Rabu, 28 Oktober 2015
Rabu, 13 Mei 2015
Kisah November
Hidup ini tetap mengalir saja seperti air , apapun yang
terjadi bila berjalan bersama Tuhan , bila mengandalkan Tuhan tidak pernah akan
sia sia.
Dalam memulai perjalanan hidup setiap hari andalkan TUHAN
dan jalani saja hidup sepanjang hari itu
dalam takut akan Tuhan.
Rabu 5 November 2014 ada pengalaman iman yang saya rasakan ,
ketika itu ada permintaan data PBB yang harus dimasukkan pada jam 8 pagi di
Kantor Keuangan Tdno. Tapi perasaan saya waktu itu tenang, saya yakin dan
berdoa dalam hati dalam pimpinan Tuhan dan sekitar jam 10 saya baru ke Tdno membawa
data ini dan ternyata masih bisa diterima di Keuangan, kesaksian saya ya kalau
dalam pimpinan Tuhan tidak sia sia. Kemudian malamnya di counter Telkomsel
Pameran saya seperti ada dorongan untuk beli pulsa data. Kebetulan ada promo
berhadiah. Saya bertanya ke salah satu sales dan dia menyuruh ke sales lain
untuk mengisi pulsa. Ketika mencabut hadiah undian berhadiah , saya berdoa
dalam hati dan betul Puji Tuhan saya mengambil kertas undian , ketika dibuka
didalamnya tertulis T-SHIRT. Inilah tanda tanda sederhana yang dinyatakan bagi
orang benar.
Meskipun saya memohon ampun kepada Tuhan karena kadang juga
terlalu berharap bahwa keberuntungan itu
akan terjadi terus, meski memang didalam Tuhan pastilah tetap beruntung, dan
itu PASTI. Iman bukan karena apa yang kita dapat tapi iman adalah keyakinan
kepada Tuhan dalam segala hal, baik mendapat maupun tidak.
Hari sabtu tanggal 8 November 2014 ketika mencabut undian
saya yakin dapat tapi ternyata belum mendapat undian, hari selasa 11 November
2014 ketika hendak menjemput Proposal Dana ke sebuah perusahaan BUMN ada
keyakinan dapat, tapi ternyata belum beruntung, jadi memang betul tidak semua
Doa dikabulkan, kehendak Tuhan saja yang jadi, yang PENTING DISINI ADALAH BERUSAHA
SAJA TERUS MENCOBA DAN MENCOBA BERBUAT YANG TERBAIK, HASILNYA DITENTUKAN OLEH
TUHAN.
Jangan kecewa bila belum berhasil tapi terus bersyukur
apapun yang terjadi di dunia yang fana, karena memang semua yang kita lihat,
keberhasilan duniawi, harta benda, jabatan didunia sifatnya fana
dan sementara saja semuanya itu, tidak akan kita bawa selama lamanya.
Orang akan mengenang kita dengan apa yang kita perbuat bagi orang lain seperti
firman untuk apa memiliki seisi dunia tapi kehilangan nyawa.
Seorang teman, sahabat (satu kampong), tokoh Gereja dengan
karier yang sementara berada di puncak, usia yang masih muda, tiba tiba
meninggal .Ternyata betapa fana, singkat hidup ini. Harus berhati hati karena
memang manusia sangat dekat dengan kematian. Semua jabatan , harta kekayaan dunia tinggal kenangan , tidak
dibawa mati. Waktu pemakaman hebat dan luar biasa yang melayat karena jabatan
pelayanan dan pekerjaannya. Tapi pertanyaannya adalah apakah nama tercata di
sorga. Itu yang paling penting menurut saya dalam hidup ini. Yang akan dibawa
mati adalah iman selama hidup dan kita akan diadili sesuai dengan perbuatan
kita.
Janganlah pandangan hidup kita pada isi dunia yang fana ini
tapi pandanglah pada Yesus Hakim kita di sorga.
SISI LAIN KAMPUS
Suatu ketika saya pergi legalizir ijazah di
almamater saya , dan saya kaget juga ternyata untuk biayanya sudah online
artinya meski Cuma sedikit tapi harus bayar di bank. Artinya nilai transparan
dan akuntabel ada disini. Saya pun berjalan ke kantor pusat untuk minta nomor
billing tapi saya lupa nomor NIM (ya ijazah yang tadinya saya bawa saya simpan
di mobil) ketika saya balik ke kantor pusat pegawainya mengatakan sudah jam istirahat
padahal belum jam 12 ( sayapun merenungkan pelayanan yang saya terima ini bahwa
masih banyak pelayanan yang tidak prima , terpaksa menunggu) jam 1 sayapun
dilayani dan segera membayar online legalizir ijazah 5 lembar ya Rp. 12.500(1
lembar Rp.2500). Mantap kalau begini sistemnya berarti karena online maka
pertanggungjawaban pendapatan akan jelas, pikir saya. Saya pun kembali ke
fakultas , untunglah dekan masih ada, karena sudah jauh jauh datang dari
kampong (Tuhan merestui usaha saya) dan yang menjadi perhatian menarik saya
adalah 2 standing banner didepan pintu masuk ruang dekan (menyesal saya tidak
foto) secara jelas mengatakan tidak menerima Gratifikasi dalam bentuk apapun.
Saya bangga dengan almamater saya ini . Kemudian di meja ada daftar hadir dan
lagi lagi saya menemukan teladan baik dimana disitu ditulis Kejujuran adalah
yang terpenting dari gelar. Artinya dari tulisan itu hendak menyadarkan para dosen
untuk jujur dalam mengisi absen.
Berbeda jauh dengan apa yang saya dan teman teman
mahasiswa lainnya harus temukan dalam perjuangan menggapai gelar S-2 di suatu
perguruan negeri yang tidak sesuai dengan teori yang didapatkan tentang
administrasi public dengan kenyataan yang ada sehingga gelar akademik lebih
ditentukan oleh uang daripada ilmu. Ini terasa dalam pelaksanaan ujian dimana
pengurusan administrasi banyak yang tidak jelas apa yang akan diurus karena
tidak terpampang dalam papan informasi misalnya. Juga pungutan liar menurut
saya berupa amplop yang diberikan dengan undangan pelaksanaan ujian. Kadang
sudah ditentukan jumlah yang harus diberi dalam amplop ini, jadi nilai
tergantung isi amplop. Belum lagi kualitas tesis yang dihasilkan memang menurut
saya patut dipertanyakan karena banyak yang tidak berdasarkan kaidah penelitian
atau metode penelitian. Saya sudah susah susah buat dan bila bandingkan dengan
teman lain , kenapa tesis yang Cuma seperti makalah ini boleh lolos ujian
hasil. Ya uang juga akhirnya yang berbicara. Bukan ilmu yang dicari tapi
ijazah.
Motivasi AZRUL
AZRUL ANANDA (mantan komisioner NBL)
Sedikit banyak ia telah memberi warna dan arti bagi
perjalanan olahraga perbasketan di Indonesia . Saya tertarik dengan tulisan di Koran
dengan judul ; “BERPISAH DENGAN HAPPY”
Dengan kalimat pembuka yang penuh makna :
APA ARTI JABATAN? MENGAPA GENGSI BEGITU MAHAL ? KENAPA TIDAK
HAPPY HAPPY SAJA?
Ya meski sudah berbuat tapi memang dalam pemilihan Ketua
Umum Perbasi Indonesia ia tidak terpilih. Secara manusia menurutnya kegagalan (semestinya tidak memakai kata ini)
membuat kecewa. Apa yang ia telah bangun mulai dari pondasi dan banyak hal
tentang perbasketan, dengan segudang visi, misi, cita cita kedepan harus kandas
saat ia tidak terpilih. Karena bagaimana mungkin merealisasikan impian tanpa
kepemimpinan.
Satu hal juga yang menarik tentang bagaimana pengalamannya
dalam membangun perbasketan adalah modal tulus untuk membangun olahraga ini
yang hampir mati, modalnya adalah kepercayaan, bukan UANG. Uang memang penting
tapi uang bukan segala galanya. Segala sesuatu jika termotivasi Karen a uang
maka semuanya pastilah tidak akan bertahan lama, bubar dengan sendirinya, dan
terlebih betapa beratnya beban pekerjaan karena termotivasi oleh uang bukan
kinerja.
Tapi meski kecewa karena kalah dalam pemilihan, sikapnya
jelas menerima kekalahan ini. Meski punya media ia tidak mau mempersalahkan ini
dan itu, mencari kambing hitam, inilah sikap kenegarawanan yang hampir hilang
pada anak bangsa ini. Luar biasa..
Teladan ini ternyata sedikit banyak diwarisi dari orang
tuanya dalam tulisan yang berkata : “ Ayah saya toh juga selalu mengajarkan
untuk tidak memaksakan kemauan. Asal kita tulus ( lagi lagi tulus) dalam
berusaha, hasil akan datang dengan sendirinya. Kalau bukan jodohnya, ya jangan
dipaksakan. Nanti malah sakit semua.”
Disini juga meski dalam kekecewaan nampak Azrul dapat
menampakkan sosok yang mampu mengendalikan emosi dan perasaan (kecerdasan
emotional) melalui ungkapan : “Daripada berpikir negatif, saya memfokuskan
pikiran ke hal hal happy yang mewarnai
kiprah saya. Selama bertugas sebagai komisioner ia mendapati banyak teman,
banyak pengalaman, banyak cerita positif. Benarlah ungkapan yang berkata :
Meski situasi negatif tetapi bila kita
peka maka kita akan selalu dapat melihat
sisi positif.
Meski sudah dan akan mengakhiri tugasnya namun ayahnya
berpesan: Akhirilah dengan baik. Ini tentu berlawanan dengan banyak pemimpin
yang karena sudah tahu akan berakhir tugasnya, maka tidak termotivasi lagi,
asal asalan, bahkan meninggalkan hal hal tidak baik saat mengakhiri masa tugas.
13 MEI 2015
UNTUK DIRENUNGKAN,
Rabu, 13 MEI 2015
LIHATLAH KEBAWAH MASIH BANYAK ORANG YANG LEBIH SUSAH DARI
KITA NAMUN MEREKA TETAP BAHAGIA KARENA BERSYUKUR DENGAN APA YANG MEREKA MILIKI
BUKAN BERSYUKUR DENGAN APA YANG MEREKA TIDAK MILIKI.
TUHAN ITU ADIL , ADA BEGITU BANYAK ORANG YANG CACAT SECARA
FISIK NAMUN TIDAK MENYERAH DAN MENGGUNAKAN KEKURANGAN ITU SEBAGAI KELEBIHAN
MEREKA.
YA TUHAN JIKALAU MELIHAT KEBELAKANG TENTANG PERJUANGAN SAYA
DALAM MERAIH GELAR S2 INI, MAKA DALAM PENGURUSAN BERKAS BERKAS KETIKA SAYA
DEKAT PADAMU YA TUHAN MAKA TUHAN SELALU MEMPERMUDAH, DAN MESKI ADA KESULITAN
HARUS BOLAK BALIK TAPI ADA SUKACITA DAN ADA KEYAKINAN KARENA SAYA TAHU TUHAN
MENYERTAI SAYA BERBEDA JIKA SAYA MELAKUKAN DOSA MAKA SEPERTINYA TIDAK ADA
KETENANGAN, ADA KEKUATIRAN DAN TERKADANG APA YANG DIRENCANAKAN MENGALAMI
KESULITAN.
HARI HARI INI SAYA HARUS DIUJI KESABARAN KHUSUSNYA KETIKA
MENANTI KAPANKAH JADWAL UJIAN KOMPREHENSIF ? MENANTI KEPASTIAN YANG TERASA LAMA
, SEMOGA TUHAN SEGERA MENJAWAB KERINDUAN INI.
TIDAK GAMPANG MEMANG UNTUK MENGATASI GODAAN DS PCBLN TAPI
YANG MEMANG SUDAH SEHARUSNYA DEMIKIAN SUPAYA ADA KETENANGAN DAN KEDAMAIAN HIDUP
DALAM TUHAN
JANGAN SERAKAH, MENGABIL SEMUA KESEMPATAN BAHKAN
MERENCANAKAN DAN MENGAMBIL KEUNTUNGAN UNTUK DIRI SENDIRI. BELAJARLAH UNTUK
RENDAH HATI DENGAN MENGUTAMAKAN
KEPENTINGAN ORANG LAIN DULU. KESAKSIAN WAKTU HUT PIMPINAN SAYA, SAAT MAU PULANG
TEMAN SAYA YANG KEBETULAN TINGGAL DISITU MEMBAWA SETENGAH KARUNG DURIAN, TEMAN
TEMAN SAYA SEGERA BEREBUT DAN AKHIRNYA TIDAK ADA YANG TERSISA PADA SAYA,
PADAHAL SAYA PIMPINAN MEREKA( TIDAK ADA RASA HORMAT SEDIKITPUN KEPADA SAYA
–PIKIR SAYA) TAPI YA SUDAHLAH DAN BENAR APA YANG SAYA PERBUAT INI LANGSUNG
TERJAWAB MALAMNYA DIMANA KETIKA BERKUNJUNG KE RUMAH KAKAK SAYA MAKA SAYA
LANGSUNG DI BERI DURIAN 4 BIJI, PADAHAL SATU SAJA RASANYA SUSAH DIHABISKAN.
MEMBERI AKHIRNYA MENERIMA ITULAH KESAKSIAN SAYA. DAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN
SAAT SUDAH MALAM , SUDAH DI TEMPAT TIDUR, TIBA TIBA ADA SUARA MEMANGGIL MANGGIL
DI LUAR, ADA PERASAAN SIAPA INI , SUARA ITU TERUS MEMANGGIL DAN SAAT DIBUKA
TERNYATA BAPAK TETANGGA MEMBAWA 2 DURIAN MONTONG BESAR. (SAYA PUN LANGSUNG
TERTAWA DAN MERENUNGKAN APA MAKNA DARI KEJADIAN YANG DALAM BEBERAPA HARI INI
SAYA ALAMI, BENARLAH KETIKA TULUS MEMBERI MAKA KITA MENDAPAT BERLIPAT LIPAT).
BERBEDA DENGAN APA YANG SAYA BACA DI KORAN TENTANG PIMPINAN
DI SEBUAH INSTANSI DEKAT KANTOR SAYA DIMANA HARUS BERURUSAN DENGAN MASALAH BAIK
DI KEPOLISIAN, DENGAN WARTAWAN, DENGAN
NAMA BAIK KARENA MENGAMBIL APA YANG SEBENARNYA BUKAN HAKNYA, SENGAJA MENCIPTAKAN
SITUASI UNTUK PEMBERIAN GRATIFIKASI YANG MENGUNTUNGKAN DIRINYA SENDIRI. CONTOH
YANG TIDAK BAIK TENTUNYA.
MEMANG SAYA MELIHAT BAGAIMANA PENYERTAAN TUHAN BAGI ORANG
ORANG YANG TAKUT PADANYA, BANYAKLAH PERKARA AJAIB DAN MUJIZAT YANG DIBUATNYA
KARENA ITU UNTUK APA KUATIR DAN CEMAS DENGAN MASALAH , TANTANGAN, PERSOALAN,
KARENA TUHAN MAMPU DAN SANGGUP, MASALAH APAPUN BERAT BAGI MANUSIA TAPI RINGAN
BAGI TUHAN. HANYA MEMANG KALAU TUHAN SUDAH BERKEHENDAK MAKA KITA HARUS
MENGIMANI DAN YANG PASTI KEHENDAKNYA BAIK.
DALAM PEREKRUTAN PPK PILGUB 2015 INI SAYA JUGA MELIHAT
BAGAIMANA JALAN TUHAN SEKALIGUS PENYERTAANNYA DIMANA OLEH TUHAN MAKA SAYA
BERUSAHA UNTUK MEMPERJUANGKAN 2 TEMAN SAYA UNTUK IKUT TES PPK. 2 TEMAN INI
MUNGKIN TIDAK TERLALU DAPAT DIPERHITUNGKAN. DI TES TERTULIS BAHKAN ADA YANG
PALING TERAKHIR NAMUN SAAT TES PALING MENENTUKAN YAITU WAWANCARA JUSTRU DIA
LANGSUNG NAIK MENJADI PERINGKAT 1.
NAMUN MESKI SAYA BERJUANG UNTUK MEREKA , SAYA TIDAK MAU
MEMBANGGA BANGGAKAN DIRI APA YANG SAYA LAKUKAN ADALAH SUDAH SEHARUSNYA SAYA
MEMBANTU ORANG LAIN , YANG PENTING MEREKA MAU BERUSAHA DAN TUHANLAH YANG
MEMBERKATI USAHA MEREKA. MESKIPUN TIDAK ADA UCAPAN TERIMA KASIH DARI MEREKA
TAPI SAYA JUSTRU YANG MENGUCAPKAN
SELAMAT PADA MEREKA DENGAN TULUS. TUHAN MENGUJI SAYA DISINI UNTUK JANGAN
MENCURI KEMULIAAN NAMANYA DENGAN MENYOMBONGKAN DIRI.
SETIAP SAAT MEMANG ADA MAKNA POSITIF YANG DAPAT DIAMBIL
DALAM PERJUMPAAN DENGAN ORNG LAIN, SEKALIPUN MEREKA TIDAK KITA KENAL, SEPERTI
MALAM HARI INI SAAT MENGETIK DITELEPON OLEH CAMAT UNTUK MEMBANTU CAP, AWALNYA
SUNGUT SUNGUT JUGA TAPI YA KARENA TUGAS LAKSANAKAN ( YA MEMANG PERLU BELAJAR LAGI TENTANG APA YANG DIKATAKAN LAKUKAN DENGAN
TULUS TANPA SUNGUT SUNGUT DAN BERBANTAHAN) . MAKNA positif yang saya ambil
adalah percakapan dengannya yang ternyata seorang relawan SAR yang ketika saya
tanyakan tentang operasional , tunjangan atau gaji ternyata menurutnya yang
utama yang dia pegang dalam bertugas sebagai relawan SAR dan bencana adalah menolong
orang lain. Adalah sangat berbahaya
kalau ada motivasi lain apalagi karena uang dalam tugasnya sebagai tim SAR.
Nantilah setelah tugas kalau ada perhatian ya bersyukurlah tapi kalau tidakpun
bersyukur. Karena menurutnya apa yang dia lakukan ini nanti upahnya diterima di
sorga, kalau menerima upah didunia hanya sementara sifatnya. Luar biasa sikap
seperti ini.
Langganan:
Komentar (Atom)
pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman
YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...
-
BAHAN BACAAN : KIDUNG AGUNG 8 :5-7 Hari ini kita berkumpul UNTUK KEMBALI bersyukur kepada Tuhan yang memberi cintaNya kepada kita semua ,...
-
Salam sejahtera bagi kita semua, Apa kabar hari ini? Tentu sehat, kuat dan diberkati Tuhan sehingga kita boleh kembali memberi diri dala...
-
Oleh kasih karunia Tuhan maka kita sudah memasuki penghayatan dan perenungan di minggu sengsara yang ke V. Dimana kita merenungkan arti da...