perusahaan. Dalam hal ini, Paulus menjelaskan dalam Kolose 3:22-23, “Hai hamba-hama, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Konteks ayat di atas memang hubungan seroang hamba dengan majikannya karena di masa itu hanya jenis pekerjaan demikian yang lebih umum dan itulah yang dijadikan contoh dalam Alkitab. Tetapi dari ayat itu ada suatu prinsip yang bisa dilakukan hingga sekarang ini yaitu menjadi pegawai atau karyawan yang taat dan penurut. Apakah menjadi pekerja di sebuah perusahaan besar atau kecil, seorang karyawan atau pegawai harus mengikuti aturan kerja yang telah ditetapkan atau disepakati.
Namun jika dicermati kedua ayat di atas, di sana  diungkapkan dua hal utama yang menjadi kelemahan seorang hamba atau karyawan. Yang pertama adalah sikap membrontak atau melawan. Inilah penyakit semua perkerja atau karyawan. Mereka sering tidak mau menawati tuan mereka bahkan merasa sulit untuk menjadi seorang pekerja yang taat. Inilah pergumulan semua pekerja atau karyawan. Itulah sebabnya Paulus berkata, “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu.”
Hal kedua adalah bahwa para hamba atau karyawan suka mengambil muka. Sebenarnya sikap ini juga merupakan bagian dari ketidaktaatan. Kebanyakan para hamba hanya taat dan rajin ketika tuan mereka ada di sekitar mereka. Namun ketika tuan mereka lagi sibuk atau tidak ada di tempat kerja, para hamba atau karyawan mengabaikan tugas dan kewajiban mereka. Pekerja sedemikian bukanlah pekerja yang baik dan setia. Tuhan tidak akan memberkati para pekerja seperti ini. Paulus berkata, “Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
4)   Jadilah Majikan yang Adil
Prinsip kerja bukan hanya diberikan untuk para pegawai atau pekerja tetapi juga ada prinsip penting bagi pemilik usaha atau majikan. Inilah hikmat yang dari Tuhan dimana hamba dan majikan sama-sama memiliki kewajiban dan tanggungjawab masing-masing. Ada aturan untuk para hamba tetapi juga ada aturan bagi para tuan dan keduanya harus menjaga dan memelihara kewajiban dan tugas masing-masing. Paulus menuturkannya demikian, “Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah kamu juga mempunyai tuan di sorga” (Kolose 4:1).
Dalam ayat ini Paulus mengangkat dua hal yang perlu diperhatikan para pemilik usaha, tuan atau majikan, yaitu “adil” dan “jujur.” Bisa dikatakan permasalahan para pemilik usaha terhadap para pegawai atau karyawannya terletak pada kedua hal ini. Mereka sering tidak bersikap adil dan jujur terhdapa para pekerjanya. Jika kamu seorang tuan, perhatikanlah hal ini karena kelemahan kamu ada pada kedua poin ini.
5)   Kesempurnaan Harus Menjadi Tolok Ukur Pekerjaan
Jika mengerjakan suatu pekerjaan seharusnya harus memiliki tolok ukur untuk menilai kualitas pekerjaan itu yaitu KESEMPURNAAN. Menyelesaikan suatu pekerjaan tidak hanya sekedar mengerjakannya tetapi harus mengerjakannya sebaik mungkin atau sesempurna mungkin. Dengan melakukan semua ini maka sebagai pekerja akan dihargai atau dihormati para tuan atau majikannya. Dengan demikian ia memiliki kedamaian dan ketenangan hati akan apa yang ia kerjakan. Paulus menyimpulkannya demikian dalam 1 Tesalonika 4:11-12, “Dan anggaplah sebagagi suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.”
WAKTU DAN PRIORITAS

Sadar atau tidak, kebanyakan waktu kita dihabiskan untuk pekerjaan atau kewajiban sehari-hari dan kita hanya memiliki sedikit waktu terbatas yang dapat dipergunakan sebagai waktu luang kita.
Informasi di bawah ini mungkin bermanfaat buat para pekerja yang sibuk dalam kesehariannya. Perhatikan pembagian waktu ini dan bandingkan dengan pembagian waktu kamu setiap harinya.
8 jam               bekerja
½ jam              makan siang
1 jam               perjalanan (transportasi)
1 jam               sarapan dan makan malam
8 jam               tidur
1 jam               tugas-tugas lainnya
_______________
19½ jam
Dari total 24 jam waktu yang dimiliki setiap hari, tersisa hanya sekitar 4½ jam pada setiap hari kerja yang dapat digunakan untuk mengerjakan apa yang disukai. Ini berarti kita hanya memiliki 22½ dalam satu minggu. Kini anggaplah ada 8 jam waktu luang pada hari sabtu (karena hari kerja biasanya hari Senin hingga Jumat) dan 6 jam pada hari Minggu (tidak termasuk waktu yang dihabiskan untuk beribadah di gereja), dan keseluruhan waktu yang dimiliki hanya 36½ jam dalam seminggu. Jika kita masih memiliki kegiatan lain sebagai pekerjaan rumah tangga seperti belanja, memasak, mengantarkan anak-anak untuk mengikuti sejumlah kegiatan atau sejumlah “keperluan” lain, maka sisanya mungkin hanya ada 24 jam kita miliki. Tak banyak yang tersisa dari total 168 jam/minggu yang tersedia untuk memenuhi tujuan-tujuan kita yang lain di samping tujuan-tujuan kerja rutin. Sisa waktu inilah yang kita pakai untuk saat teduh kita dan pembacaan Alkitab setiap hari, kemunikasi kita dalam keluarga atau membantu anak-anak kita menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan bahkan menemani anak-anak kita bermain sebelum tidur.
Jadi jika kita mau jujur, kita harus akui bahwa kebanyakan waktu dihabiskan (1) untuk bekerja (kegiatan rutin setiap hari) (2) sisanya untuk keluarga, (3) jika masih ada sisa, kita akan pakai untuk pelayanan keluar. Dalam mengelolah sisa waktu yang tersedia, dibutuhkan hikmat agar ada keseimbangan dalam hidup kita sebagai orang Kristen. Allah memang merintahkan kita untuk bekerja agar bisa memenuhi kebutuhan hidup kita tetapi Allah juga memerintahkan kita untuk beribadah dan melayani Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Oleh karena itu dibutuhkan hikmat dan dedikasi agar kita menjadi orang Kristen sejati yang melakukan apa perintah Allah bagi kita. Bekerjalah sekuat tenaga tetapi sembah dan layani juga Allah yang telah menyelamatkan kamu dan uruslah keluarga yang Tuhan dipercayakan bagi kamu.
Jika ditinjau dari segi Tujuan, maka orang Kristen harus menyusun prioritas hidupnya seperti berikut:
1)    Kehidupan Pribadi kamu dengan Allah. Tiap-tiap orang Kristen jangan pernah mengambaikan hal ini. Waktu khusus buat masing-masing anggota keluarga dimana mereka membaca dan merenungan firman Allah serta berdoa kepada Tuhan adalah hal utama yang tidak bisa diabaikan karena inilah kunci pertumbuhan dan kedewasaan iman.
2)    Kelurga kamu. Tuhan memberikan kita sebuah keluarga dan itu menjadi tanggungjawab kita untuk mencukupi kebutuhan setiap anggota keluarga. Tetapi yang terpenting dari semua ini adalah membina setiap anggota keluarga takut akan Tuhan dan memiliki iman dalam Kristus.
3)    Pekerjaan kamu. Sebagaimana diutarakan ditas, setiap orang Kristen harus bekerja. Selagi kita mampu dan sehat, kita harus terus bekerja karena itu adalah perintah Allah. Orang yang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
4)    Pelayanan kamu. Sebagai orang Kristen, kita bukan hanya dipanggil Tuhan untuk percaya dan memperoleh hidup kekal tetapi juga kita dipanggil Tuhan untuk melayani Dia. Setiap orang percaya harus bisa menyisihkan waktunya bagi pelayanan. Sesibuk apapun kita dalam keluarga dan usaha, kita harus melayani Tuhan. Itu suatu keharusan dan tuntutan. Tuhan telah memberikan talenta kepada setiap orang yang sungguh-sungguh percaya pada Yesus Kristus. Ada yang memiliki satu talenta, ada yang dua talenta atau lebih. Dan kesemuanya itu diberikan Tuhan untuk dipakai dalam pelayanan. Jadi tidak ada seorang percaya yang berkata, “saya tidak bisa melakukan apa-apa dalam pelayanan!” Hanya orang yang tidak percaya yang bisa berkata demikian. Jika kita mengasihi Tuhan Yesus, kita pasti memiliki keinginan untuk memberikan atau melakukan sesuatu buat Dia.
Prinsip keseimbangan yang harus kita miliki adalah:
1)    Kita harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita dan keluarga.
2)    Kita harus mengurus keluarga kita dengan baik dan mengajar mereka takut akan Allah
3)    Kita harus berhikmat membagi waktu kita untuk melayani Tuhan.

KHOTBAH DARI 2 SAMUEL 12 :1-25


KHOTBAH DARI 2 SAMUEL 12 :1-25
Ada ungkapan mengatakan “pengalaman adalah guru yang terbaik”.  Banyak sudah kejadian atau peristiwa terjadi dalam hidup kita di masa lalu, baik menyenangkan atau pun tidak menyenangkan, tetapi apakah kita telah menjadikannya sebagai suatu pelajaran, peringatan dan motivasi yang berharga dalam menyikapi dan menentukan langkah perjalanan hidup kita selanjutnya?
setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, namun terkadang manusia tidak mampu belajar untuk  memperbaiki kesalahan itu dan malah mengulanginya kembali.

     Ada
juga ungkapan   mengatakan:  "jangan seperti keledai yang selalu terperosok ke lubang yang sama."  Jika kita tidak mau belajar dari pengalaman, suatu saat kita akan melakukan kesalahan yang sama bahkan mungkin lebih parah dari yang sebelumnya dan itu justru akan membawa kita kepada kehancuran.  Hal ini pernah terjadi dalam kehidupan raja Daud.   Siapa tidak kenal raja Daud, ia raja yang besar, ia dekat dengan Tuhan tetapi disisi lain  ia juga adalah manusia biasa yang tak lepas dari pencobaan dan tantangan . Biasanya dalam peperangan ia selalu menang ,menang dan menang, tetapi dalam peperangan iman kali ini ia kalah berperang melawan hawa nafsu kedagingan, memandang perempuan yang bukan miliknya , menginginkannya dalam hati dan berzinah dengannya.  2 Samuel 11 secara jelas mengungkapkan  Ia jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba, padahal Batsyeba adalah isteri Uria, panglimanya sendiri  . Kejahatannya tidak berhenti sampai disitu maka untuk menutupi kejahatannya ia pun merancang strategi supaya Uria terbunuh di medan perang.  
Apa yang dilakukan Daud ini adalah suatu kekejian di hadapan Tuhan, dan serapat-rapatnya Daud  menyimpan dosa di depan manusia, di hadapan Tuhan semua itu terbuka jelas. Allah membenci yang namanya dosa. Allah tidak akan membiarkan orang-orang pilihanNya hidup dalam dosa. itu sebabnya Allah mengutus nabi Natan kepada Daud. Allah memakai Natan untuk menegur dosa yang telah dilakukan Daud. Allah tidak pernah berkompromi dengan hamba-hambaNya yang telah melakukan dosa. Ia akan memberikan teguran dengan maksud mereka dapat bertobat dan kembali pada jalanNya.

Dalam kehidupan kita terkadang susah  untuk menegur , kita banyak kali merasa tidak enak, merasa tidak mampu , cuma terpengaruh dengan perasaan rasa begitu menegur padahal kesalahan telah terjadi . Contoh nyata dalam keluarga kadang kala anak sudah salah hanya dibela, atau biar jo sana orang lain punya anak kwa dia , toh dia yang akan merasakan akibatnya, atau kita malu menegur jangan sampai orang lain tersinggung apalagi kalau dia orang penting dan berpengaruh. Lebih luas lagi dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat, banyak sekali penyimpangan penyimpangan terjadi seperti kasus kasus amoral berupa  pengingkaran terhadap janji pernikahan , perhugelan, pemerkosaan, perzinahan. Bila tidak ada teguran yang nyata terhadap penyimpangan penyimpangan iman yang muncul dalam kehidupan yang berdosa  maka kehancuran generasi dan penghukuman itulah yang terjadi. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan : lebih baik teguran yang nyata daripada kasih yang tersembunyi.
Tindakan menegur  tentu mengandung resiko seperti apa yang dialami Nabi Natan. Tidak tanggung-tanggung, yang dia tegur adalah Daud. Kita semua tahu, saat itu Daud sudah menjabat sebagai raja. Resiko menegur Daud bisa jadi adalah kematian. Tetapi luar biasa, melalui roh hikmat dari Tuhan  Natan mampu menemukan cara yang tepat dan cerdik, ia memikirkan secara matang bukan asal bicara, mempertimbangkan dengan baik sambil meminta hikmat dari Tuhan . Ia memakai strategi tepat bukan sekedar asal berani, sebab bisa saja Daud tidak menerima nasihatnya , tersinggung dan marah , apalagi ini sudah menyangkut harga diriNya sebagai seorang pemimpin yang dihormati dan dikagumi rakyat.Nabi Natan  memakai perumpamaan untuk menegur raja Daud Tegurannya tegas, “Engkaulah orang itu!” tetapi Daud menerima perkataan tersebut karena Roh hikmat Tuhan bekerja di balik semuanya itu.
Banyak sekali persoalan persoalan terjadi disekitar kita ,sebagai jemaat, orang orang percaya, sebagai Gereja Tuhan perlu meminta hikmat dari Tuhan untuk berani menyampaikan suara kenabian seperti tema mingguan kita saat ini sebagai warga GMIM. Kita dipanggil untuk menjadi saksi Tuhan, menjadi garam dan terang dunia, mempengaruhi dunia dan bukan dipengaruhi roh duniawi salah satunya dengan  memberikan teguran teguran nyata ,terhadap penyimpangan penyimpangan iman dan kehidupan dalam dosa, Sambil selalu meminta hikmat Tuhan supaya teguran itu dapat diterima dengan baik bukan malah menambah dan membuat  persoalan baru.
Sebagai orang percaya   , Gereja juga   tidak terlepas dari kekurangan dan kelemahan , Firman Allah tidak mungkin salah tetapi Gereja bisa saja salah. Sejarah membuktikan bahwa ketika gereja merasa benar maka kehancuran menanti. Bila kita menginginkan orang lain menerima teguran kita ketika mereka salah, maka sebaliknya kita pun sebagai pribadi sebagai gereja Tuhan ketika kita salah maka kita  harus terbuka terhadap teguran sama seperti Daud.
Ketika menerima teguran dari nabi natan, Daud tidak mengelak, tidak berbantah, tidak membuat alasan tetapi Daud memberikan respon yang sangat baik. Ia menerima teguran dari Tuhan dan mengakui bahwa ia bersalah. Tidak mudah baginya mengakui bahwa dirinya berdosa dihadapan Tuhan maupun rakyat. Tetapi Daud sungguh pemimpin yang sejati dan berjiwa besar. Ia tidak takut kehilangan popolaritasnya, pendukungnya, atau jabatannya karena harus mengakui kesalahan yang diperbuatnya. Karena Daud tahu betul bahwa posisi dan jabatan, keberhasilan dan kesuksesan datangnya dari Tuhan. Daud pun menyadari bahwa yang membangun kerajaanya adalah Tuhan. Daud belajar untuk rendah hati dan tidak takut kehilangan segala sesuatu yang dia miliki.

Daud mengaku dosa di hadapan Natan dan Tuhan. Setelah firman Tuhan yang menyatakan kesalahannya disampaikan oleh Nabi Natan, Ia dibukakan betapa besar dosa dan kesalahannya kepada Tuhan. Jika Daud memberikan vonis mati kepada orang kaya dalam kisah Natan, tetapi Allah Israel beranugerah kepada Daud yang penuh kelemahan ini. Allah menjauhkan dosa tersebut dengan memberikan Daud kesempatan untuk terus hidup dan melayani Tuhan. Namun akibat dosa tersebut akan ditanggung oleh Daud dan keturunannya. Sebab salah satu hukuman Tuhan kepadanya adalah pedang atas keturunan Daud. Hukuman terakhir bagi Daud atas dosanya itu adalah kematian anak perselingkuhannya dengan Batsyeba, anak itu ditulahi oleh Allah dan anak itu akhirnya mati. Allah adalah Allah yang penuh dengan pengampunan. Kepada orang yang datang kepadanya dan memohon pengampunan, maka Allah akan memberikan pengampuanan kepada orang tersebut. Tetapi pengampunan Allah tidak meniadakan hukuman atas dosa atau dampak yang diakibatkan oleh dosa tersebut. Karena itulah sebagai orang percaya, kita perlu memahami bahwa meskipun Allah mengampuni dosa kita, bukan berarti kita melepaskan tanggung jawab kita atas akibat dosa yang kita lakukan.
Melalui kisah hidup Daud ini menyampaikan kepada kita yang membacanya untuk Dapat mengambil pelajaran dari kegagalan Daud dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Banyak hal yang bisa menggoda dan membuat kita jatuh dalam lumpur dosa. Setiap manusia siapapun dia bisa saja jatuh ke dalam perbuatan dosa; baik pejabat atau masyarakat biasa, yang kaya atau miskin, pengusaha atau petani. Keimanan yang tidak kuat bisa mengantarkan kita kepada hawa nafsu, keserakahan dan kecemaran (bdk. Efesus 4:19). Harus kita ingat dan renungkan bersama, bahwa segala hal yang tidak benar akan diperhitungkan oleh Tuhan sebagai perbuatan dosa dan akan mendapat ganjaran atau hukuman. Karena itu, kita harus sadar dan berjaga-jaga dalam Tuhan, agar tidak ada kesempatan bagi si Iblis untuk melemahkan iman kita. (bdk. 1 Petrus 5:8).

KHOTBAH DARI 2 KORINTUS 3:1-6


JADILAH SURAT KRISTUS YANG DAPAT DIBACA SEMUA ORANG

Surat ini ditujukan oleh Paulus kepada jemaat-jemaat yang tersebar di kota
Korintus,
Kota Korintus dalam perjanjian baru adalah sebuah kota pelabuhan yang berada di Semenanjung Makedonia. Paulus
mengunjungi Korintus pada perjalanan misi ke 2 dengan melewati medan perjalanan
yang sangat berat baik melalui darat dan laut
maklum waktu itu belum ada kendaraan apalagi pesawat terbang, WAKTU ITU  alat transportasi yang biasa digunakan adalah jalan kaki. Tapi luar biasa seorang Paulus yang telah menjadi hamba Tuhan tidak pernah mundur apapun resikonya demi memberitakan Injil. Biasanya ketika ia berpindah pada jemaat yang lain maka ia selalu menulis surat kepada jemaat jemaat yang pernah ia kunjungi. Surat adalah sarana komunikasi yang tepat waktu itu. Beda sekarang yang sangat mudah dijangkau dengan HP.
 Dalam Alkitab tercatat 2 kali ia mengirim surat pada jemaat Korintus.  Kalau kita mencermati surat yang pertama dan yang kedua, telah terjadi masalah yang sangat serius dalam dinamika jemaat karena banyaknya penyusup yang menyamar sebagai pelayan untuk mendapatkan
keuntungan diri sendiri. Paulus banyak menulis dengan tegas untuk menjelaskan
siapa dia , apa motivasi pelayanannya  dan apa kerinduannya kepada jemaat  melalui surat-suratnya.

Ayat 1 kita baca: “Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.” (1-2).

Ternyata Ketika Paulus meninggalkan Kota Korintus, Ada banyak yang mempertanyakan pelayanan dari rasul paulus bahkan  Ada
beberapa yang meragukan  kerasulannya. Tentu ini adalah ulah oknum-oknum tertentu yang tidak menginginkan Injil berkembang.

Untuk menjawab hal ini maka Surat adalah media informasi yang paling mutakhir pada abad pertama masehi.
Tulisan menjadi sarana informasi walau hanya dapat di mengerti oleh kalangan
terpelajar. Surat di tulis dalam berbagai media mulai dari kulit kayu yang dikeringkan (papirus) hingga gulungan kertas yang biasanya dimeterai sehingga hanya dapat dibaca oleh yang berhak. Namun sungguh heran, Paulus mengatakan bahwa jemaat-jemaat Korintus adalah surat pujiannya. Surat pujian yang disampaikan Paulus ini terkait dengan posisinya sebagai Rasul. Jemaat-jemaat di Korintus adalah buah dari pelayanan Paulus dan rekan seperjalanannya. Melalui suratnya Paulus secara tidak langsung hendak menyampaikan kepada orang orang yang meragukan kerasulannya : Begini saja kalau kalian ragu dengan pelayanan saya maka gampang saja untuk menilai yaitu : lihat saja cara hidup jemaat korintus , apakah  memang hidup mereka tidak betul? Apakah kelakuan mereka sehari hari tidak cocok dengan keyakinan mereka? Apakah jemaat korintus  gaya hidup  mereka melenceng dari fiman Allah ?
Jika dalam pengamatan langsung ternyata benar demikian maka dapatlah dikatakan kerasulan paulus dipertanyakan. Ndak betul  ternyata itu paulus.

Tapi ternyata dalam kenyataannya , Jemaat-jemaat di korintus
telah berkembang lebih dari jemaat-jemaat di tempat lain khususnya dalam hal
karunia. Kita menemukan di Korintus semua kelengkapan dari karunia Allah yang melekat pada mereka. Jemaat-jemaat ini bahkan begitu menyita perhatian hamper seluruh umat Kristen diseluruh dunia karena karunia yang ada ditengah-tengah mereka. Jadi jelaslah bahwa jemaat-jemaat di Koritus itu adalah Surat Kristus yang berisi pujian bagi pelayanan Rasul Paulus dan rekan-rekannya sehingga dengan demikian setiap suara-suara sumbang yang mencela kerasulannya terbungkam.

Dengan dua pengertian dari kata “dikenal dan dibaca” hal ini menunjukan bahwa totalitas hidup jemaat di Korintus dilihat oleh semua orang. Bagaimana cara mereka menjalani hidup sehari hari, bagaimana cara mereka berkata-kata, bagaimana cara mereka bersopan santun, Bagaimana cara mereka melakukan sesamanya. Hal itu dilihat, dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang yang berada di kota Korintus. Dengan kata lain, seluruh keberadaan hidup jemaat di Korintus dapat dikenal dan dibaca oleh orang lain. Dengan adanya hal ini, maka jemaat di Korintus sebagai surat Kristus yang membawa nama Pribadi Kristus telah  dapat menjadi berkat dan memberkati kehidupan orang lain.
Saudara yang dikasihi Tuhan, Surat ini bukan hanya ditujukan kepada orang orang Korintus tetapi hari ini juga disampaikan kepada kita orang orang percaya, gereja Tuhan yang hidup dimasa kini.


. Kita sebagai orang percaya adalah surat Kristus. Dimanapun kita pergi  orang banyak akan melihat karakter dan cara hidup kita. Apakah cocok antara kerajinan beribadah,aktifitas pelayanan,  dengan kelakuan hidup sehari hari atau tidak. Dimanapun kita berada/hadir, kemanapun kita pergi, kita adalah surat terbuka , sebab banyak orang akan menilai dan mungkin mempertanyakan iman kekristenan kita.

Kita harus  memiliki kesadaran bahwa kita selalu membawa nama pribadi Kristus dalam setiap totalitas hidup kita. Kita harus selalu berhati hati, waspada dan berjaga jaga karena cara hidup kita akan dibaca banyak orang seperti surat yang terbuka.Bila kita hidup benar maka kita adalah surat pujian untuk kemuliaan Kristus tapi bila hidup kita tidak benar kita mempermalukan Tuhan.

Saudara yang dikasihi Tuhan,
Mungkin kita bertanya : Bagaimana rahasia jemaat korintus dipuji dan apa bagaimana rasul paulus tetap dapat mempertahankan imannya di tengah begitu banyak tantangan ?
Jawabannya adalah karena  Karakter ilahi  melekat pada Paulus sehingga ia menjadi surat pujian Kristus
Paulus selalu mengandalkan Tuhan maka  Roh Kudus bekerja secara maksimal dalam pelayanannya. Kita tahu bersama latar belakang rasul paulus , ia adalah tokoh agama, seorang yang pandai , menguasai taurat tetapi ternyata bagi paulus semuanya sia sia diluar Tuhan.
Ketika ia dijamah oleh Tuhan dan bertobat maka secara luar biasa ia dipakai Tuhan, bukan karena kekuatan, bukan karena kepandaian tetapi karena kasih karunia Tuhan Itu nyata dalam ayat 4-6 . “Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah
oleh Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan
sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari
Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.”



Ingatlah bahwa dalam Pelayanan seorang hamba Allah yang berhasil selalu terkait dengan sikap yang memberikan kebebasan penuh Roh Allah bekerja dengan seluas-luasnya. Paulus menyadari, bahwa tanpa Roh Allah yang mengubahnya, maka mustahil dapat bekerja demikian spektakuler. Kita tahu bahwa Paulus telah bekerja dan melayani Tuhan lebih dari siapapun sepanjang zaman. Dia adalah contoh pelayan yang ideal. Dalam
hal ketulusan, kasih, ketegasan, Paulus terbukti telah menjadi surat terbuka
yang dikenal, dan dapat dibaca. Tak ada yang dapat membantah kerasulannya lewat karya Allah yang nyata dalam pelayanannya.

Akhirnya dalam hidup yang masih Tuhan anugerahkan kepada kita,  mulai sekarang MARI kita goreskan “tinta” Roh Allah kita di dalam hati yang nyata , baik melalui perkataan pun perilaku yang kita tunjukkan setiap hari. Niscaya anak-anak kita akan menjadi surat pujian kita yang dapat dibaca oleh setiap orang. AMIN.

Sabtu, 15 September 2012

PEKERJAANKU

Setelah melalui berbagai perjuangan , berdoa dan bekerja maka Tuhan berkenan menjawab segala usaha dan kerinduan sehingga boleh dilantik menjadi sekretaris kecamatan T.B pada hari Senin 10 September 2012 pkl. 19.00 di bangsal samping UPTD Dispora T yang sekarang menjadi Kantor Camat .T.B. Jauhkanlah dari segala kesombongan ya Tuhan sebab semuanya adalah dari Tuhan, tanpa Tuhan semuanya menjadi sia sia dan jabatan ini adalah tanggung jawab dan bersifat sementara artinya tidak selama lamanya karena setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya. Memang situasi waktu pelantikan dibayang bayangi oleh "penolakan" dari sebagian orang yang memang telah berupaya, bekerja keras, berjuang  sampai terjawabnya pembentukan dan peresmian kecamatan T.B tetapi mereka tidak terakomodir dalam pelantikan pejabat struktural eselon III atau Camat dan Sekcam, keinginan masyarakat T.B akan hadirnya putra daerah sebagai pemimpin belum terakomodir. Sampai sampai 5 kursi desa Tlkrn rusak karena sasaran kekecewaan. Hari kamis sore, tanggal 6 september setelah rapat di tondano, camat T. menelepon kepada saya : stef selamat, bersedia jas, saya berterima kasih untuk berita baik berarti siap dilantik dan mudah mudahan tidak ada perubahan sebab bagaimanapun sampai detik detik terakhir bisa saja terjadi perubahan tetapi itu biasa dan memang saya biasa biasa saja dilantik atau belum saya serahkan kepada Tuhan pasti itu yang terbaik, tetapi ternyata Tuhan memberi jawaban ya .Puji Tuhan. Saya berdoa bagi teman teman yang telah berjuang tetapi belum dilantik pasti Tuhan juga punya rencana yang terbaik dengan mereka. Saya pun ditelepon oleh ketua panitia pemekaran pada hari kamis itu juga mengucapkan selamat dan selamat berjuang dan bekerja , " jang lupa itu perjuangan tangal 12 desember 2012 nanti. Menjawab akan info akan dilantik maka tanggung jawab saya yang pertama yaitu pembuatan spanduk dan pengadaan musik. Tugas itu pun saya koordinasikan pada hari jumat dan selesai. Pada malam kamis dalam ibadah kolom di kolom 4 secara khusus saya didoakan oleh Pendeta D memohon Tuhan dapat menjawab kerinduan saya dan ini juga topangan yang besar. Hari sabtu saya mengantar om eri dan keluarga ke bandara setelah itu memesan baliho di jago print, semuanya lancar lancar saja. Rasa rasanya perasaan menjelang pelantikan biasa biasa saja artinya apapun yang terjadi saya sudah siap mental. Tiba pada hari minggu, 9 september 2012 saya ke ibadah HUT jemaat di desa kywas dimana Bapak Bupati hadir , saya juga sebenarnya ada pengalaman tidak mengenakkan di desa kywas, dan itu meninggalkan bekas, menjadi kekuatiran selama tugas di lang- bar, bahkan entah mengapa malam sabtu saya mimpi buruk tentang hal itu, tetapi Tuhan menyertai saya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bahkan Camat mempertemukan saya dengan Bupati. Terima kasih Ibu camat yang juga proaktif mempertemukan saya dengan Bupati dalam banyak kesempatan bahkan banyak menopang rencana saya ini. Padahal saya juga banyak kali komplain dalam hati dan bercerita kepada teman tentang kebijakan ibu camat yang kadangkala bertentangan. Makanya kalau jadi pemimpin tolong juga orang lain atau siapapun dia bertolong tolonglah menanggung beban pasti Tuhan membalas berkat. Hari ini kita menolong orang dengan tulus yakin saja kemudian ada orang yang akan menolong kita. Banyak juga dukungan dan ucapan selamat mengalir pada waktu itu. yang pasti jangan pernah bakusalah deng atasan meski memang kadang beda pendapat, besok besok dia yang akan membantu, merekom dan mengusulkan kita. Jadi jaga hubungan yang baik. Inilah yang saya alami dengan senantiasa membangun hubungan dan berkoordinasi dengan pimpinan sambil jangan lupa mengucap terima kasih atas semua pertolongan mereka. Bersyukur sebelum melangkah untuk lobi lobi jabatan saya sudah minta izin dulu dari pimpinan. Dan selang menunggu jawaban usulan saya tetap rajin dan setia pada pekerjaan, jangan malas. Sore hari selesai ibadah syukur saya ke bangsal acara membawa baliho dan puji syukur saya diterima dengan baik oleh kepala desa dan sek-des yang ada. Saya menelepon kak j mengucap terima kasih meski ada kesalahan malu menelepon ibunya , padahal ibunya (Ibu I) paling banyak berperan memperjuangkan saya. Pelajaran : jang malu malu, mesti kesatria, jangan mental panako, yang penting benar, tunjukkan itu laki laki sekali lagi mental baja tentu dengan tetap sopan dan memperhatikan etika. Besok senin 10 september, saya tidak masuk kantor dan menunggu untuk ke bangsal acara dan siangnya membawa spanduk yang memang baru dipasang detik detik menjelang pelantikan karena ada yang disembunyikan dan kontroversi dan memang akhirnya pelantikan pejabat  kmga dua tidak jadi. Memang kalau pelantikan di kecamatan baru musti siap siap uang , banyak pengeluaran ini dan itu yang tak terduga , mesti ada kesiapan uang , beruntung ada meski ba pinjam dulu pa orang tua, 3 juta , nanti mo ganti berikut. Jam enam sudah banyak orang dan gladi bersih dimulai dan ternya nama saya dipanggil. Trima ksih Tuhan Yesus, terima kasih semuanya , doakan saya dalam mengemban tugas ini meski terus terang saya bergumul kepada Tuhan dengan sakit di bagian dada kiri yang terus mengganggu, sangat menguatirkan, tetapi dalam nama Tuhan Yesus saya aminkan sembuh.Oleh bupati minahasa saya dilantik dan kata kata pengambilan sumpah dengan saksi pendeta sungguh sungguh sangat dalam dan mengandung tanggung jawab, tidak menerima apapun juga dan memberi apapun juga alias tidak suap dan korupsi. Kata kata sumpah yang sangat " dalam" dan semoga selalu diingat ingat karena mengandung janji dan disaksikan Tuhan. Terima ksih banyak untuk orang tua, jerih payah kalian dan bantuan sangat luar biasa. Tidak bisa saya balas lagi semua kebaikan kalian. Saya resmi jadi sek.-cam T.B. Dalam ucapan terima kasih terselip ucapan ketua panitia pemekaran , pak R so ndak lama camat mudah mudahan diganti oleh sekcam S. Amin. Waktu photo dengan pak  ca.--bup, ini camat masa depan. Amin . Jadi saya belajar memperkatakan amin untuk semua perkataan baik dan rencana kedepan. kalau Tuhan berkenan tidak ada satupun manusia yang menghalangi dan kalau Tuhan tidak berkenan apapun usaha manusia sia sia, sebab kita adalah debu dan karena Tuhan kita berarti. Selesai dilantik , foto foto dg pimpinan dan dapat marah dari camat untuk tugas pertama. So musti tegas pa rekan kerja berikut berikut. Itu bantuan bakurampas akang, tidak tahu malu ini orang orang. Malam itu paling akhir pulang dg pak camat, mo pulang ada mobil yang celaka tapi karena sudah lelah so trus semntara pak camat singgah, karena juga situasi malam itu ada orang disitu yang belum lantik jadi pertimbangan trus padahal sudah mesti ada mental. Besoknya kerja pertama adalah bekerja , bekerja, dan bekerja dimulai dengan rapat di luar ruangan. Kantor ini kosong belum ada apa apa dan camat ini proaktif banyak sekali ide ide dan harus menyesuaikan dengan kerja bakti dan kerja bakti. Tuhan anugerahkan kesehatan, itu badan sudah lama tidak berolaraga , lebih banyak duduk , tidur , jadi terasa sekali itu kelelahan, sudh kala biasa, tapi bersyukur juga ada olaraga. Karena kosong jadi memang harus berkorban dulu beli buku buku, beli aqua, dan lain sebagainya. Tuhan tolong beri hikmat supaya boleh menjadi pemimpin yang berwibawa, saya ada pergumulan dalam bicara, Tuhan mengetahui itu, Tuhan tolong saya suapay tidak menjadi batu sandungan tapi ada kewibawaan dan tidak membuat malu diri dengan kekuarangan saya. Ini juga pergumulan saya terbesar apa saya mampu mengemban tugas ini kalau hal hal lain saya yakin bisa tapi ini sennatiasa bergumul karena istilahnya pemerintah akan "banyak bicara". Hari kamis diadakan ibadah syukur di kolom, yang sudah direncanakan oleh isteri, terima kasih isteriku yang peduli, dan saya diutus oleh pendeta dalam tugas, dan didoakan meski kata kata kesaksian banyak yang tidak tepat, terkesan ada kesombongan dan bagaimana ya menjelasakan terlalu berlebihan, ampunilah saya Tuhan. Terus belajar untuk memikir dulu sebelum bicara jangan asal asalan apalagi dalam ibadah. Hari sabtu untuk pertama kali saya mewakili camat memberi sambutan di Gereja advent Pnbtgn , saya merasa tidak percaya diri, kata kata tak terkonsep dengan jelas, ada rasa tak Percaya diri, musti belajar belajar dan belajar dan Tuhan tolong saya untuk kekurangan ini. Saya pun belajar mengaminkan perkataan pendeta waktu selesai makan mo jadi pemimpin , camat berikut. Amin. Dan luar biasa pemahaman, cara pembawaan firman pendeta pendeta advt ini banyak juga motivasi disini, ada pendeta muda yang cara bicaranya keras, lugas, bersemangat, mantap, pemahaman teologis juga mantap. Terima kasih juga ada pak beni mmto, pak vktr mlgky, pak ted mneke, pak luki, mereka respon sama saya dan menghargai saya sebagai pemerintah sampai minta nmr hp, pokoknya ini sambutan resmi saya yang pertama sebagai sekcam. trims pak dnny kasie trntb yang mendampingi saya. Kenangan tak dilupakan.

Selasa, 04 September 2012

MY OFFICE

Dalam kehidupan berorganisasi harusnya menjunjung tinggi nilai nilai kebebasan termasuk dalam pelaksanaan pekerjaan di kantor. Bila atasan sudah memberi perintah, apakah sudah harga mati, tidak boleh lagi diberikan saran, masukan dan pertimbangan, ini yang menjadi perenungan saya pada hari ini berhubung apa yang terjadi dalam dinamika pekerjaan di kantor. Sebab bukankah untuk memutuskan sesuatu diperlukan masukan masukan supaya ketika program atau kegiatan akan dieksekusi telah dipertimbangkan dengan matang kekuatan dan kelemahannya. Tapi begitulah namanya bawahan ya bawahan. Saya merindukan sosok pemimpin yang mampu mengayomi dan terbuka untuk menerima masukan, bukan pemimpin yang otoriter. 
Disisi yang lain seorang teman saya memang kelihatannya semangat 45 menjalankan tugas tetapi ada maksud tertentu dibalik semuanya itu , dalam mengapai tujuan ia sepertinya mampu meyakinkan atasan tetapi cara cara yang ditempuh mencapai tujuan sangat tidak baik. Kadang ia harus berdusta supaya tujuan tercapai. Dalam rangka promosi jabatan maka nampak sekali usaha mencari muka, ya begitulah . Kasihan juga teman teman lain  dimarahi, diejek , dan lain sebagainya sepertinya di kantor teman saya ini yang paling berkuasa, segala sesuatu dianggap adalah karena usahanya, dan yang lain tidak ada apa apanya.

Sabtu, 01 September 2012

KATA MOTIVASI


Mungkin kita punya banyak hal, tetapi tidak semua dapat dimiliki
Mungkin kita punya banyak impian, tetapi tidak semua dapat diwujudkan
Mungkn kita punya banyak harapan, tetapi tidak semua dapat dicapai
Akan tetapi kita punya Tuhan yang mempunyai segala hal, yang dapat mewujudkan impian dan harapan yang ingin kita capai asal kita selalu setia dan percaya penuh kepadaNya
(repost from Purnomo Hartanto)

“Bekerja keras adalah bagian dari fisik. Bekerja cerdas merupakan bagian dari otak. Sedangkan bekerja ikhlas adalah bagian dari hati."(Restiawan Samudra)

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...