Minggu, 30 September 2012

KHOTBAH DARI 2 SAMUEL 12 :1-25


KHOTBAH DARI 2 SAMUEL 12 :1-25
Ada ungkapan mengatakan “pengalaman adalah guru yang terbaik”.  Banyak sudah kejadian atau peristiwa terjadi dalam hidup kita di masa lalu, baik menyenangkan atau pun tidak menyenangkan, tetapi apakah kita telah menjadikannya sebagai suatu pelajaran, peringatan dan motivasi yang berharga dalam menyikapi dan menentukan langkah perjalanan hidup kita selanjutnya?
setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, namun terkadang manusia tidak mampu belajar untuk  memperbaiki kesalahan itu dan malah mengulanginya kembali.

     Ada
juga ungkapan   mengatakan:  "jangan seperti keledai yang selalu terperosok ke lubang yang sama."  Jika kita tidak mau belajar dari pengalaman, suatu saat kita akan melakukan kesalahan yang sama bahkan mungkin lebih parah dari yang sebelumnya dan itu justru akan membawa kita kepada kehancuran.  Hal ini pernah terjadi dalam kehidupan raja Daud.   Siapa tidak kenal raja Daud, ia raja yang besar, ia dekat dengan Tuhan tetapi disisi lain  ia juga adalah manusia biasa yang tak lepas dari pencobaan dan tantangan . Biasanya dalam peperangan ia selalu menang ,menang dan menang, tetapi dalam peperangan iman kali ini ia kalah berperang melawan hawa nafsu kedagingan, memandang perempuan yang bukan miliknya , menginginkannya dalam hati dan berzinah dengannya.  2 Samuel 11 secara jelas mengungkapkan  Ia jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba, padahal Batsyeba adalah isteri Uria, panglimanya sendiri  . Kejahatannya tidak berhenti sampai disitu maka untuk menutupi kejahatannya ia pun merancang strategi supaya Uria terbunuh di medan perang.  
Apa yang dilakukan Daud ini adalah suatu kekejian di hadapan Tuhan, dan serapat-rapatnya Daud  menyimpan dosa di depan manusia, di hadapan Tuhan semua itu terbuka jelas. Allah membenci yang namanya dosa. Allah tidak akan membiarkan orang-orang pilihanNya hidup dalam dosa. itu sebabnya Allah mengutus nabi Natan kepada Daud. Allah memakai Natan untuk menegur dosa yang telah dilakukan Daud. Allah tidak pernah berkompromi dengan hamba-hambaNya yang telah melakukan dosa. Ia akan memberikan teguran dengan maksud mereka dapat bertobat dan kembali pada jalanNya.

Dalam kehidupan kita terkadang susah  untuk menegur , kita banyak kali merasa tidak enak, merasa tidak mampu , cuma terpengaruh dengan perasaan rasa begitu menegur padahal kesalahan telah terjadi . Contoh nyata dalam keluarga kadang kala anak sudah salah hanya dibela, atau biar jo sana orang lain punya anak kwa dia , toh dia yang akan merasakan akibatnya, atau kita malu menegur jangan sampai orang lain tersinggung apalagi kalau dia orang penting dan berpengaruh. Lebih luas lagi dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat, banyak sekali penyimpangan penyimpangan terjadi seperti kasus kasus amoral berupa  pengingkaran terhadap janji pernikahan , perhugelan, pemerkosaan, perzinahan. Bila tidak ada teguran yang nyata terhadap penyimpangan penyimpangan iman yang muncul dalam kehidupan yang berdosa  maka kehancuran generasi dan penghukuman itulah yang terjadi. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan : lebih baik teguran yang nyata daripada kasih yang tersembunyi.
Tindakan menegur  tentu mengandung resiko seperti apa yang dialami Nabi Natan. Tidak tanggung-tanggung, yang dia tegur adalah Daud. Kita semua tahu, saat itu Daud sudah menjabat sebagai raja. Resiko menegur Daud bisa jadi adalah kematian. Tetapi luar biasa, melalui roh hikmat dari Tuhan  Natan mampu menemukan cara yang tepat dan cerdik, ia memikirkan secara matang bukan asal bicara, mempertimbangkan dengan baik sambil meminta hikmat dari Tuhan . Ia memakai strategi tepat bukan sekedar asal berani, sebab bisa saja Daud tidak menerima nasihatnya , tersinggung dan marah , apalagi ini sudah menyangkut harga diriNya sebagai seorang pemimpin yang dihormati dan dikagumi rakyat.Nabi Natan  memakai perumpamaan untuk menegur raja Daud Tegurannya tegas, “Engkaulah orang itu!” tetapi Daud menerima perkataan tersebut karena Roh hikmat Tuhan bekerja di balik semuanya itu.
Banyak sekali persoalan persoalan terjadi disekitar kita ,sebagai jemaat, orang orang percaya, sebagai Gereja Tuhan perlu meminta hikmat dari Tuhan untuk berani menyampaikan suara kenabian seperti tema mingguan kita saat ini sebagai warga GMIM. Kita dipanggil untuk menjadi saksi Tuhan, menjadi garam dan terang dunia, mempengaruhi dunia dan bukan dipengaruhi roh duniawi salah satunya dengan  memberikan teguran teguran nyata ,terhadap penyimpangan penyimpangan iman dan kehidupan dalam dosa, Sambil selalu meminta hikmat Tuhan supaya teguran itu dapat diterima dengan baik bukan malah menambah dan membuat  persoalan baru.
Sebagai orang percaya   , Gereja juga   tidak terlepas dari kekurangan dan kelemahan , Firman Allah tidak mungkin salah tetapi Gereja bisa saja salah. Sejarah membuktikan bahwa ketika gereja merasa benar maka kehancuran menanti. Bila kita menginginkan orang lain menerima teguran kita ketika mereka salah, maka sebaliknya kita pun sebagai pribadi sebagai gereja Tuhan ketika kita salah maka kita  harus terbuka terhadap teguran sama seperti Daud.
Ketika menerima teguran dari nabi natan, Daud tidak mengelak, tidak berbantah, tidak membuat alasan tetapi Daud memberikan respon yang sangat baik. Ia menerima teguran dari Tuhan dan mengakui bahwa ia bersalah. Tidak mudah baginya mengakui bahwa dirinya berdosa dihadapan Tuhan maupun rakyat. Tetapi Daud sungguh pemimpin yang sejati dan berjiwa besar. Ia tidak takut kehilangan popolaritasnya, pendukungnya, atau jabatannya karena harus mengakui kesalahan yang diperbuatnya. Karena Daud tahu betul bahwa posisi dan jabatan, keberhasilan dan kesuksesan datangnya dari Tuhan. Daud pun menyadari bahwa yang membangun kerajaanya adalah Tuhan. Daud belajar untuk rendah hati dan tidak takut kehilangan segala sesuatu yang dia miliki.

Daud mengaku dosa di hadapan Natan dan Tuhan. Setelah firman Tuhan yang menyatakan kesalahannya disampaikan oleh Nabi Natan, Ia dibukakan betapa besar dosa dan kesalahannya kepada Tuhan. Jika Daud memberikan vonis mati kepada orang kaya dalam kisah Natan, tetapi Allah Israel beranugerah kepada Daud yang penuh kelemahan ini. Allah menjauhkan dosa tersebut dengan memberikan Daud kesempatan untuk terus hidup dan melayani Tuhan. Namun akibat dosa tersebut akan ditanggung oleh Daud dan keturunannya. Sebab salah satu hukuman Tuhan kepadanya adalah pedang atas keturunan Daud. Hukuman terakhir bagi Daud atas dosanya itu adalah kematian anak perselingkuhannya dengan Batsyeba, anak itu ditulahi oleh Allah dan anak itu akhirnya mati. Allah adalah Allah yang penuh dengan pengampunan. Kepada orang yang datang kepadanya dan memohon pengampunan, maka Allah akan memberikan pengampuanan kepada orang tersebut. Tetapi pengampunan Allah tidak meniadakan hukuman atas dosa atau dampak yang diakibatkan oleh dosa tersebut. Karena itulah sebagai orang percaya, kita perlu memahami bahwa meskipun Allah mengampuni dosa kita, bukan berarti kita melepaskan tanggung jawab kita atas akibat dosa yang kita lakukan.
Melalui kisah hidup Daud ini menyampaikan kepada kita yang membacanya untuk Dapat mengambil pelajaran dari kegagalan Daud dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Banyak hal yang bisa menggoda dan membuat kita jatuh dalam lumpur dosa. Setiap manusia siapapun dia bisa saja jatuh ke dalam perbuatan dosa; baik pejabat atau masyarakat biasa, yang kaya atau miskin, pengusaha atau petani. Keimanan yang tidak kuat bisa mengantarkan kita kepada hawa nafsu, keserakahan dan kecemaran (bdk. Efesus 4:19). Harus kita ingat dan renungkan bersama, bahwa segala hal yang tidak benar akan diperhitungkan oleh Tuhan sebagai perbuatan dosa dan akan mendapat ganjaran atau hukuman. Karena itu, kita harus sadar dan berjaga-jaga dalam Tuhan, agar tidak ada kesempatan bagi si Iblis untuk melemahkan iman kita. (bdk. 1 Petrus 5:8).

KHOTBAH DARI 2 KORINTUS 3:1-6


JADILAH SURAT KRISTUS YANG DAPAT DIBACA SEMUA ORANG

Surat ini ditujukan oleh Paulus kepada jemaat-jemaat yang tersebar di kota
Korintus,
Kota Korintus dalam perjanjian baru adalah sebuah kota pelabuhan yang berada di Semenanjung Makedonia. Paulus
mengunjungi Korintus pada perjalanan misi ke 2 dengan melewati medan perjalanan
yang sangat berat baik melalui darat dan laut
maklum waktu itu belum ada kendaraan apalagi pesawat terbang, WAKTU ITU  alat transportasi yang biasa digunakan adalah jalan kaki. Tapi luar biasa seorang Paulus yang telah menjadi hamba Tuhan tidak pernah mundur apapun resikonya demi memberitakan Injil. Biasanya ketika ia berpindah pada jemaat yang lain maka ia selalu menulis surat kepada jemaat jemaat yang pernah ia kunjungi. Surat adalah sarana komunikasi yang tepat waktu itu. Beda sekarang yang sangat mudah dijangkau dengan HP.
 Dalam Alkitab tercatat 2 kali ia mengirim surat pada jemaat Korintus.  Kalau kita mencermati surat yang pertama dan yang kedua, telah terjadi masalah yang sangat serius dalam dinamika jemaat karena banyaknya penyusup yang menyamar sebagai pelayan untuk mendapatkan
keuntungan diri sendiri. Paulus banyak menulis dengan tegas untuk menjelaskan
siapa dia , apa motivasi pelayanannya  dan apa kerinduannya kepada jemaat  melalui surat-suratnya.

Ayat 1 kita baca: “Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.” (1-2).

Ternyata Ketika Paulus meninggalkan Kota Korintus, Ada banyak yang mempertanyakan pelayanan dari rasul paulus bahkan  Ada
beberapa yang meragukan  kerasulannya. Tentu ini adalah ulah oknum-oknum tertentu yang tidak menginginkan Injil berkembang.

Untuk menjawab hal ini maka Surat adalah media informasi yang paling mutakhir pada abad pertama masehi.
Tulisan menjadi sarana informasi walau hanya dapat di mengerti oleh kalangan
terpelajar. Surat di tulis dalam berbagai media mulai dari kulit kayu yang dikeringkan (papirus) hingga gulungan kertas yang biasanya dimeterai sehingga hanya dapat dibaca oleh yang berhak. Namun sungguh heran, Paulus mengatakan bahwa jemaat-jemaat Korintus adalah surat pujiannya. Surat pujian yang disampaikan Paulus ini terkait dengan posisinya sebagai Rasul. Jemaat-jemaat di Korintus adalah buah dari pelayanan Paulus dan rekan seperjalanannya. Melalui suratnya Paulus secara tidak langsung hendak menyampaikan kepada orang orang yang meragukan kerasulannya : Begini saja kalau kalian ragu dengan pelayanan saya maka gampang saja untuk menilai yaitu : lihat saja cara hidup jemaat korintus , apakah  memang hidup mereka tidak betul? Apakah kelakuan mereka sehari hari tidak cocok dengan keyakinan mereka? Apakah jemaat korintus  gaya hidup  mereka melenceng dari fiman Allah ?
Jika dalam pengamatan langsung ternyata benar demikian maka dapatlah dikatakan kerasulan paulus dipertanyakan. Ndak betul  ternyata itu paulus.

Tapi ternyata dalam kenyataannya , Jemaat-jemaat di korintus
telah berkembang lebih dari jemaat-jemaat di tempat lain khususnya dalam hal
karunia. Kita menemukan di Korintus semua kelengkapan dari karunia Allah yang melekat pada mereka. Jemaat-jemaat ini bahkan begitu menyita perhatian hamper seluruh umat Kristen diseluruh dunia karena karunia yang ada ditengah-tengah mereka. Jadi jelaslah bahwa jemaat-jemaat di Koritus itu adalah Surat Kristus yang berisi pujian bagi pelayanan Rasul Paulus dan rekan-rekannya sehingga dengan demikian setiap suara-suara sumbang yang mencela kerasulannya terbungkam.

Dengan dua pengertian dari kata “dikenal dan dibaca” hal ini menunjukan bahwa totalitas hidup jemaat di Korintus dilihat oleh semua orang. Bagaimana cara mereka menjalani hidup sehari hari, bagaimana cara mereka berkata-kata, bagaimana cara mereka bersopan santun, Bagaimana cara mereka melakukan sesamanya. Hal itu dilihat, dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang yang berada di kota Korintus. Dengan kata lain, seluruh keberadaan hidup jemaat di Korintus dapat dikenal dan dibaca oleh orang lain. Dengan adanya hal ini, maka jemaat di Korintus sebagai surat Kristus yang membawa nama Pribadi Kristus telah  dapat menjadi berkat dan memberkati kehidupan orang lain.
Saudara yang dikasihi Tuhan, Surat ini bukan hanya ditujukan kepada orang orang Korintus tetapi hari ini juga disampaikan kepada kita orang orang percaya, gereja Tuhan yang hidup dimasa kini.


. Kita sebagai orang percaya adalah surat Kristus. Dimanapun kita pergi  orang banyak akan melihat karakter dan cara hidup kita. Apakah cocok antara kerajinan beribadah,aktifitas pelayanan,  dengan kelakuan hidup sehari hari atau tidak. Dimanapun kita berada/hadir, kemanapun kita pergi, kita adalah surat terbuka , sebab banyak orang akan menilai dan mungkin mempertanyakan iman kekristenan kita.

Kita harus  memiliki kesadaran bahwa kita selalu membawa nama pribadi Kristus dalam setiap totalitas hidup kita. Kita harus selalu berhati hati, waspada dan berjaga jaga karena cara hidup kita akan dibaca banyak orang seperti surat yang terbuka.Bila kita hidup benar maka kita adalah surat pujian untuk kemuliaan Kristus tapi bila hidup kita tidak benar kita mempermalukan Tuhan.

Saudara yang dikasihi Tuhan,
Mungkin kita bertanya : Bagaimana rahasia jemaat korintus dipuji dan apa bagaimana rasul paulus tetap dapat mempertahankan imannya di tengah begitu banyak tantangan ?
Jawabannya adalah karena  Karakter ilahi  melekat pada Paulus sehingga ia menjadi surat pujian Kristus
Paulus selalu mengandalkan Tuhan maka  Roh Kudus bekerja secara maksimal dalam pelayanannya. Kita tahu bersama latar belakang rasul paulus , ia adalah tokoh agama, seorang yang pandai , menguasai taurat tetapi ternyata bagi paulus semuanya sia sia diluar Tuhan.
Ketika ia dijamah oleh Tuhan dan bertobat maka secara luar biasa ia dipakai Tuhan, bukan karena kekuatan, bukan karena kepandaian tetapi karena kasih karunia Tuhan Itu nyata dalam ayat 4-6 . “Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah
oleh Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan
sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari
Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.”



Ingatlah bahwa dalam Pelayanan seorang hamba Allah yang berhasil selalu terkait dengan sikap yang memberikan kebebasan penuh Roh Allah bekerja dengan seluas-luasnya. Paulus menyadari, bahwa tanpa Roh Allah yang mengubahnya, maka mustahil dapat bekerja demikian spektakuler. Kita tahu bahwa Paulus telah bekerja dan melayani Tuhan lebih dari siapapun sepanjang zaman. Dia adalah contoh pelayan yang ideal. Dalam
hal ketulusan, kasih, ketegasan, Paulus terbukti telah menjadi surat terbuka
yang dikenal, dan dapat dibaca. Tak ada yang dapat membantah kerasulannya lewat karya Allah yang nyata dalam pelayanannya.

Akhirnya dalam hidup yang masih Tuhan anugerahkan kepada kita,  mulai sekarang MARI kita goreskan “tinta” Roh Allah kita di dalam hati yang nyata , baik melalui perkataan pun perilaku yang kita tunjukkan setiap hari. Niscaya anak-anak kita akan menjadi surat pujian kita yang dapat dibaca oleh setiap orang. AMIN.

Sabtu, 15 September 2012

PEKERJAANKU

Setelah melalui berbagai perjuangan , berdoa dan bekerja maka Tuhan berkenan menjawab segala usaha dan kerinduan sehingga boleh dilantik menjadi sekretaris kecamatan T.B pada hari Senin 10 September 2012 pkl. 19.00 di bangsal samping UPTD Dispora T yang sekarang menjadi Kantor Camat .T.B. Jauhkanlah dari segala kesombongan ya Tuhan sebab semuanya adalah dari Tuhan, tanpa Tuhan semuanya menjadi sia sia dan jabatan ini adalah tanggung jawab dan bersifat sementara artinya tidak selama lamanya karena setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya. Memang situasi waktu pelantikan dibayang bayangi oleh "penolakan" dari sebagian orang yang memang telah berupaya, bekerja keras, berjuang  sampai terjawabnya pembentukan dan peresmian kecamatan T.B tetapi mereka tidak terakomodir dalam pelantikan pejabat struktural eselon III atau Camat dan Sekcam, keinginan masyarakat T.B akan hadirnya putra daerah sebagai pemimpin belum terakomodir. Sampai sampai 5 kursi desa Tlkrn rusak karena sasaran kekecewaan. Hari kamis sore, tanggal 6 september setelah rapat di tondano, camat T. menelepon kepada saya : stef selamat, bersedia jas, saya berterima kasih untuk berita baik berarti siap dilantik dan mudah mudahan tidak ada perubahan sebab bagaimanapun sampai detik detik terakhir bisa saja terjadi perubahan tetapi itu biasa dan memang saya biasa biasa saja dilantik atau belum saya serahkan kepada Tuhan pasti itu yang terbaik, tetapi ternyata Tuhan memberi jawaban ya .Puji Tuhan. Saya berdoa bagi teman teman yang telah berjuang tetapi belum dilantik pasti Tuhan juga punya rencana yang terbaik dengan mereka. Saya pun ditelepon oleh ketua panitia pemekaran pada hari kamis itu juga mengucapkan selamat dan selamat berjuang dan bekerja , " jang lupa itu perjuangan tangal 12 desember 2012 nanti. Menjawab akan info akan dilantik maka tanggung jawab saya yang pertama yaitu pembuatan spanduk dan pengadaan musik. Tugas itu pun saya koordinasikan pada hari jumat dan selesai. Pada malam kamis dalam ibadah kolom di kolom 4 secara khusus saya didoakan oleh Pendeta D memohon Tuhan dapat menjawab kerinduan saya dan ini juga topangan yang besar. Hari sabtu saya mengantar om eri dan keluarga ke bandara setelah itu memesan baliho di jago print, semuanya lancar lancar saja. Rasa rasanya perasaan menjelang pelantikan biasa biasa saja artinya apapun yang terjadi saya sudah siap mental. Tiba pada hari minggu, 9 september 2012 saya ke ibadah HUT jemaat di desa kywas dimana Bapak Bupati hadir , saya juga sebenarnya ada pengalaman tidak mengenakkan di desa kywas, dan itu meninggalkan bekas, menjadi kekuatiran selama tugas di lang- bar, bahkan entah mengapa malam sabtu saya mimpi buruk tentang hal itu, tetapi Tuhan menyertai saya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bahkan Camat mempertemukan saya dengan Bupati. Terima kasih Ibu camat yang juga proaktif mempertemukan saya dengan Bupati dalam banyak kesempatan bahkan banyak menopang rencana saya ini. Padahal saya juga banyak kali komplain dalam hati dan bercerita kepada teman tentang kebijakan ibu camat yang kadangkala bertentangan. Makanya kalau jadi pemimpin tolong juga orang lain atau siapapun dia bertolong tolonglah menanggung beban pasti Tuhan membalas berkat. Hari ini kita menolong orang dengan tulus yakin saja kemudian ada orang yang akan menolong kita. Banyak juga dukungan dan ucapan selamat mengalir pada waktu itu. yang pasti jangan pernah bakusalah deng atasan meski memang kadang beda pendapat, besok besok dia yang akan membantu, merekom dan mengusulkan kita. Jadi jaga hubungan yang baik. Inilah yang saya alami dengan senantiasa membangun hubungan dan berkoordinasi dengan pimpinan sambil jangan lupa mengucap terima kasih atas semua pertolongan mereka. Bersyukur sebelum melangkah untuk lobi lobi jabatan saya sudah minta izin dulu dari pimpinan. Dan selang menunggu jawaban usulan saya tetap rajin dan setia pada pekerjaan, jangan malas. Sore hari selesai ibadah syukur saya ke bangsal acara membawa baliho dan puji syukur saya diterima dengan baik oleh kepala desa dan sek-des yang ada. Saya menelepon kak j mengucap terima kasih meski ada kesalahan malu menelepon ibunya , padahal ibunya (Ibu I) paling banyak berperan memperjuangkan saya. Pelajaran : jang malu malu, mesti kesatria, jangan mental panako, yang penting benar, tunjukkan itu laki laki sekali lagi mental baja tentu dengan tetap sopan dan memperhatikan etika. Besok senin 10 september, saya tidak masuk kantor dan menunggu untuk ke bangsal acara dan siangnya membawa spanduk yang memang baru dipasang detik detik menjelang pelantikan karena ada yang disembunyikan dan kontroversi dan memang akhirnya pelantikan pejabat  kmga dua tidak jadi. Memang kalau pelantikan di kecamatan baru musti siap siap uang , banyak pengeluaran ini dan itu yang tak terduga , mesti ada kesiapan uang , beruntung ada meski ba pinjam dulu pa orang tua, 3 juta , nanti mo ganti berikut. Jam enam sudah banyak orang dan gladi bersih dimulai dan ternya nama saya dipanggil. Trima ksih Tuhan Yesus, terima kasih semuanya , doakan saya dalam mengemban tugas ini meski terus terang saya bergumul kepada Tuhan dengan sakit di bagian dada kiri yang terus mengganggu, sangat menguatirkan, tetapi dalam nama Tuhan Yesus saya aminkan sembuh.Oleh bupati minahasa saya dilantik dan kata kata pengambilan sumpah dengan saksi pendeta sungguh sungguh sangat dalam dan mengandung tanggung jawab, tidak menerima apapun juga dan memberi apapun juga alias tidak suap dan korupsi. Kata kata sumpah yang sangat " dalam" dan semoga selalu diingat ingat karena mengandung janji dan disaksikan Tuhan. Terima ksih banyak untuk orang tua, jerih payah kalian dan bantuan sangat luar biasa. Tidak bisa saya balas lagi semua kebaikan kalian. Saya resmi jadi sek.-cam T.B. Dalam ucapan terima kasih terselip ucapan ketua panitia pemekaran , pak R so ndak lama camat mudah mudahan diganti oleh sekcam S. Amin. Waktu photo dengan pak  ca.--bup, ini camat masa depan. Amin . Jadi saya belajar memperkatakan amin untuk semua perkataan baik dan rencana kedepan. kalau Tuhan berkenan tidak ada satupun manusia yang menghalangi dan kalau Tuhan tidak berkenan apapun usaha manusia sia sia, sebab kita adalah debu dan karena Tuhan kita berarti. Selesai dilantik , foto foto dg pimpinan dan dapat marah dari camat untuk tugas pertama. So musti tegas pa rekan kerja berikut berikut. Itu bantuan bakurampas akang, tidak tahu malu ini orang orang. Malam itu paling akhir pulang dg pak camat, mo pulang ada mobil yang celaka tapi karena sudah lelah so trus semntara pak camat singgah, karena juga situasi malam itu ada orang disitu yang belum lantik jadi pertimbangan trus padahal sudah mesti ada mental. Besoknya kerja pertama adalah bekerja , bekerja, dan bekerja dimulai dengan rapat di luar ruangan. Kantor ini kosong belum ada apa apa dan camat ini proaktif banyak sekali ide ide dan harus menyesuaikan dengan kerja bakti dan kerja bakti. Tuhan anugerahkan kesehatan, itu badan sudah lama tidak berolaraga , lebih banyak duduk , tidur , jadi terasa sekali itu kelelahan, sudh kala biasa, tapi bersyukur juga ada olaraga. Karena kosong jadi memang harus berkorban dulu beli buku buku, beli aqua, dan lain sebagainya. Tuhan tolong beri hikmat supaya boleh menjadi pemimpin yang berwibawa, saya ada pergumulan dalam bicara, Tuhan mengetahui itu, Tuhan tolong saya suapay tidak menjadi batu sandungan tapi ada kewibawaan dan tidak membuat malu diri dengan kekuarangan saya. Ini juga pergumulan saya terbesar apa saya mampu mengemban tugas ini kalau hal hal lain saya yakin bisa tapi ini sennatiasa bergumul karena istilahnya pemerintah akan "banyak bicara". Hari kamis diadakan ibadah syukur di kolom, yang sudah direncanakan oleh isteri, terima kasih isteriku yang peduli, dan saya diutus oleh pendeta dalam tugas, dan didoakan meski kata kata kesaksian banyak yang tidak tepat, terkesan ada kesombongan dan bagaimana ya menjelasakan terlalu berlebihan, ampunilah saya Tuhan. Terus belajar untuk memikir dulu sebelum bicara jangan asal asalan apalagi dalam ibadah. Hari sabtu untuk pertama kali saya mewakili camat memberi sambutan di Gereja advent Pnbtgn , saya merasa tidak percaya diri, kata kata tak terkonsep dengan jelas, ada rasa tak Percaya diri, musti belajar belajar dan belajar dan Tuhan tolong saya untuk kekurangan ini. Saya pun belajar mengaminkan perkataan pendeta waktu selesai makan mo jadi pemimpin , camat berikut. Amin. Dan luar biasa pemahaman, cara pembawaan firman pendeta pendeta advt ini banyak juga motivasi disini, ada pendeta muda yang cara bicaranya keras, lugas, bersemangat, mantap, pemahaman teologis juga mantap. Terima kasih juga ada pak beni mmto, pak vktr mlgky, pak ted mneke, pak luki, mereka respon sama saya dan menghargai saya sebagai pemerintah sampai minta nmr hp, pokoknya ini sambutan resmi saya yang pertama sebagai sekcam. trims pak dnny kasie trntb yang mendampingi saya. Kenangan tak dilupakan.

Selasa, 04 September 2012

MY OFFICE

Dalam kehidupan berorganisasi harusnya menjunjung tinggi nilai nilai kebebasan termasuk dalam pelaksanaan pekerjaan di kantor. Bila atasan sudah memberi perintah, apakah sudah harga mati, tidak boleh lagi diberikan saran, masukan dan pertimbangan, ini yang menjadi perenungan saya pada hari ini berhubung apa yang terjadi dalam dinamika pekerjaan di kantor. Sebab bukankah untuk memutuskan sesuatu diperlukan masukan masukan supaya ketika program atau kegiatan akan dieksekusi telah dipertimbangkan dengan matang kekuatan dan kelemahannya. Tapi begitulah namanya bawahan ya bawahan. Saya merindukan sosok pemimpin yang mampu mengayomi dan terbuka untuk menerima masukan, bukan pemimpin yang otoriter. 
Disisi yang lain seorang teman saya memang kelihatannya semangat 45 menjalankan tugas tetapi ada maksud tertentu dibalik semuanya itu , dalam mengapai tujuan ia sepertinya mampu meyakinkan atasan tetapi cara cara yang ditempuh mencapai tujuan sangat tidak baik. Kadang ia harus berdusta supaya tujuan tercapai. Dalam rangka promosi jabatan maka nampak sekali usaha mencari muka, ya begitulah . Kasihan juga teman teman lain  dimarahi, diejek , dan lain sebagainya sepertinya di kantor teman saya ini yang paling berkuasa, segala sesuatu dianggap adalah karena usahanya, dan yang lain tidak ada apa apanya.

Sabtu, 01 September 2012

KATA MOTIVASI


Mungkin kita punya banyak hal, tetapi tidak semua dapat dimiliki
Mungkin kita punya banyak impian, tetapi tidak semua dapat diwujudkan
Mungkn kita punya banyak harapan, tetapi tidak semua dapat dicapai
Akan tetapi kita punya Tuhan yang mempunyai segala hal, yang dapat mewujudkan impian dan harapan yang ingin kita capai asal kita selalu setia dan percaya penuh kepadaNya
(repost from Purnomo Hartanto)

“Bekerja keras adalah bagian dari fisik. Bekerja cerdas merupakan bagian dari otak. Sedangkan bekerja ikhlas adalah bagian dari hati."(Restiawan Samudra)

Rabu, 29 Agustus 2012

KISAH SUKSES WILIAM COLGATE


Kisah Sukses : William Colgate

Colgate adalah nama sebuah perusahaan. Jika mendengar nama itu, kebanyakan orang Amerika pasti akan langsung berpikir tentang pasta gigi. Tetapi, jika mereka tahu sejarah orang dibalik nama itu, mereka ,mungkin akan berpikir tentang kristus, dan jejak yang dijalani COlgate bersamaNya.

William Colgate lahir pada tanggal 25 januari 1783 di kota Kent, Inggris. Ayahnya, Robert adalah seorang petani yang dikenal sebagai intelektuual yang berani dan memiliki pemikiran politik yang tajam.

Pada suatu hari, karena mendukung kemerdekaan negara koloni Inggris, RObert mendapat ancaman dari pihak penguasa. Namun, Tuhan campur tangan dengan mengirim seorang di tengah malam buta untuk memperingati keluarga Colgate. Dengan segera mereka terbang meninggalkan negara Inggris. Pembawa pesan itu mengatakan, jika saja mereka tetap di Inggris kemungkinan besar pasti dihukum penjara atau bahkan dihukum mati. Tapi apa yang buruk menurut dunia, Tuhan mengubahnya menjadi sebuah kebaikan.

Pelayaran
Keluarga Colgate naik kapal pada bukan maret 1798 dan berlayar menuju Amerika. Mereka menetap di sebuah perkebunan di Hartford Co., Kota Maryland.

Disana Ayah William bekerja sama dengan Ralph Maher untuk memulai usaha pembuatan sabun dan lilin.

William membantu kedua orang itu dan belajar dengan cepat. Tetapi, kenyataan berkata lain. Meski sudah bekerja keras, kerja sama itu gagal di tengah jalan. Robert Colgate kembali ke perkebunan dan William memutuskan untuk memulai usahanya sendiri. Setahun kemudian ia kekurangan modal, dan William Colgate harus menutup usahanya.

Meski gagal dua kali, William tidak menyerah. Ia mendapatkan pelajaran berharga. Ia percaya, Tuhan akan mengarahkan langkah Anda, Jika Anda mau mencariNya dab menyerahkan bisnis ANda kedalam rencanaNya, meski ada kegagalan.

Seorang teman kristiani yang bekerja di sebuah kanal kapal menasihati Colgate, "Berikan hatimu bagi Kristus. Berilah kepada Kristus apa yang menjadi milik Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berikan persembahanmu dengan jujur...dan seseorang akan menjadi pembuat sabun ternama di New York. Orang itu mungkin saja kamu."

Saat William mempelajari Alkitab, ia begitu tertarik dengan ayat dalam Kejadian 28:20-22, "Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untukdimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu."

Pada tahun 1804, COlgate dipekerjakan oleh sebuah perusahaan pembuat sabun sebagai pegawai magang. Pengamatan Colgate sangat tajam dan teliti. Dia terus memegang perintah Tuhan dalam Amsal, Yaitu memperhatikan perintah, meski perintah itu datang dari mereka yang gagal (Ams 24:30-32).

Colgate percaya bahwa perusahaan itu telah salah kelola, dan ternyata ia benar. Perusahaan itu akhirnya tutup pada tahun 1806, tapi reputasi dan ambisi Colgate memampukannya untuk menghubungi pada penyalur di kota lain. Ia memulai merintis usahanya kembali.

Dan mujizat terjadi. William Colgate dan perusahaannya itu sudah berhasil sejak awal. Dalam 6 bulan perusahaan itu sudah berhasil membuat produk-produk baru dengan bahan kanji. Segera, perusahaan itu mampu memproduksi sabun tangan, sabun toilet, dan sabun cukur.

Tidak Lalai
Meski Colgate sangat sibuk dalam pengembangan usaha, ia tidak mengabaikan waktu-waktu pribadinya dengan Tuhan. Kesuksesan Colgate dicapai karena ia mengikuti prinsip-prinsip Alkitab.

Seperti Yakub yang berjanji untuk memberi persembahan sulung kepada Tuhan, maka Colgate juga membuat janji yang sama. Sepuluh persen dari keuntungan Colgate dengan setia diberikan kepada Tuhan.

Tidak lama, Colgatye segera menjadi salah asatu pengusaha ternama di New York. Bisnis itu bukanlah satu-satunya yang bertumbuh dan berhasil. Colgate menikahi Mary Gilbert pada tahun 1811, dan bersamanya terlahir 11 anak. Pernikahannya dengan Mary disebut orang sebagai "Persekutuan yang indah dengan seorang yang menyenangkan."

Colgate bahkan menamai anaknya berdasarkan nama Alkitab. Ini menggambarkan cara pandang Alkitab dalam setiap aspek hidup mereka. Keluarga ini setia beribadah dan membaca Alkitab bersama.

Colgate sangat aktif dalam bermacam kegiatan sosial yang diadakan di gerejanya. Dia juga meyumbangkan banyak dana untuk lembaga pendidikan, termasuk Madison College, Hamilton, New York.

Karena kemurahan hatinya, sekolah itu kini berganti nama menjadi Colgate university. Dia juga adalah pendukung aktif kegiatan misionaris. Pada tahun 1816, Colgate memegang peranan penting dalam mengelola American Bible Society dan American and Foreign Bible SAociety. Dia juga melayani sebagai pengurus American Tract Society.

Selagi bisnisnya terus berkembang dan diberkati Tuhan, dia memerintahkan akuntannya untuk meningkatkan jumlah persembahannya, dari 20 persen menjadi 30 persen. Ketika dia terus berkomitmen untuk memberi, perusahaannya menjadi semakin diberkati Tuhan.

Saat ini, Colgate Palmolive adalah salah satu perusahaan tertua di Amerika dan dinobatkan oleh majalah Fortune sebagai salah satu dari 500 perusahaan paling sukses di Amerika. Angka penjualan revenue-nya mencapai US$ 9 miliar dan cabangnya telah berada di 221 negara di seluruh dunia.

Produknya telah berkembang memenuhi kebutuhan perorangan, pabrik samapai hewan peliharaan. Merk-nya telah dikenal di seluruh dunia seperti Colgate, Palmolive, Speed-Stick, Fab, Murphy, Ajax, dan Irish Spring.

Keberhasilan Colgate Palmolive adalah sebuah kesaksian tentang apa yang Tuhan sanggup kerjakan bagi mereka yang setia mengejar mimpinya dan berkomitmen untuk mengenal Tuhan, pribadi yang sanggup memenuhi mimpi-mimpinya.






HIDUP ADALAH BELAJAR


HIDUP ADALAH BELAJAR

diambil dari forum : Kompasiana
Hidup Adalah Belajar
Belajar bersyukur meski tak cukup….
Belajar tulus meski tak dihargai….
Belajar ikhlasmeski tak rela….
Belajar taat meski berat….
Belajar memahami meski tak sehati….
Belajar memaafkan meski hati terluka dalam….
Belajar bersabar meski terbebani….
Belajar kesungguhan saat merasa lelah dan kecewa….
Belajar ketangguhan saat merasa sepi sendiri….
Belajar setia meski tergoda….
Belajar mendewasakan diri dengan memahami dan menghargai orang lain….
Belajar, dan terus Belajar….!!!!
Meski keyakinan setegar karang….
Tapi sudah menjadi kodrat, bahwa hati seperti air laut….
Bergelombang pasang - surut, dan sering terbawa arus….
Maka teruslah semangat….
Tuuk mengejar sebuah impian….
Hidup penuh dengan Hikmah yang bisa kita pelajari setiap saat….
Maka dari itu kita akan merasakan sesuatu yang mungkin tidak kita rasakan sebelumnya….
Kita akan merasakan adanya sedikit perubahan yang mungkin terjadi….
Ya….Hiduplah untuk diri kita sendiri, untuk kedua orang tua kita, untuk orang yang kita sayang, untuk orang yang percaya pada kita, untuk agama, dan untuk bangsa dan negara kita…..
Hidup hanyalah sekali, jadikan hidup kita menjadi sesuatu yang dapat bermanfaat bagi sesama….
Hiduplah dengan penuh kebanggaan, bahwa kita berada disini di dunia ini untuk melakukan suatu perubahan besar….
Maka dari itu, marilah kawan-kawanku kita bangun indonesia menjadi lebih baik lagi….
Dengan hal-hal kecil yang bisa kita mulai dari sekarang…..



pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...