Disisi yang lain seorang teman saya memang kelihatannya semangat 45 menjalankan tugas tetapi ada maksud tertentu dibalik semuanya itu , dalam mengapai tujuan ia sepertinya mampu meyakinkan atasan tetapi cara cara yang ditempuh mencapai tujuan sangat tidak baik. Kadang ia harus berdusta supaya tujuan tercapai. Dalam rangka promosi jabatan maka nampak sekali usaha mencari muka, ya begitulah . Kasihan juga teman teman lain dimarahi, diejek , dan lain sebagainya sepertinya di kantor teman saya ini yang paling berkuasa, segala sesuatu dianggap adalah karena usahanya, dan yang lain tidak ada apa apanya.
Selasa, 04 September 2012
MY OFFICE
Dalam kehidupan berorganisasi harusnya menjunjung tinggi nilai nilai kebebasan termasuk dalam pelaksanaan pekerjaan di kantor. Bila atasan sudah memberi perintah, apakah sudah harga mati, tidak boleh lagi diberikan saran, masukan dan pertimbangan, ini yang menjadi perenungan saya pada hari ini berhubung apa yang terjadi dalam dinamika pekerjaan di kantor. Sebab bukankah untuk memutuskan sesuatu diperlukan masukan masukan supaya ketika program atau kegiatan akan dieksekusi telah dipertimbangkan dengan matang kekuatan dan kelemahannya. Tapi begitulah namanya bawahan ya bawahan. Saya merindukan sosok pemimpin yang mampu mengayomi dan terbuka untuk menerima masukan, bukan pemimpin yang otoriter.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman
YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...
-
BAHAN BACAAN : KIDUNG AGUNG 8 :5-7 Hari ini kita berkumpul UNTUK KEMBALI bersyukur kepada Tuhan yang memberi cintaNya kepada kita semua ,...
-
Salam sejahtera bagi kita semua, Apa kabar hari ini? Tentu sehat, kuat dan diberkati Tuhan sehingga kita boleh kembali memberi diri dala...
-
Oleh kasih karunia Tuhan maka kita sudah memasuki penghayatan dan perenungan di minggu sengsara yang ke V. Dimana kita merenungkan arti da...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar