Rabu, 13 Mei 2015

Kisah November


Hidup ini tetap mengalir saja seperti air , apapun yang terjadi bila berjalan bersama Tuhan , bila mengandalkan Tuhan tidak pernah akan sia sia.
Dalam memulai perjalanan hidup setiap hari andalkan TUHAN dan jalani saja hidup sepanjang hari itu  dalam takut akan Tuhan.
Rabu 5 November 2014 ada pengalaman iman yang saya rasakan , ketika itu ada permintaan data PBB yang harus dimasukkan pada jam 8 pagi di Kantor Keuangan Tdno. Tapi perasaan saya waktu itu tenang, saya yakin dan berdoa dalam hati dalam pimpinan Tuhan dan sekitar jam 10 saya baru ke Tdno membawa data ini dan ternyata masih bisa diterima di Keuangan, kesaksian saya ya kalau dalam pimpinan Tuhan tidak sia sia. Kemudian malamnya di counter Telkomsel Pameran saya seperti ada dorongan untuk beli pulsa data. Kebetulan ada promo berhadiah. Saya bertanya ke salah satu sales dan dia menyuruh ke sales lain untuk mengisi pulsa. Ketika mencabut hadiah undian berhadiah , saya berdoa dalam hati dan betul Puji Tuhan saya mengambil kertas undian , ketika dibuka didalamnya tertulis T-SHIRT. Inilah tanda tanda sederhana yang dinyatakan bagi orang benar.
Meskipun saya memohon ampun kepada Tuhan karena kadang juga terlalu berharap bahwa keberuntungan  itu akan terjadi terus, meski memang didalam Tuhan pastilah tetap beruntung, dan itu PASTI. Iman bukan karena apa yang kita dapat tapi iman adalah keyakinan kepada Tuhan dalam segala hal, baik mendapat maupun tidak.
Hari sabtu tanggal 8 November 2014 ketika mencabut undian saya yakin dapat tapi ternyata belum mendapat undian, hari selasa 11 November 2014 ketika hendak menjemput Proposal Dana ke sebuah perusahaan BUMN ada keyakinan dapat, tapi ternyata belum beruntung, jadi memang betul tidak semua Doa dikabulkan, kehendak Tuhan saja yang jadi, yang PENTING DISINI ADALAH BERUSAHA SAJA TERUS MENCOBA DAN MENCOBA BERBUAT YANG TERBAIK, HASILNYA DITENTUKAN OLEH TUHAN.
Jangan kecewa bila belum berhasil tapi terus bersyukur apapun yang terjadi di dunia yang fana, karena memang semua yang kita lihat, keberhasilan duniawi, harta benda, jabatan didunia sifatnya  fana  dan sementara saja semuanya itu, tidak akan kita bawa selama lamanya. Orang akan mengenang kita dengan apa yang kita perbuat bagi orang lain seperti firman untuk apa memiliki seisi dunia tapi kehilangan nyawa.
Seorang teman, sahabat (satu kampong), tokoh Gereja dengan karier yang sementara berada di puncak, usia yang masih muda, tiba tiba meninggal .Ternyata betapa fana, singkat hidup ini. Harus berhati hati karena memang manusia sangat dekat dengan kematian. Semua jabatan , harta  kekayaan dunia tinggal kenangan , tidak dibawa mati. Waktu pemakaman hebat dan luar biasa yang melayat karena jabatan pelayanan dan pekerjaannya. Tapi pertanyaannya adalah apakah nama tercata di sorga. Itu yang paling penting menurut saya dalam hidup ini. Yang akan dibawa mati adalah iman selama hidup dan kita akan diadili sesuai dengan perbuatan kita.
Janganlah pandangan hidup kita pada isi dunia yang fana ini tapi pandanglah pada Yesus Hakim kita di sorga.

SISI LAIN KAMPUS


Suatu ketika saya pergi legalizir ijazah di almamater saya , dan saya kaget juga ternyata untuk biayanya sudah online artinya meski Cuma sedikit tapi harus bayar di bank. Artinya nilai transparan dan akuntabel ada disini. Saya pun berjalan ke kantor pusat untuk minta nomor billing tapi saya lupa nomor NIM (ya ijazah yang tadinya saya bawa saya simpan di mobil) ketika saya balik ke kantor pusat pegawainya mengatakan sudah jam istirahat padahal belum jam 12 ( sayapun merenungkan pelayanan yang saya terima ini bahwa masih banyak pelayanan yang tidak prima , terpaksa menunggu) jam 1 sayapun dilayani dan segera membayar online legalizir ijazah 5 lembar ya Rp. 12.500(1 lembar Rp.2500). Mantap kalau begini sistemnya berarti karena online maka pertanggungjawaban pendapatan akan jelas, pikir saya. Saya pun kembali ke fakultas , untunglah dekan masih ada, karena sudah jauh jauh datang dari kampong (Tuhan merestui usaha saya) dan yang menjadi perhatian menarik saya adalah 2 standing banner didepan pintu masuk ruang dekan (menyesal saya tidak foto) secara jelas mengatakan tidak menerima Gratifikasi dalam bentuk apapun. Saya bangga dengan almamater saya ini . Kemudian di meja ada daftar hadir dan lagi lagi saya menemukan teladan baik dimana disitu ditulis Kejujuran adalah yang terpenting dari gelar. Artinya dari tulisan itu hendak menyadarkan para dosen untuk jujur dalam mengisi absen.
Berbeda jauh dengan apa yang saya dan teman teman mahasiswa lainnya harus temukan dalam perjuangan menggapai gelar S-2 di suatu perguruan negeri yang tidak sesuai dengan teori yang didapatkan tentang administrasi public dengan kenyataan yang ada sehingga gelar akademik lebih ditentukan oleh uang daripada ilmu. Ini terasa dalam pelaksanaan ujian dimana pengurusan administrasi banyak yang tidak jelas apa yang akan diurus karena tidak terpampang dalam papan informasi misalnya. Juga pungutan liar menurut saya berupa amplop yang diberikan dengan undangan pelaksanaan ujian. Kadang sudah ditentukan jumlah yang harus diberi dalam amplop ini, jadi nilai tergantung isi amplop. Belum lagi kualitas tesis yang dihasilkan memang menurut saya patut dipertanyakan karena banyak yang tidak berdasarkan kaidah penelitian atau metode penelitian. Saya sudah susah susah buat dan bila bandingkan dengan teman lain , kenapa tesis yang Cuma seperti makalah ini boleh lolos ujian hasil. Ya uang juga akhirnya yang berbicara. Bukan ilmu yang dicari tapi ijazah.

Motivasi AZRUL


AZRUL ANANDA (mantan komisioner NBL)
Sedikit banyak ia telah memberi warna dan arti bagi perjalanan olahraga perbasketan di Indonesia . Saya tertarik dengan tulisan di Koran dengan judul ; “BERPISAH DENGAN HAPPY”
Dengan kalimat pembuka yang penuh makna :
APA ARTI JABATAN? MENGAPA GENGSI BEGITU MAHAL ? KENAPA TIDAK HAPPY HAPPY SAJA?
Ya meski sudah berbuat tapi memang dalam pemilihan Ketua Umum Perbasi Indonesia ia tidak terpilih. Secara manusia menurutnya  kegagalan (semestinya tidak memakai kata ini) membuat kecewa. Apa yang ia telah bangun mulai dari pondasi dan banyak hal tentang perbasketan, dengan segudang visi, misi, cita cita kedepan harus kandas saat ia tidak terpilih. Karena bagaimana mungkin merealisasikan impian tanpa kepemimpinan.
Satu hal juga yang menarik tentang bagaimana pengalamannya dalam membangun perbasketan adalah modal tulus untuk membangun olahraga ini yang hampir mati, modalnya adalah kepercayaan, bukan UANG. Uang memang penting tapi uang bukan segala galanya. Segala sesuatu jika termotivasi Karen a uang maka semuanya pastilah tidak akan bertahan lama, bubar dengan sendirinya, dan terlebih betapa beratnya beban pekerjaan karena termotivasi oleh uang bukan kinerja.
Tapi meski kecewa karena kalah dalam pemilihan, sikapnya jelas menerima kekalahan ini. Meski punya media ia tidak mau mempersalahkan ini dan itu, mencari kambing hitam, inilah sikap kenegarawanan yang hampir hilang pada anak bangsa ini. Luar biasa..
Teladan ini ternyata sedikit banyak diwarisi dari orang tuanya dalam tulisan yang berkata : “ Ayah saya toh juga selalu mengajarkan untuk tidak memaksakan kemauan. Asal kita tulus ( lagi lagi tulus) dalam berusaha, hasil akan datang dengan sendirinya. Kalau bukan jodohnya, ya jangan dipaksakan. Nanti malah sakit semua.”
Disini juga meski dalam kekecewaan nampak Azrul dapat menampakkan sosok yang mampu mengendalikan emosi dan perasaan (kecerdasan emotional) melalui ungkapan : “Daripada berpikir negatif, saya memfokuskan pikiran ke hal hal happy  yang mewarnai kiprah saya. Selama bertugas sebagai komisioner ia mendapati banyak teman, banyak pengalaman, banyak cerita positif. Benarlah ungkapan yang berkata : Meski situasi negatif tetapi  bila kita peka maka kita akan selalu dapat  melihat sisi positif.
Meski sudah dan akan mengakhiri tugasnya namun ayahnya berpesan: Akhirilah dengan baik. Ini tentu berlawanan dengan banyak pemimpin yang karena sudah tahu akan berakhir tugasnya, maka tidak termotivasi lagi, asal asalan, bahkan meninggalkan hal hal tidak baik saat mengakhiri masa tugas.

13 MEI 2015


UNTUK DIRENUNGKAN,
Rabu, 13 MEI 2015
LIHATLAH KEBAWAH MASIH BANYAK ORANG YANG LEBIH SUSAH DARI KITA NAMUN MEREKA TETAP BAHAGIA KARENA BERSYUKUR DENGAN APA YANG MEREKA MILIKI BUKAN BERSYUKUR DENGAN APA YANG MEREKA TIDAK MILIKI.
TUHAN ITU ADIL , ADA BEGITU BANYAK ORANG YANG CACAT SECARA FISIK NAMUN TIDAK MENYERAH DAN MENGGUNAKAN KEKURANGAN ITU SEBAGAI KELEBIHAN MEREKA.

YA TUHAN JIKALAU MELIHAT KEBELAKANG TENTANG PERJUANGAN SAYA DALAM MERAIH GELAR S2 INI, MAKA DALAM PENGURUSAN BERKAS BERKAS KETIKA SAYA DEKAT PADAMU YA TUHAN MAKA TUHAN SELALU MEMPERMUDAH, DAN MESKI ADA KESULITAN HARUS BOLAK BALIK TAPI ADA SUKACITA DAN ADA KEYAKINAN KARENA SAYA TAHU TUHAN MENYERTAI SAYA BERBEDA JIKA SAYA MELAKUKAN DOSA MAKA SEPERTINYA TIDAK ADA KETENANGAN, ADA KEKUATIRAN DAN TERKADANG APA YANG DIRENCANAKAN MENGALAMI KESULITAN.

HARI HARI INI SAYA HARUS DIUJI KESABARAN KHUSUSNYA KETIKA MENANTI KAPANKAH JADWAL UJIAN KOMPREHENSIF ? MENANTI KEPASTIAN YANG TERASA LAMA , SEMOGA TUHAN SEGERA MENJAWAB KERINDUAN INI.

TIDAK GAMPANG MEMANG UNTUK MENGATASI GODAAN DS PCBLN TAPI YANG MEMANG SUDAH SEHARUSNYA DEMIKIAN SUPAYA ADA KETENANGAN DAN KEDAMAIAN HIDUP DALAM TUHAN

JANGAN SERAKAH, MENGABIL SEMUA KESEMPATAN BAHKAN MERENCANAKAN DAN MENGAMBIL KEUNTUNGAN UNTUK DIRI SENDIRI. BELAJARLAH UNTUK RENDAH  HATI DENGAN MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN DULU. KESAKSIAN WAKTU HUT PIMPINAN SAYA, SAAT MAU PULANG TEMAN SAYA YANG KEBETULAN TINGGAL DISITU MEMBAWA SETENGAH KARUNG DURIAN, TEMAN TEMAN SAYA SEGERA BEREBUT DAN AKHIRNYA TIDAK ADA YANG TERSISA PADA SAYA, PADAHAL SAYA PIMPINAN MEREKA( TIDAK ADA RASA HORMAT SEDIKITPUN KEPADA SAYA –PIKIR SAYA) TAPI YA SUDAHLAH DAN BENAR APA YANG SAYA PERBUAT INI LANGSUNG TERJAWAB MALAMNYA DIMANA KETIKA BERKUNJUNG KE RUMAH KAKAK SAYA MAKA SAYA LANGSUNG DI BERI DURIAN 4 BIJI, PADAHAL SATU SAJA RASANYA SUSAH DIHABISKAN. MEMBERI AKHIRNYA MENERIMA ITULAH KESAKSIAN SAYA. DAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN SAAT SUDAH MALAM , SUDAH DI TEMPAT TIDUR, TIBA TIBA ADA SUARA MEMANGGIL MANGGIL DI LUAR, ADA PERASAAN SIAPA INI , SUARA ITU TERUS MEMANGGIL DAN SAAT DIBUKA TERNYATA BAPAK TETANGGA MEMBAWA 2 DURIAN MONTONG BESAR. (SAYA PUN LANGSUNG TERTAWA DAN MERENUNGKAN APA MAKNA DARI KEJADIAN YANG DALAM BEBERAPA HARI INI SAYA ALAMI, BENARLAH KETIKA TULUS MEMBERI MAKA KITA MENDAPAT BERLIPAT LIPAT).
BERBEDA DENGAN APA YANG SAYA BACA DI KORAN TENTANG PIMPINAN DI SEBUAH INSTANSI DEKAT KANTOR SAYA DIMANA HARUS BERURUSAN DENGAN MASALAH BAIK DI KEPOLISIAN, DENGAN WARTAWAN,  DENGAN NAMA BAIK KARENA MENGAMBIL APA YANG SEBENARNYA BUKAN HAKNYA, SENGAJA MENCIPTAKAN SITUASI UNTUK PEMBERIAN GRATIFIKASI YANG MENGUNTUNGKAN DIRINYA SENDIRI. CONTOH YANG TIDAK BAIK TENTUNYA.
MEMANG SAYA MELIHAT BAGAIMANA PENYERTAAN TUHAN BAGI ORANG ORANG YANG TAKUT PADANYA, BANYAKLAH PERKARA AJAIB DAN MUJIZAT YANG DIBUATNYA KARENA ITU UNTUK APA KUATIR DAN CEMAS DENGAN MASALAH , TANTANGAN, PERSOALAN, KARENA TUHAN MAMPU DAN SANGGUP, MASALAH APAPUN BERAT BAGI MANUSIA TAPI RINGAN BAGI TUHAN. HANYA MEMANG KALAU TUHAN SUDAH BERKEHENDAK MAKA KITA HARUS MENGIMANI DAN YANG PASTI KEHENDAKNYA BAIK.
DALAM PEREKRUTAN PPK PILGUB 2015 INI SAYA JUGA MELIHAT BAGAIMANA JALAN TUHAN SEKALIGUS PENYERTAANNYA DIMANA OLEH TUHAN MAKA SAYA BERUSAHA UNTUK MEMPERJUANGKAN 2 TEMAN SAYA UNTUK IKUT TES PPK. 2 TEMAN INI MUNGKIN TIDAK TERLALU DAPAT DIPERHITUNGKAN. DI TES TERTULIS BAHKAN ADA YANG PALING TERAKHIR NAMUN SAAT TES PALING MENENTUKAN YAITU WAWANCARA JUSTRU DIA LANGSUNG NAIK MENJADI PERINGKAT 1.
NAMUN MESKI SAYA BERJUANG UNTUK MEREKA , SAYA TIDAK MAU MEMBANGGA BANGGAKAN DIRI APA YANG SAYA LAKUKAN ADALAH SUDAH SEHARUSNYA SAYA MEMBANTU ORANG LAIN , YANG PENTING MEREKA MAU BERUSAHA DAN TUHANLAH YANG MEMBERKATI USAHA MEREKA. MESKIPUN TIDAK ADA UCAPAN TERIMA KASIH DARI MEREKA TAPI  SAYA JUSTRU YANG MENGUCAPKAN SELAMAT PADA MEREKA DENGAN TULUS. TUHAN MENGUJI SAYA DISINI UNTUK JANGAN MENCURI KEMULIAAN NAMANYA DENGAN MENYOMBONGKAN DIRI.
SETIAP SAAT MEMANG ADA MAKNA POSITIF YANG DAPAT DIAMBIL DALAM PERJUMPAAN DENGAN ORNG LAIN, SEKALIPUN MEREKA TIDAK KITA KENAL, SEPERTI MALAM HARI INI SAAT MENGETIK DITELEPON OLEH CAMAT UNTUK MEMBANTU CAP, AWALNYA SUNGUT SUNGUT JUGA TAPI YA KARENA TUGAS LAKSANAKAN ( YA MEMANG PERLU BELAJAR LAGI TENTANG APA YANG DIKATAKAN LAKUKAN DENGAN TULUS TANPA SUNGUT SUNGUT DAN BERBANTAHAN) . MAKNA positif yang saya ambil adalah percakapan dengannya yang ternyata seorang relawan SAR yang ketika saya tanyakan tentang operasional , tunjangan atau gaji ternyata menurutnya yang utama yang dia pegang dalam bertugas sebagai relawan SAR dan bencana adalah menolong orang lain. Adalah sangat  berbahaya kalau ada motivasi lain apalagi karena uang dalam tugasnya sebagai tim SAR. Nantilah setelah tugas kalau ada perhatian ya bersyukurlah tapi kalau tidakpun bersyukur. Karena menurutnya apa yang dia lakukan ini nanti upahnya diterima di sorga, kalau menerima upah didunia hanya sementara sifatnya. Luar biasa sikap seperti ini.

Minggu, 03 Mei 2015

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...