Sabtu, 05 Agustus 2017

KHOTBAH 2 PETRUS 1 :3-15 : GEREJA YANG DIPANGGIL, DIPILIH DAN DIUTUS

Syalom,
Bersyukur kita kembali karena Oleh rahmat dan kasih Tuhan masih menyertai kita semua sehingga kita boleh berada di bulan Agustus yang bagi kita warga masyarakat adalah bulan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan dan perbudakan.
Di bulan Agustus ini juga Gereja hendak mempersiapkan  warga jemaat dalam kebenaran firman Tuhan untuk memasuki tahapan pemilihan pelayan khusus di semua aras pada Bulan Oktober sampai awal bulan januari 2018 sehingga  pemahaman tentang tiga hal yaitu  panggilan, pemilihan dan pengutusan perlu dan penting untuk digumuli terus.
Tema perenungan warga GMIM  di minggu ini adalah GEREJA YANG DIPANGGIL, DIPILIH DAN DIUTUS
Pada dasarnya kita semua adalah gereja. Gereja  bukan saja berarti  gedungnya tetapi gereja adalah Persekutuan orang orang  Percaya Yang telah dipanggil Allah Dari kegelapan Menuju Terang-Nya Yang Ajaib. Panggilan Allah dalam hidup kita sangat jelas . Mula mula ia memanggil kita untuk keluar dari dosa dosa kita. IA juga memanggil kita dan menyelamatkan kita sehingga kita disebut umat kepunyaanNya . Namun tentu tidak berhenti sampai disitu saja ia memanggil kita untuk menjadi alat kesaksianNya. Ia memanggil kita untuk melayani Tuhan dan sesama. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kita menyadari panggilan Tuhan dalam hidup kita? Mungkin Tuhan sudah memanggil kita berkali kali dengan berbagai macam cara, Tuhan juga memanggil kita lewat berbagai peristiwa yang terjadi  dalam kehidupan ini namun seringkali kita sengaja tidak mau mendengarkan dan banyak kali mengeraskan hati.
Ayat 3 secara jelas mengatakan bahwa Tuhan memanggil kita oleh kuasaNya yang mulia dan ajaib. Begitu banyak contoh nabi nabi yang dipanggil Tuhan dalam perjanjian lama . Ada yang menerima dengan iman panggilan Tuhan seperti Abraham  tetapi ada juga yang menolak seperti nabi Yunus. Baik menerima dan menolak tentu ada konsekuensinya atau akibatnya.
Ayat 3 dengan jelas mengatakan supaya kita menerima panggilan Tuhan dan tidak menolak maka kita harus mengenal siapa Tuhan yang memanggil kita. Dia adalah pencipta kita manusia, Dia berhak untuk mengatur hidup kita  dan Dia Tuhan punya rencana yang terbaik dalam hidup kita. Tuhan memanggil manusia tentu bukan asal memanggil tetapi ada tujuan. 
Tuhan juga memanggil kita bukan sekedar memanggil , atau tanpa memberikan apa apa tetapi ia memanggil dan  memperlengkapi kita dengan janji janji yang berharga dan yang sangat besar supaya kita boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakan dunia. Tuhan tahu bahwa hidup manusia  akan berhadapan dengan godaan dan tantangan dunia dan bisa saja godaan dan keinginan duniawi membelokkan panggilan kita. Godaan duniawi bisa saja lebih kuat menarik kita sehingga kita lupa pada panggilan Tuhan .
Makanya Tuhan mengingatkan kita sebagai gereja dalam ayat 5 melalui kata sungguh sungguh. Kata sungguh sungguh disini mengandung makna  ketaatan , suatu tekad yang teguh, suatu kemauan yang keras, bagaikan batu karang dilaut yang tetap teguh meskipun dihempas gelombang laut namun batu karang ini tetap kokoh berdiri. gereja yang dipanggil adalah gereja yang bersungguh sungguh dalam panggilan. Bukan saja cukup memiliki iman, namun supaya kuat dan kokoh berusaha menambahkan kepada iman kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih kepada saudara saudara, dan kepada kasih akan saudara saudara , kasih akan semua orang. Gereja yang dipanggil adalah gereja yang menghasilkan BUAH BUAH ROH .Barangsiapa tidak memiliki semuanya itu , ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa bahwa dosa dosanya telah dihapuskan.
Yang kedua GEREJA YANG DIPILIH
Sebagai Gereja kita dipanggil dan juga dipilih oleh Tuhan. Pemilihan disini menunjuk kepada terpilihnya suatu umat didalam Kristus. Pemilihan ini terutama bersifat persekutuan yaitu pemilihan suatu umat. Contohnya adalah pemilihan umat Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan yang tidak bisa digugat  atau dibatalkan oleh siapapun.  Pemilihan Tuhan kepada Israel adalah hak Tuhan yang harus dihormati.
Selain itu ada pula yang pemilihan Tuhan kepada perseorangan meskipun mereka adalah bagian dalam persekutuan umat. Contohnya pemilihan nabi nabi dalam perjanjian lama dan  dalam perjanjian baru  pemilihan murid murid Tuhan Yesus, pemilihan matias yang menggantikan yudas dalam Kisah para rasul 1 dan juga tujuh orang dipilih untuk melayani orang miskin dalam kisah para rasul 6.
Dalam konteks dewasa ini terutama dalam  pemilihan pelayan khusus  GMIM di semua aras dari tingkat jemaat, wilayah sampai sinode pada bulan oktober sampai januari 2018 adalah konteks pemilihan Tuhan kepada PERSEORANGAN untuk menjadi Penatua, Syamas, Anggota Badan Pekerja Majelis Jemaat, BPPJ dan juga Komisi Pelayanan.
Baik pemilihan umat kepunyaan Tuhan maupun pemilihan kepada perseorangan dua duanya memiliki tujuan yang sama yaitu bukan untuk melayani diri sendiri, bukan untuk KEPUJIAN diri sendiri, bukan untuk KEPENTINGAN DIRI SENDIRI, bukan juga karena KETERPAKSAAN, melainkan pemilihan INI ADALAH DALAM RANGKA BEKERJA DILADANG TUHAN DENGAN  MELAYANI TUHAN DAN SESAMA.
Sebagai Gereja yang dipanggil, gereja yang dipilih dan gereja yang diutus untuk memberitakan firman Tuhan kita semua diingatkan oleh rasul Petrus supaya teguh dan jangan sampai melakukan tindakan yang menyimpang sehingga  tersandung. Karena kalau sampai kita tersandung maka akan menjadi contoh yang tidak baik bukan saja pada orang percaya tetapi juga orang orang yang tidak percaya.

 Supaya tidak tersandung maka tidak ada jalan lain selain   gereja harus betul betul kuat dan teguh melaksanakan tugasnya karena ada upah dan hadiah yang akan diterima seperti  Seorang petani yang rajin, giat dan tekun melaksanakan pekerjaannya maka pasti akan diberkati, seorang pegawai yang rajin dan tekun serta setia pasti juga akan menerima upahnya, demikian juga kita sebagai gereja yang teguh, taat, setia, tekun, dengar dengaran pada Tuhan akan menerima upah dan hadiah atas semua perjuangan  sebagaimana disampaikan Rasul Petrus dalam ayat 11 :  KAMU AKAN DIKARUNIAKAN HAK PENUH UNTUK MEMASUKI KERAJAAN KEKAL, YAITU KERAJAAN TUHAN DAN JURUSELAMAT KITA, YESUS KRISTUS. Itu juga yang disampaikan oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15 : 58 : BERDIRILAH TEGUH, JANGAN GOYAH DAN GIATLAH SELALU DALAM PEKERJAAN TUHAN! SEBAB KAMU TAHU BAHWA DALAM PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN JERIH PAYAHMU TIDAK SIA SIA. AMIN


Minggu, 02 Juli 2017

POLA HIDUP SEDERHANA DALAM PEMELIHARAAN TUHAN

Bacaan Alkitab : Keluaran 16 :13-24
Syaloom ,
Bersyukur kepada Tuhan atas kasih dan penyertaanNya sehingga hari ini kita sudah tiba di bulan juli yang adalah bulan pengucapan syukur bagi warga Minahasa tepatnya akan dirayakan pada hari minggu 23 Juli 2017. Dalam mempersiapkan diri memperingati bulan pengucapan syukur maka sebagai warga GMIM kita kembali di hentar untuk memahami bacaan Alkitab dengan  tema mingguan : POLA HIDUP SEDERHANA DALAM PEMELIHARAAN TUHAN.
Hidup sederhana adalah dua kata yang mudah diucapkan tapi terkadang sulit diwujudkan dalam kehidupan sehari hari apalagi ketika umat Kristiani diperhadapkan dengan hari raya besar seperti pengucapan syukur . Terkadang menghadapi pengucapan syukur,  jemaat dan masyarakat  terkadang sulit untuk mengendalikan diri sehingga cenderung menjadi boros karena berbagai pengeluaran telah melewati pendapatan seperti peribahasa besar pasak daripada tiang.  Atau juga karena pengaruh lingkungan jemaat cenderung memaksakan diri untuk menyediakan berbagai hal sementara  dalam keluarga sementara terjadi kekurangan financial. Keadaan ini tentu akan menimbulkan masalah dan kesusahan di kemudian hari karena ada sebab akibat dari tindakan hidup yang konsumtif, tak terkendali dan  boros.
Beberapa waktu ini Tuhan memberkati sebagian jemaat melalui hasil pertanian yang harganya mahal. Demikian juga berbagai profesi pekerjaan lain dengan berbagai berkat yang sementara diterima.  Dalam keadaan ini tentu ada godaan untuk menyalagunakan berkat dengan sesuka hati tanpa didasari rasa ungkapan syukur .  Pola hidup seperti ini tidak akan membawa rasa sukacita karena  apa yang didapat akan habis dalam waktu yang cepat dan tidak membawa dampak jangka panjang bagi peningkatan ekonomi keluarga.
Betapa penting berkat Tuhan dikelola dengan benar sehingga dapat membawa sukacita dalam hidup ini . Salah satu bentuk pengelolaan berkat Tuhan adalah menerapkan pola hidup sederhana yang berarti tidak hidup berlebihan, tidak boros, tidak berfoya foya, dan hidup sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan.
Ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Tuhan menuntun dan  membawa mereka melewati padang gurun dan bukan melewati jalan raya yang biasa dipakai untuk jalur perdagangan. Dapatkah kita Bayangkan sebanyak 600 ribu laki-laki, belum terhitung perempuan dan anak-anak seperti tertulis dalam Keluaran 12 :37 keluar dari Mesir dan sementara berjalan di padang gurun, berapa banyak makanan dan air yang dibutuhkan agar seluruh bangsa Israel dapat makan dan minum? Tentunya sangat banyak.  Apalagi bangsa Israel ketika keluar dari tanah Mesir  dalam keadaan terburu-buru, sehingga mereka mungkin hanya membawa makanan seadanya untuk menempuh perjalanan yang begitu panjang.



Secara manusia, bahkan dengan teknologi saat ini, hampir mustahil seorang Musa dapat menyediakan makanan dan minuman bagi begitu banyak orang Israel di padang gurun. Membayangkan saja sudah pusing dan sulit apalagi melakukan. Tetapi kita tahu bersama bahwa hidup ini diatur oleh Tuhan, kalau Tuhan yang tuntun, kalau Tuhan yang suruh, kalau hidup kita didalam Tuhan maka seharusnya jangan takut, kuatir dan cemas karena  Tuhanlah yang akan memelihara dan mencukupkan. Itulah yang kemudian terjadi dan terbukti tentang bagaimana PEMELIHARAAN TUHAN itu sendiri. Mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Tuhan karena bukan Musa yang menyediakan makanan dan minuman tersebut, tetapi Tuhan Allah yang MEMELIHARA .IA menyediakan dengan caranya yang ajaib dan heran dengan memberi apa yang mereka butuhkan yaitu daging burung puyuh dan manna untuk dibuat roti .

Manna bukan hanya sebagai roti yang diberikan Tuhan setiap pagi tapi manna juga adalah simbol berkat Tuhan, simbol pemeliharaan Tuhan  yang diberikan kepada manusia sejak pagi hari. Itulah Tuhan yang kita sembah , Dialah Allah yang dari dulu sampai sekarang selalu memberkati manusia sejak dari  pagi hari. Dalam Yosua 5 :12 dijelaskan bahwa bangsa Israel makan manna sejak di padang gurun Sin hingga bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian.
Namun meskipun Tuhan telah memberkati umatNya pada waktu itu dengan memberi manna dan daging burung puyuh bukan berarti bangsa Israel bermalas malasan, tidur tiduran, berpangku tangan dan tidak berbuat apa apa. Tetap berkat harus mereka usahakan, berkat harus dikerjakan dan berkat harus diolah seperti Firman Tuhan berkata dalam ayat 16 : Beginilah perintah Tuhan, pungutlah tiap tiap orang menurut keperluannya; masing masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang menurut jumlah jiwa. Kata pungutlah disini berarti tindakan atau kerja yang harus dilakukan manusia untuk mengelola berkat Tuhan. Bila mereka mengabaikan perintah Tuhan maka pasti hari itu mereka siap siap kelaparan karena tidak makan.  
Perintah selanjutnya yang harus ditaati dalam pemeliharaan Tuhan di padang gurun  adalah pungutlah tiap tiap orang menurut keperluannya. Kata “menurut keperluan disini”  memiliki arti dan makna yang sangat mendalam tentang bagaimana hidup ini harus diatur untuk bersyukur dengan apa yang ada, mencukupkan diri sesuai dengan kemampuan, termasuk jangan tamak, boros apalagi serakah.

Namun  manusia, terkadang ada rasa tidak puas dalam hidup , selalu merasa kurang dan tidak cukup sehingga ada yang mengumpulkan banyak, dan ada juga yang sedikit . Sangat mungkin orang yang mengumpulkan manna yang banyak bertujuan agar ia akan mendapat banyak makanan lebih dari orang lain. Tetapi ternyata apa yang dipungut orang tersebut semuanya diatur oleh Tuhan seperti ungkapan yang sering kita dengar bahwa  apapun usaha kita masing masing Tuhan so atur, masing masing kita diberi berkat sesuai dengan ukurannya , jadi tidak usah iri dan cemburu dengan orang lain.  Alkitab mengatakan bahwa ketika ditakar, ternyata orang yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit ternyata tidak kekurangan .

Perintah ketiga dalam  pemeliharaan hidup oleh Tuhan adalah  bagaimana mengisi hidup ini dalam keadaan penuh  kedengar dengaran dan ketaatan pada firman Tuhan. Musa dalam ayat 19 memerintahkan bahwa pada waktu itu apa yang dipungut dan diolah menjadi makanan jangan ditinggalkan sampai pagi . Artinya jelas bahwa jangan kuatir dengan hari esok karena  besok Tuhan akan beri lagi berkat yang baru dan begitu terus setiap hari. Namun ada juga yang kuatir, cemas dan ragu akan hari esok, ada yang coba coba, atau sengaja melanggar hukum dan ketetapan Tuhan dengan meninggalkan makanan sampai pagi. Apa yang terjadi ? Makanan menjadi berulat dan berbau busuk.
Ini berarti berkat tersia siakan.
Berbeda dengan perintah Tuhan dalam ayat 23 sampai 24 supaya kelebihan berkat disimpan sampai pagi hari  dan orang Israel telah belajar dari kesalahan sebelumnya dan mereka memilih taat pada perintah Tuhan . Apa hasilnya ?  makanan tidak berbau busuk dan tidak ada ulat didalamnya.

Apa yang kita baca melalui kesaksian hidup orang Israel di padang Gurun dalam pemeliharaan Tuhan adalah gambaran  perjalanan hidup kita juga saat ini yang  sementara menuju tanah kanaan kekal yaitu kerajaan sorga. Kita mungkin tidak seperti bangsa Israel yang berada di padang gurun, kita justru hidup dan berada di tanah yang subur dan sementara menikmati berkat berkat Tuhan. Namun meskipun Tuhan menjaga, melindungi dan memberkati kita , kita harus ingat untuk dapat mengelola berkat Tuhan sebaik baiknya dengan hidup menurut ketetapan dan perintahNya supaya berkat tidak menjadi busuk dan berulat dalam arti tidak membawa kedamaian dalam hidup ini.


Sebentar lagi kita akan bersiap untuk merayakan pengucapan syukur atas segala kasih, rahmat dan berkatNya bagi kita. Tuhan telah  memberkati kita masing masing menurut rahmat dan karuniaNya. Mungkin Ada yang sementara bersyukur dan berbahagia karena merasakan berkat jasmani tapi mungkin juga  ada juga yang harus kecewa karena belum berhasil dan belum tercapai semua cita cita dan harapan dalam mengelola berkat. Baik berhasil maupun belum berhasil kita tetap dipanggil untuk mengucap syukur . Jadikan keberhasilan melalui upaya, profesi dan kerja  menjadi bermakna dengan menggunakan segala berkat sebaik baiknya termasuk didalamnya HIDUP SEDERHANA dan menjauhkan pemborosan, berfoya foya, apalagi hidup dalam kesombongan dan ketamakan yang tidak membawa manfaat . Demikian juga sebaliknya bagi kita yang di bulan pengucapan syukur ini belum memperoleh apa yang kita harapkan sementara sudah giat berdoa dan tekun bekerja , jangan menyerah , kita belajar dari kesuksesan orang lain yang juga pernah jatuh bangun dalam hidup ini . Kita harus bersukacita karena kita punya Tuhan yang sama yang memelihara setiap orang baik miskin maupun kaya, yang kuat maupun yang lemah.
Hidup sederhana dalam pemeliharaan Tuhan adalah hal penting yang harus kita lakukan menyambut pengucapan syukur agar supaya pengucapan syukur betul betul membawa syukur, membawa sukacita dan bukan membawa kesusahan dan penderitaan. Semoga demikian.

AMIN

2 JULI 2017

Jumat, 09 Juni 2017

KHOTBAH 50 TAHUN EMAS

BAHAN BACAAN : KIDUNG AGUNG 8 :5-7
Hari ini kita berkumpul UNTUK KEMBALI bersyukur kepada Tuhan yang memberi cintaNya kepada kita semua , cinta Tuhan yang tak terbatas dan tak pernah menuntut balas. Cinta Tuhan adalah sumber inspirasi bagi kita manusia bagaimana mencintai sesama manusia apalagi mencintai keluarga, mencintai suami , mencintai istri dan mencintai anak anak.
Hidup ini memang terasa kosong dan hampa bila cinta menjauh dari hati manusia. Salomo berkata Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai sungai tak dapat menghanyutkannya. Itulah kekuatan cinta sejati yang kita saksikan saat ini dalam syukur pernikahan keluarga  yang ke 50 tahun. Saat ini saya dipercayakan memimpin Ibadah dan menyampaikan Khotbah tetapi keluarga , Bapak  yang Puji Tuhan masih kelihatan segar, kuat dan sehat demikian juga Ibu  masih kelihatan cantik dan menawan. Ini semua adalah berkat dan anugerah Tuhan yang memang harus disyukuri sebab bagaimanapun banyak keluarga merindukan kalau boleh Tuhan berkenan mereka dapat merayakan HUT Pernikahan yang ke 50 tetapi apa daya tangan tak sampai untuk meraih. Manusia berencana tapi Tuhan yang menetukan jalan hidup ini. Tidak semua memang diberi anugerah dan kesempatan boleh memasuki dan merayakan usia pernikahan yang ke 50 dan keluarga  patut bersyukur dan berbangga kepada Tuhan untuk pencapaian ini dalam keadaan sehat dan kuat. 50 tahun pernikahan yang dijalani itulah khotbah yang sebenarnya yang sudah disampaikan oleh keluarga  kepada kita semua jemaat dan masyarakat. Saya pun dalam menjalani hidup berumah tangga masih tergolong muda dan saya juga ingin mendapatkan masukan tentang bagaimana sesungguhnya rahasia sukses berumah tangga. Saya memang sebagai hamba Tuhan berkhotbah saat ini tentang pernikahan yang diberkati Tuhan tetapi khotbah yang nyata , khotbah yang hidup dapat disaksikan lewat perjalanan bahtera rumah tangga keluarga . Bahwa berumah tangga bukan hanya berbicara keinginan manusia tetapi berumah tangga memang adalah kehendak dan rencana Allah sebagaiman firmanNya tidak baik kalau manusia hanya seorang diri saja, aku akan menjadikan penolong yang sepadan dengannya. Ketika masih muda Bapak  dan Ibu  jatuh cinta pada tahun….yang saat itu kita tahu adalah tahun tahun yang sulit dalam kehidupan berbangsa. Mereka boleh mengikat janji pernikahan untuk sehidup dan semati melalui ikatan pernikahan yang kudus bahwa apa yang dipersatukan manusia jangan diceraikan oleh manusia “KECUALI” MAUT YANG MEMISAHKAN. Dan puji Tuhan komitmen ini mereka jaga dan sanggup bertahan dan dipertahankan sampai saat ini dan itulah teladan hidup, teladan iman yang berbicara kepada kita semua saat ini , yang kita lihat pada sosok orang tua kita yang menjadi pokok acara pada saat ini.
Bila bercerita dengan Bapak  dan Ibu  tentu membangun rumah tangga tidak semudah membalikkan telapak tangan, lebih banyak diisi dengan perjuangan dan perjuangan, harus diisi dengan kerja, kerja dan kerja untuk membangun rumah tangga. Tidak selamanya rumah tangga itu jalannya mulus seperti jalan tol, terkadang harus melewati jalan berbatu batu, jalan penuh hambatan dan tantangan namun itulah kekuatan cinta kasih yang sudah dikhotbahkan langsung oleh keluarga . Kalau saya bertanya kepada Bapak  dan Ibu  tentang perjalanan hidup mereka apakah lebih banyak susah atau senang mungkin akan dijawab lebih banyak susahnya , lebih banyak lika likunya , terkadang harus menangis, terkadang harus menderita, terkadang masalah datang  tetapi itulah keluarga tidak ada yang bebas dari ujian karena keluarga adalah sekolah kehidupan . Perjalanan hidup keluarga akan diuji dalam sekolah kehidupan oleh banyak mata pelajaran apakah akan lulus atau tidak, apakah akan naik kelas atau tidak, apakah akan sukses sampai garis akhir atau tidak
Dalam sekolah kehidupan keluarga akan diuji mata pelajaran agama, mata pelajaran ini paling penting apakah keluarga Takut akan Tuhan , apakah keluarga mengandalkan Tuhan , apakah keluarga mencari Tuhan atau tidak, sebagaimana kesaksian saya Baik bapak  dan Ibu  rajin dan aktif memberi diri dalam persekutuan beribadah .
Berikutnya  keluarga  juga akan diuji mata pelajaran matematika apakah tahu perkalian  1 kali 1 sama dengan satu,  Cuma tahu  TAMBAH satu tambah satu dua, Cuma tahu mo tambah berapa torang pe anak, mo tambah bagaimana torang pe pendapatan keluarga, mo tambah bagaimana torang punnya harta kekayaan,  ataukah juga lengkap  yaitu keluarga tahu PEMBAGIAN, tahu  untuk BERBAGI, tahu untuk peduli dengan orang lain, berbagi dengan sesama dan juga tahu KURANG bahwa hidup manusia tidak ada yang sempurna setiap kita punya kekurangan. Namun meskipun Ibu punya kekurangan dimata bapak agu tidak ada bidadari selain Ibu  sebaliknya meskipun Bapak  ada kekurangan namun dimata Ibu  tidak ada pangeran didunia yang seperti Bapak .
Selanjutnya keluarga juga diuji dalam sekolah kehidupan melalui pelajaran ILMU PENGETAHUAN SOSIAL  bahwa  manusia adalah makhluk sosial yang Tuhan tempatkan dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat. Apa artinya sebuah keluarga dan bagaimana dia akan berhasil kalau hanya berpikir diri sendiri, berpikir keluarga sendiri, tidak bergaul, tidak bergereja dan tidak bermasyarakat. Keluarga akan diuji ILMU PENGETAHUAN SOSIAL apakah akan lulus atau tidak
Paling akhir  diuji ILMU PENGETAHUAN ALAM yaitu bagaimana mengelola alam ciptaan Tuhan melalui kerja , kerja dan kerja supaya sukses dan berhasil
Pada akhirnya apa yang kita buat dalam hidup ini, keutusan yang ambil, pilihan yang kita buat akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang memberi kesempatan hidup kepada kita semua dan satu keyakinan kita semua keluarga Kristen boleh lulus dan mendapatkan RAPORT yang SANGAT BAIK dari Tuhan Yesus Kristus.
Dalam perayaan ULANG TAHUN EMAS , ulang tahun yang ke 50 Tahun dalam keluarga  kiranya menjadi sumber insiprasi bagi kita semua untuk  setia pada komitmen dan janji pernikahan apapun dinamika hidup yang harus dialami
 Khusus bagi keluarga  selamat bersyukur dan berbahagia karena semuanya bukan karena kuat dan gagahnya kita , selamat atas keberhasilan perjuangan dalam pernikahan sampai usia yang ke 50 dan tentu menjadi teladan kepada anak anak untuk dapat mencontoh arti dan makna cinta yang tulus dan mendalam antar suami istri, komitmen suami isteri dan perjuangan papa dan mama.

Tuhan memberkati .AMIN

Senin, 29 Mei 2017

Kata kata sambutan kedukaan

Hari ini kita berkumpul disini menyaksikan kuasa Allah bagi manusia melalui peristiwa kematian manusia. Kematian memiliki kekuatan karena lewat peristiwa kematian dapat mengumpulkan manusia dari berbagai latar belakang, profesi , dan usia. Dari anak anak sampai orang tua lanjut usia hadir, penguasa dan rakyat biasa hadir, yang kaya dan yang berkekurangan juga hadir

Untuk melihat keindahan pagi hari dan terang matahari disiang hari maka harus melewati kegelapan malam, untuk melihat indahnya surga harus melewati gelapnya kematian

Mari kita lihat beberapa penghiburan, dimana penghiburan Tuhan datang pada kita.
Pertama, ada penghiburan Juruselamat
Melalui kematianNya, Kristus menyingkirkan hukuman dosa; melalui kebangkitanNya dari kematian Dia memberikan hidup kekal kepada setiap pribadi yang percaya padaNya; Melalui kenaikan dan kemuliaanNya pada Bapa dia menjadi pengantara kita
Kedua, ada penghiburan Roh Kudus
Ketiga, ada penghiburan Alkitab. Paulus menulis, Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci (Roma 15:4).
Kehidupan bukan bermula dari kelahiran, Tidak pula berakhir dengan kematian.. Sesungguhnya kehidupan bermula dan berakhir dari kehendak Mu Tuhan. dibalik semua hal yang menyangkut tentang Kehidupan pasti sudah diatur oleh-Nya, kita sebagai manusia hanyalah menjalankan semua perintahnya.. dan kematian merupakan bukan akhir dari segala-galanya..
Dilahirkan bukanlah kehendak kita. Kematian pula bukanlah pilihan kita. Tetapi kehidupan kita adalah pilihan kita.

Senin, 27 Maret 2017

KHOTBAH DARI LUKAS 22 :54-62

Khotbah :

Hari ini kita sudah berada dalam penghayatan di minggu sengsara ke-IV . Kita menghayati arti dan makna sengsara Tuhan Yesus yang mau berkorban untuk menebus dosa kita semua. Lewat MTPJ kita dihentar lewat pembacaan dalam Lukas 22 :54-62 yang diberi tema : KEMURNIAN IMAN DIUJI.
Dalam banyak hal kehidupan didunia ini banyak kali kita harus diperhadapkan pada ujian demi ujian. Contohnya ketika anak anak menempuh pendidikan di sekolah maka supaya boleh lulus harus melewati ujian demi ujian. Ketika mendaftar untuk mendapatkan pekerjaan juga harus melewati ujian. Ketika membangun bahtera rumah tangga  dalam rumah tangga sebagai suami istri juga harus mengalami ujian. Begitu juga dalam keyakinan iman dan pengiringan kepada Tuhan maka kita pasti akan diperhadapkan dengan ujian demi ujian untuk membuktikan kemurnian iman dan percaya kita.
Salah satu murid Tuhan Yesus adalah Petrus. Latar belakang Petrus adalah seorang nelayan. Namun Tuhan memanggil Petrus untuk menjadi muridNya.  Sebelum Yesus menuju Golgota, Petrus adalah salah satu murid yang  selalu tampil terdepan, banyak berbicara dibanding murid murid yang lain  dan siap mati bagi guru-Nya. Tetapi Tuhan melihat jauh kedalaman hati dan Tuhan tahu dengan pasti bahwa sikap dan ungkapan Petrus bertolak belakang dengan kenyataan, Petrus terkadang hanya mampu berbicara tapi tidak mampu mewujudkannya,  sehingga Tuhan Yesus harus mengingatkannya dalam perjamuan Paskah menjelang  jalan salib yang harus ditempuh Tuhan Yesus bahwa sebelum ayam berkokok tiga kali Petrus akan menyangkal Yesus.
Kemudian  Yesus ditangkap di taman Getsemani dan kembali  Petrus dengan gagah  perkasa menghunus pedang dan memarang telinga  seorang yang bernama Malkhus. Saat itu Petrus
begitu yakin, bahwa Yesus adalah Mesias yang tidak dapat dikalahkan oleh siapapun juga . Petrus tidak mengerti bahwa jalan Tuhan bukanlah jalan manusia , pikiran Tuhan bukanlah pikiran manusia yaitu sudah menjadi rencana Allah bahwa Yesus akan mengalami sengsara demi menebus dosa umat manusia.
Akhirnya tibalah kesempatan dimana kemurnian iman dari Petrus diuji apakah benar ia siap mati bagi Yesus ataukah menyangkal Tuhan Yesus.
Dalam ayat 54 sampai 55 Petrus mengalami ujian pertama yaitu ujian persahabatan
Yesus ditangkap dan digiring ke rumah Imam Besar. Biasanya Petrus begitu dekat dengan Yesus, kemanapun Yesus pergi, Petrus ada disana, tapi kini ada jarak, disaat Yesus ditangkap dan diadili, Petrus malahan  menjauh, padahal Yesus sedang membutuhkan seorang sahabat untuk mendukung dia menjalani beban yang cukup berat itu, tetapi tidak ada satu muridnya pun yang mendekati Dia untuk memberikan dukungan, termasuk Petrus.
Dalam ayat 55,  Petrus coba menyelamatkan diri dengan cara duduk bersama-sama dengan para ahli taurat dan juga orang-orang yang memusuhi Yesus malahan Petrus duduk di tengah tengah mereka. Strategi Petrus adalah strategi yang sampai saat ini selalu dipakai untuk membela dan melindungi diri. 
Petrus berpikir dengan duduk diantara kumpulan pencemooh dan orang orang yang sementara merancangkan kejahatan maka ia akan selamat, padahal petrus tidak sadar bahwa ketika ia duduk di tengah tengah mereka berarti sama saja ia menyetujui kejahatan yang mereka lakukan terhadap Yesus. 
Bayangkan saja jika ini terjadi dalam hidup kita, orang yang kita anggap sahabat, teman dekat, orang yang kita percayai ternyata hanya berpikir untuk kepentingan diri sendiri dan mengorbankan nilai persahabatan yang sudah lama dibangun. Rasanya seperti tubuh kita ditusuk dari belakang karena pengkhianatan.
ada ungkapan mengatakan  teman dan sahabat sejati akan dapat kita lihat bukan ketika berada dalam kesenangan tetapi sahabat sejati akan teruji lewat kesulitan. Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu bersama  kita dalam kebahagiaan tetapi tidak meninggalkan kita dalam kesulitan.
Sifat Petrus, seringkali terulang dalam kehidupan kita yaitu kita meninggalkan sahabat kita, saudara kita yang sedang mengalami masalah besar, kita tahu pergumulan mereka dan kita bisa menolong mereka  tapi kita hanya melihat dari jauh, kita tidak mendekat untuk memberikan dukungan kepada dia. Tidak ada perasaan yang melebihi kesedihan ditinggalkan oleh seorang sahabat seperti yang dialami Tuhan Yesus. Kisah  ini tentu harus  menjadi pelajaran berharga sebagai orang beriman dalam membangun persahabatan untuk saling memperhatikan bukan saling melupakan ketika berada dalam kesulitan.
Ujian kedua yang dialami Petrus adalah ujian iman seperti kita baca dalam ayat 56-62
 Di ayat 56, ada seorang hamba perempuan yang menanyai dia, dia mengatakan, bukan,  aku tidak kenal dia, Petrus menyangkal Yesus dihadapan seorang perempuan, yang sebenarnya tidak terlalu susah untuk dihadapi, setelah itu di ayat 58, seorang lagi mengatakan kepada dia, bahwa kamu adalah seorang pengikut Yesus, dia kembali mengatakan hal yang sama, bukan aku tidak. Setelah satu jam dia berada di situ, ada lagi seorang yang berkata dengan tegas kepada dia, bahwa engkau adalah pengikut Yesus.
Jawaban demi jawaban Petrus  sangat menyakitkan dan menusuk hati Yesus,
Petrus telah menyangkal Gurunya sendiri. Setiap hari Yesus selalu bersama dengan mereka, makan dengan mereka, tidur dengan mereka, berjalan dengan mereka, mengajari mereka akan hal-hal yang baik, bahkan pada saat sedang mengalami bahaya, kesusahan, kesulitan, Yesus tetap bersama dengan mereka.
Namun kali ini Petrus menyangkal Dia, hanya oleh karena ingin menyelamatkan diri sendiri.
Pada saat ayam berkokok tiga kali mata Yesus mulai mencari dimana Petrus berdiri, Yesus melihat sekeliling ruangan itu, dan pada saat mata Yesus bertemu dengan mata Petrus, Petrus pun lari keluar meninggalkan ruangan itu, dan menangis memohon pengampunan.
Petrus telah gagal dalam membuktikan kualitas imannya. Petrus ternyata hanya mampu bicara tapi tidak mampu mewujudkan iman dalam tindakan nyata.


Diminggu sengsara ke IV ini kita merenungkan kehidupan kita dengan bertitik tolak dalam bacaan dan tema perenungan kita bahwa sebagai orang percaya kita tidak dapat menolak dan menghindar dari ujian kemurnian iman.
Banyak persoalan hidup yang harus dihadapi. Hidup ini adalah perjuangan , tetapi hidup juga adalah persaingan, terkadang terjadi gesekan demi merebut kebahagiaan namun hidup juga adalah pilihan apakah kita akan terjebak dalam cara cara dunia yang tidak berkenan kepada Tuhan  dan menolak mengakui Yesus hanya karna jabatan, popularitas, kekayaan, pacar dan berbagai kenikmatan sesaat dunia yang menarik kita sehingga menyangkal Tuhan Yesus. Sudah banyak contoh para artis, selebritis yang meninggalkan Yesus hanya karena keinginan menjadi yang terbaik dan sukses namun apa yang terjadi justru kesusahan dan penderitaan karena Tidak ada apapun yang dapat menggantikan Yesus dalam hidup ini.
Emas sangat mahal harganya, Emas disebut sebagai logam yang mulia namun untuk menjadi emas yang mahal dan mulia tidak datang dengan sendirinya, bukan langsung jatuh dari langit, bukan juga semudah membalikkan telapak tangan. Emas pada awalnya hanyalah bagian yang tersembunyi dalam tanah , namun harus melewati berbagai proses pembakaran dalam suhu tinggi berulang ulang sampai kemudian didapat kualitas terbaik dan disebut logam mulia.
Petrus sebagai murid Tuhan harus diuji kemurnian iman dalam penyaliban Yesus dan ia gagal, ia belum berhasil saat itu, tapi Tuhan memberi kesempatan dan anugerah kepadaNya  ketika Yesus bangkit  , Ia mencari salah satu muridNya yang ia cintai yaitu Petrus dan Tuhan mengubahkan Petrus  menjadi petrus yang baru, petrus yang telah diasah, petrus yang telah bertobat dan petrus yang kelak menjadi Rasul yang memberitakan firman Tuhan dalam Kisah para Rasul dan menulis surat surat penginjilan dengan gagah berani dan tidak takut mati.
Pada hari ini, saya dan saudara sama seperti Petrus yang telah menyangkal Yesus karena sikap dan cara hidup yang tidak berkenan kepadaNya, tetapi Yesus yang mengubah hidup Petrus adalah Yesus  yang penuh dengan cinta kasih, penuh dengan kasih karunia, penuh dengan pengampunan. Dia mau mengampuni kita dari segala kesalahan kita, Dia mau agar kita berbalik, dan DIA mau menguatkan iman kita melewati ujian demi ujian kehidupan supaya kita seperti emas yang berharga dan mulia dihadapan Tuhan. AMIN.


Jumat, 17 Februari 2017

KERJA YANG DIBERKATI

Syalom!
Tema perenungan kita sepanjang minggu yang berjalan ini adalah “KERJA YANG DIBERKATI”
Kerja adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari hidup kita. Tuhan memberi manusia 6 hari untuk bekerja  dan hari ketujuh adalah hari beristirahat yang bagi kita dimaknai sebagai hari beribadah di gereja. Hidup manusia  memang sebagian besar diisi dengan kerja, kerja dan kerja. Kalau masih anak anak sampai usia remaja tentu belum sepenuhnya dituntut untuk kerja , tugas mereka adalah sekolah. Namun meskipun mereka masih sekolah namun orang tua sudah mengajarkan mereka tentang kerja. Ketika menuju usia  pemuda apalagi sudah berkeluarga  maka tuntutan untuk kerja  adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan sebab mau makan apa dan mau jadi apa bila tidak bekerja.
Alkitab mencatat bahwa Allah kita adalah Allah yang bekerja. Dalam Kejadian pasal 1 kita membaca Allah bekerja menciptakan langit bumi dan segala isinya. Pada hari keenam Allah menciptakan manusia segambar dan serupa denganNya. Dalam Kejadian 1 ;28 Allah sudah memberi perintah pertama kepada manusia untuk bekerja melalui ungkapan penuhilah bumi dan taklukanlah itu. Allah menempatkan mereka di taman Eden untuk bekerja melalui mengusahakan dan memelihara taman itu.
Namun sejak kejatuhan manusia dalam dosa maka sejak itu makna kerja menjadi lebih BERAT , karena manusia harus bersusah payah mencari rezeki dari tanah seumur hidupnya dan dengan berpeluh atau berkeringat manusia akan mencari makanannya sampai manusia itu sendiri kembali menjadi tanah.
Meskipun manusia telah jatuh dalam dosa namun tentu tidak meniadakan atau menghilangkan kasih setia Allah bagi manusia ciptaannya.  Tuhan tetap setia dan mau menyelamatkan manusia dari hukuman dosa.  Itulah yang disebut ANUGERAH ALLAH semata mata.
Namun meskipun hidup ini adalah ANUGERAH  ALLAH dimana ALLAH berjanji menyelamatkan kita bukan berarti kita tinggal diam, berfoya foya, bermalas malasan, tidak mau bekerja dan tidak mau taat padaNya. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Tesalonika dengan tegas mengatakan , jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Ini berarti Jika manusia tidak mau  bekerja itu berarti akan merugikan dan membahayakan dirinya  sendiri karena sama saja tidak menghargai anugerah ALLAH dan menentang firman TUHAN.
Kerja sebagai anugerah ALLAH berarti juga bahwa BERKAT yang didapat dari hasil kerja sesungguhnya bukan hanya karena usaha dan kerja keras kita, bukan karena kemampuan kita tetapi semuanya itu juga sesungguhnya hanyalah karena ANUGERAH ALLAH sehingga KERJA yang diberkati adalah kerja yang membawa dampak dalam kehidupan pribadi dan keluarga tetapi juga membawa dampak bagi orang lain dalam persekutuan jemaat dan masyarakat.
Dalam Injil LUKAS 5 :1-11 disana kita membaca sosok sosok yang sementara memaknai kerja dengan profesi dan  tujuan yang berbeda. Yesus Kristus bekerja untuk tujuan yang kekal yaitu hendak menyampaikan dan mengajarkan FIRMAN ALLAH. Disisi yang lain Simon Petrus dan nelayan yang lain bekerja untuk tujuan hidup didunia ini yaitu memenuhi kebutuhan hidup dan mendambakan kesuksesan serta keberhasilan dari pekerjaanNya. 
Namun meskipun profesi mereka berbeda namun satu hal yang pasti profesi mereka  adalah profesi yang benar sebab dalam kehidupan ini disadari banyak juga profesi yang tidak benar.  Kerja yang diberkati adalah kerja yang benar dan juga kerja yang dilakukan dengan benar.
Simon Petrus adalah nelayan yang ahli, ia juga adalah seorang pekerja keras dan yang utama profesi dan pekerjaannya adalah profesi yang benar dan baik namun ternyata ada masalah dan tantangan yang harus dihadapi yaitu malam itu ia sudah melakukan tugasnya dengan benar untuk menebarkan jala namun tetap tidak mendapatkan apa apa. Tentu kita dapat menyelami perasaannya keesokan harinya ketika kembali merapat di tepi pantai. Pasti ada rasa kecewa, perasaan gagal dan begitu banyak perasaan bergejolak.  Mungkin ia berpikir bagaimana hidupnya hari itu, darimana ia akan makan, bagaimana ia akan memenuhi kebutuhan hidupnya, atau mungkin kalau ada hutang bagaimana ia akan melunasinya. Pagi itu betapa berat beban hidup Simon Petrus.
Gambaran Simon Petrus terkadang adalah gambaran kita semua yang hidup saat ini. Kita sudah bekerja melalui pekerjaan yang baik dan benar, kita sudah berusaha, bekerja keras, sudah banyak yang dikorbankan, tetapi mengapa tidak ada hasil sementara begitu banyak tuntuan dan biaya hidup yang harus dipenuhi. Mungkin kita berdoa mengapa Tuhan?
Ketika perahu simon petrus merapat di tepi pantai, Tuhan Yesus ada disana dan Ia pasti mengetahui perasaan daripada Simon Petrus . Tetapi ada hal yang menarik karena  Tuhan Yesus belum langsung menyapa dan menjawab kegelisahan dan harapan daripada Petrus.  Yang dilakukan Tuhan Yesus adalah naik diperahu Simon Petrus lalu Ia mengajar orang banyak termasuk mengajar Simon Petrus.
Tentu ada makna dari tindakan Tuhan Yesus ini  yang hendak Ia sampaikan bahwa yang paling utama terlebih dahulu adalah carilah Tuhan. Tuhan Yesus hendak menyampaikan kepada Petrus bahwa bagaimana mungkin kerja Simon Petrus akan diberkati kalau Ia tidak mengandalkan Tuhan. Mungkin saja malam sebelumnya ia tidak berdoa, ia hanya mengandalkan pada kekuatannya sebagai manusia, ia hanya menyandarkan pekerjaannya kepada keahliannya  sebagai nelayan dan bukan pada kemahakuasaan Tuhan. Apa akibatnya? Ia tidak mendapatkan apa apa alias gagal. Disini Tuhan Yesus secara khusus memberi pesan ORA ET LABORA. Berdoa dan BEKERJA itulah rahasia Kerja yang diberkati.
Selesai mengajar Yesus memberi perintah supaya Simon Petrus kembali naik ke perahu bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala.  Pasti perasaan Simon Petrus saat itu adalah terpaksa melakukannya. Dalam pikirannya adalah mustahil, sebagai nelayan ia tahu bahwa bagaimana mungkin ini dilakukan sedangkan malam hari saja tidak mendapat ikan apalagi di pagi hari yang sudah terang dengan sinar matahari.  Namun Pasti Simon Petrus sudah mendengar pengajaran  firman yang disampaikan , ia sudah dijamah Tuhan  dan Ia sudah diubahkan sehingga  ia taat pada perintah Tuhan.
APa yang terjadi ? Ketaatan pada pendengaran akan Firman Tuhan membawa berkat. Mujizat terjadi. Dari yang tak mungkin ternyata bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Merka menangkap sejumlah ikan sehingga jala mulai koyak karena terlalu banyak yang ditangkap. Kita belajar dari Simon Petrus bahwa Kerja yang diberkati adalah kerja yang taat pada pendengaran akan firman Tuhan. Kerja yang diberkati adalah kerja yang taat pada perintah Tuhan.
Selanjutnya kita membaca bagaimana Kerja dari Simon Petrus adalah kerja bersama atau kerjasama dengan rekan rekannya. Begitu banyak berkat yang didapat Simon dengan ikan yang begitu banyak. Namun ternyata ia tidak mau mementingkan diri sendiri, ia tidak mau senang sendiri, ia tidak mau untung sendiri  tapi ia mau berbagi , ia mau menjadi berkat bagi  orang lain. Alkitab mencatat ia memanggil teman temannya dan mereka saling membantu dalam arti saling membagi berkat  satu sama yang lain. Disini kita belajar bahwa Kerja yang diberkati adalah kerja yang juga menjadi berkat bagi orang lain bukan hanya untuk dinikmati oleh diri sendiri.  Saling membagi berkat ternyata tidak membuat mereka akan kekurangan tapi justru semakin diberkati.
Itulah bukti anugerah dan kasih karunia Tuhan bagi Simon Petrus dan teman temannya yang boleh mereka rasakan dan alami pada saat itu.
Apa yang terjadi dalam kehidupan Simon Petrus yang dikerjakan Tuhan adalah pelajaran berarti bagi kita semua dalam memaknai kerja sebagai anugerah Tuhan bahwa Kerja yang diberkati adalah Kerja yang mengandalkan Tuhan, Kerja yang taat pada perintah Tuhan dan Kerja yang menjadi berkat bagi sesama.

Selamat bekerja, selamat berjuang .Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Sabtu, 18 Februari 2017

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...