Jumat, 29 Agustus 2014

PESAN PENTING BAGI DIRI SAYA !

Pesan penting saat ini :
1. Hiduplah sehat dengan rajin berolaraga, menggerakkan badan, mengatur pola makan, mengelola pikiran
2. Jangan terbeban dengan pekerjaanmu.
3. Manusia hidup untuk menghidupkan orang lain. (ST3)
4. Dimanapun kamu ditanam berkembanglah.
5. Untuk kemajuan jangan takut , jadilah pribadi yang berani sebab dengan keberanian kita dapat menyelesaikan banyak hal.
6. Jangan mengasihi diri karena kekurangan mu tapi jadikanlah itu motivasi untuk berbuat yang terbaik meski dalam kekuarangan.
7. Bertobatlah dan hiduplah dalam kebenaran.
8. Cintailah istri, anak dan keluargamu dengan segenap hatimu.
9. Hati hati dengan pemborosan , kelola keuangan dengan  bijaksana, hemat dan rajin menabung tapi suka menolong orang lain.
10. Rajin rajinlah berbuat baik sekecil apapun itu.
11. Peganglah prinsip dan berdirilah pada kebenaran dan jangan takut kehilangan apa apa karena berdiri pada prinsip.
12. Jujurlah dengan keuangan yang dipercayakan padamu, jauhkan jiwa korupsi dan belajarlah benar dengan uang.

PEMIMPIN 28/8/14

Hari ini banyak pengalaman berharga dalam kehidupan saya.
Sebagai pemimpin
1. Menyelesaikan masalah
Pagi pagi saya mendapatkan telepon dari seorang perangkat desa yang mempertanyakan operasional A.D.D yang " katanya " belum diserahkan Ka des. Disini laporan ini jangan langsung di benarkan maka saya pun langsung lakukan kroscek dengan Ka des. Menurut penjelasan pak Kades tidak benar demikian. Kades pun meminta identitas pelapor tapi dalam rangka kerahasiaan informasi maka saya tidak sampaikan. Untuk pembuktian maka saya pun mendapat ide langsung untuk mempertemukan kedua pihak yaitu pelapor dan terlapor. Saya segera menindaklanjutinya, tidak menunda nunda dan langsung respon. Ternyata sang pelapor " tidak mau bertemu" banyak alasan . Saya pun meminta Ka des untuk datang  dan bawa bukti kwitansi penerimaan dan memang Kades datang ke kantor , mengadakan klarifikasi dan menunjukkan buktinya. Saya pun menfotocopy bukti tersebut dan mengambil keputusan sementara bahwa pelapor ini hanya cari masalah saja.
2. Menahan emosi, mampu mengendalikan diri dan sabar.
Ada masalah yang saya  komunikasikan dengan atasan tentang ketidakpuasan salah satu desa dengan pemindahan lokasi kantor camat . Saya pun langsung memberi saran kepada atasan dan didengar oleh teman teman kantor. Pembicaraan sebelumnya berjalan baik tapi teman teman yang mendengar " tanpa etika" langsung berubah menjadi kompor , mereka tertawa tapi tertawa ini lain yaitu menyinggung perasaan. Perasaan dan posisi saya seperti tersudut, tapi bersyukur saya dapat menahan emosi, mengendalikan diri dan sabar, meski pendapat saya tidak diterima malah di balas dengan candaan yang tidak tepat dari teman teman.
Herannya kalau dirumah tangga pengalaman sebelumnya emosi saya cenderung tidak terkendali , meledak bahkan barang barang sekitar jadi sasaran akibatnya memalukan diri sendiri dan dapat menghancurkan masa depan keluarga.
3. Jerih juang dan upaya kerja kita sebagai pemimpin dihargai oleh jemaat dan masyarakat
Sore hari saya diundang oleh Salah satu gereja untuk menghadiri HUT seorang pendeta ketuanya. Begitu saya tiba suasana sangat meriah, ada bangsal sukacita, banyak orang diundang . Saat masuk bangsal berjejer makanan di meja meja yang disedikan secara sukarela oleh anggota jemaat hanya untuk merayakan HUT seorang pemimpin. Begitu besar maknanya dalam acara ini yaitu kerelaan untuk membagi dan kedewasan dalam memberi dan menghargai pemimpin oleh jemaat. Bila sudah begini berarti pemikiran saya sang ketua ini pasti telah memberi yang terbaik, dicintai jemaatnya sehingga mereka rela membuat acara untuk sang pemimpin. Tentu kalau sudah begini maka otomatis sang pemimpin harus terlecut untuk lebih memberi yang terbaik.

Jumat, 27 Juni 2014

TUGAS TUGAS DIKANTOR

Jadilah teladan di kantor dalam banyak hal. Patuh, dengar dengaran, loyalitas pada atasan. Berilah masukan, bangun komunikasi dan jangan bertindak sebagai atasan meski kita lebih tahu. Biarlah sebagai bawahan kita betul betul dibentuk menjadi masak bukan karbitan. Anggaplah apa yang terjadi adalah proses untuk membentuk kita supaya kita siap menjadi pemimpin. Semuanya pasti ada makna dan artinya.

MASALAH KESEHATAN

Puji syukur pada Tuhan atas kesehatan dan nafas hidup yang Tuhan masih beri dalam saya menjalani hari hari ini. Meski memang saya banyak dosa pada Tuhan dan saya mau merubah hidup saya supaya berkenan dan layak meminta kepada Tuhan. Orang berkata sakit adalah tanda dari tubuh, Sakit juga dapat menjadi sarana untuk mengingatkan apa yang sudah kita buat dalam hidup ini. Yang pasti meski dalam kesulitan tetap mengucap syukur, memuji Tuhan, mendekat kepada Tuhan dalam firman dan doa sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Pasrah dan berserah kepadaNYa sebab apa yang Tuhan buat baik adanya.
Secara pribadi memang hari hari ini penuh kesibukan tapi juga penuh kekuatiran dengan kondisi tubuh yang terasa tidak fit, cepat lelah dan merasa sakit di bagian organ tubuh tertentu. Ada kerinduan untuk memeriksakan di dokter ahli tapi masih menunggu uang. Semoga saja Tuhan menyembuhkan dan semuanya baik baik saja. HIDUPLAH BERKUALITAS

TERUS BELAJAR

Dalam rangka peningkatan kualitas, pengembangan karier maka saya melanjutkan ke tingkat S2 meski memang tidak gampang, banyak tantangan, termasuk membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, dan juga aktifitas organisasi. Lanjut studi memang juga butuh dana yang besar. Jadi perlu pengetatan anggaran dan penghematan. Disini kelemahan saya yang banyak kali boros dan mengeluarkan biaya untuk hal hal yang tidak penting akibatnya di akhir  bulan juni 2014 ini, masih ditengah bulan anggaran bobol, mengakibatkan beban pikiran , kecemasan, kekuatiran dan juga kesulitan. Pinjam sana dan pinjam sini akibatnya ketika gaji datang tutup sana tutup sini. Saatnya untuk belajar dari pengalaman pengelolaan keuangan selama ini yang gagal untuk menata gaji supaya tidak bobol dengan pengeluaran pengeluaran yang ada. Saya sebenarnya mengelola keuangan sendiri tidak diberi kepada isteri dan ini memang salah, sampai saat ini keuangan habis pakai , ndak ada tabungan. Beruntunglah ada berkat terus dan aman aman saja, tetapi tetap saya merasa harus ada pembenahan total apalagi dengan biaya kuliah yang mendekati akhir semakin banyak. Jalan satu satunya adalah mengadaikan gaji di bank, beruntung saja pinjaman di bank periode lalu akan selesai bulan depan jadi ada dana fresh untuk penyelesaian studi. Ini yang sementara saya usahakan untuk modal selesai studi.
Disatu sisi memang keluarga kami sudah ada modal tanah, anak masih kecil, keluarga muda  tetapi masih ada hutang kepada orang tua yang cukup besar dan sekarang mengangsur mobil yang besar biayanya setiap bulan. Biaya kredit  terus terang ditanggulangi selalu oleh isteri melalui penghasilannya karena memang idenya untuk pengadaan kendaraan baru meski saya memang agak tidak setuju tetapi ya jalani saja.

KE RUMAH DUKA

Hari ini saya merasa bersalah ketika berjumpa dengan teman yang saya tahu berduka karena kehilangan ayahnya. Untuk ke kantor saya harus melewati jalan depan rumahnya dan suatu ketika saya melihat ada bangsal dukacita tapi saya tidak tertarik untuk bertanya siapa yang meninggal yang ternyata adalah ayah dari sahabat saya. Ketika saya berjumpa sahabat saya ini ada rasa penyesalan tidak melayat sedangkan waktu bertemu ia dengan begitu ramah menyambut saya. Ya kalau acara suka pasti ketemu lagi tapi kalau acara duka kapan lagi . Betul sekali firman : Lebih baik kerumah duka daripada kerumah suka.

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...