Jumat, 29 Maret 2013

MASALAH MORALITAS


MASALAH  MORALITAS
Keluarga yang  kelihatan di “luar” baik baik saja, aman aman saja, serasi, harmonis, tapi siapa yang tahu isi hati ?
Tantangan keutuhan keluarga di zaman ini memang luar biasa. Godaan terhadap penyelewengan dalam keluarga, mengingkari janji pernikahan begitu kuat?
Semua berpulang pada pribadi.
Manusia memang telah jatuh dalam dosa, dan celah hawa nafsu begitu menggiurkan. Kita pun adalah terbuat dari “ daging”. Roh penurut tapi daging lemah demikianlah bunyi firman. Tergantung kita , apa kita mebuka celah, menyerah pada godaan atau melawan sekuat tenaga sampai mati terhadap godaan dosa ?
Laki laki dan perempuan itu beda secara seks , keinginan pada hasrat seksual itu pasti, karena tubuh ini dipenuhi hormon hormone seksualitas. Kalau kita tidak kendalikan bahaya? Itu juga yang terus digumuli setiap orang sepanjang masa.
Daud tokoh besar jatuh dalam godaan seks. Tokoh tokoh besar hancur keluarga, karir, pribadi karena penyelewengan seksual.
Godaan ituterus ada sepnjang zaman, bahkan semakin menggila.
Zaman sekarang lebih bahaya lagi, penyelewengan dan seks sudah menjadi bahasa biasa, bahasa umum.
Cerai, hugel, sudah bahasa hari hari.
Koran Koran dipenuhi berita berita seks, hugel, dan semacamnya. Seperti judul : Banyak IRT korban suami maniso.
Pengalaman ini pun jadi kenyataan dalam keluarga saya,
Rumah tangga kakak saya yang 20 tahun terbina, seperti aman, aman, tidak ada masalah, hancur seketika ketika seorang ibu, istri tanpa pemberitahuan, tanpa signal awal, lari dari rumah demi mencari cinta masa lalu yang bersemi kembali.  Padahal banyak orang mengira ini tidak masuk akal, mustahil. Karena ia tokoh masyarakat, disegani, banyak dipakai di pemerintah maupun jemaat, seorang tokoh pendidikan yang disegani sesuai penuturan kepalA UPTD karena ia kepala sekolah,pernah guru teladan, dan menerima sertifikasi guru,  di gereja apalagi seorang pelayan Tuhan, seorang penatua. Kalau Cuma masalah uang tidak masalah di keluarga.Tapi karena gelora nafsu, Ia pun bahkan rela meninggalkan suami, anak, dan semua jabatannya demi seorang laki laki, demi hubungan terlarang. Nama baik tercoreng, keluarga malu dan sampai tulisan ini dibuat belum ada kejelasan.
Belum lagi hilang masalah ini datang lagi masalah yang sama. Kali ini pun terjadi pada seorang tokoh gereja, seorang pendeta ketua jemaat, terindikasi curi curi pandang dengan seorang ibu anggota jemaat yang rumahnya di depan gereja, dekat pastori. Untunglah belum menjurus pada hubungan terlarang, dan masalah inipun terbuka karena kecurigaan dari suami dari ibu ini. Suami ibu ini memang bekerja di luar daerah, jarang pulang, tapi ia lakukan karena memang demi menafkahi keluarga. Bagaimanapun istri nya tidak kerja, anak 3, yang tua sementara kuliah, butuh biaya. Tapi ia curiga dengan perilaku istrinya yang mungkin butuh kasih sayang secara manusia, ingin dibelai, tapi ya suami kerja di luar daerah. Ibu ini pun memang di kalangan jemaat dan masyarakat dipanggil “artis” karena memang meski usia mendekati 40 tahun tapi selalu berpakaian menarik atau seksi . Entah mengapa dan ada pikran dari mana ,sang pendeta diam diam curi curi pandang, dan tertarik dalam hati. Memang istri pendeta inipun kerja, dan sangat mengejar karir. Mungkin tidak lagi memperhatikan kebutuhan jasmani dalam keluarga. Sang suami mungkin tidak diperhatikan lagi.  Ya, sudah bisa ditebak jadilah sesuatu yang mustahil, dan tidak seharusnya dilakukan seorang pendeta. Masakan sudah sering berkunjung ke rumah ibu anggota jemaat  ini tanpa alasan jelas, bahkan dalam pengakuan dosa sempat memeluk ibu ini dan mengajak untuk hugel. Ampun ya ampun apa yang terjadi . Dosa merajalela.
Orang orang yang dipandang tokoh tokoh justru begitu muda jatuh dalam godaan dosa.               Ini pun terus terjadi, belum lagi hilang kisah pendeta yang meneguhkan pernikahan saya , terjerumus dalam hubungan terlarang dengan anggota jemaat, seorang yang menurut istri berwibawa, tapi kepergok di hotel,
Kemudian, seorang rekan pendeta pelayanan  yang baru mutasi ke jemaat yang baru, dan tak lama kemudian terdengar kabar “affair” dengan pendeta ketua jemaat. Hancur ya hancur, siapa lagi yang bisa jadi teladan,
Belum lagi mantan atasan saya di kantor, hampir hancur berantakan keluarga karena “ affair dengan staf kantor  yang cantik, beruntung masih ada kata maaf dari istrinya. Tapi ya saya tidak tahu kalau mantan atasan saya ini sudah bertobat atau belum.
Saya pun mendengar kabar bagaimana seorang pemimpin daerah yang begitu jaya, dihormati dalam karir namun keluarga hancur, selama kepemimpinan tidak didampingi istri, karena istri strees, curiga, frustasi , dengan perilaku sang pejabat yang kalau keluar daerah, tidak jelas apa yang dilakukan , mungkin ada simpanan simpanan. Untuk apa karir sukses tapi keluarga hancur. Dan setelah mengakhiri jabatan, pisah ranjang suami istri, masing masing jalan sendiri meski ini memang tidak terekspos.

Hari ini pun saya bercerita dengan saudara tentang makhluk yang dinamakan perempuan ini.
Seorang pejabat non job di suatu kabupaten karena memang waktu tahapan pilkada ia begitu mendukung sang incumbent, namun incumbent kalah. Dalam pemerintahan baru otomatis ia diusulkan non job. Tapi ia cantik, menarik, mulus, begitulah pandangan laki laki.
Saat dikonsultasikan pergantian di tingkat yang lebih tinggi, pejabat penentu ini menanyakan : itu perempuan bagaimana? Dia diperbantukan saja di tempat ini. Wah, apa maksud? Bukankah dulu waktu tahapan pilkada ia marah dengan sikap perempuan ini, tapi ya begitulah.
Mungkin daftar cerita ini akan bertambah lagi, atau anda juga punya daftar yang banyak tentang kehancuran pribadi, rumah tangga hanya karena “kebun kecil” itu?
Oh Tuhan ampunilah, secara daging saya pun manusia menjadi sasaran godaan dosa ini.
Di dunia modern ini tidak gampang mempertahankan keutuhan rumah tangga, apalagi istri sudah tidak  menarik secara jasmani, atau suami tidak perhatian lagi , suami sibuk dengan karir.

Minggu, 20 Januari 2013

Pendapat bagus!

Pengamat politik Sulut, Dr Ferry Liando saat diwawancarai Tribun Manado, Sabtu (19/1/2013) menjelaskan, saat kampanye, pasangan ini mengumbar banyak program dan janji untuk membangun Minahasa.

"Ada banyak program dan janji yang telah disampaikan pada masyarakat. Bagi saya, setengah saja dari semua yang dijanjikan itu bisa ditepati maka akan sangat terasa pembangunan di Minahasa. Tidak perlu semuanya ditepati, setengah saja akan memberikan dampak yang luar biasa," ujarnya.

Liando menjelaskan, hal penting yang harus dilakukan pertama kali oleh pasangan ini adalah kembali menyatukan semua kekuatan warga di Minahasa. Menurutnya, saat ini potensi perpecahan sebagai dampak pemilukada masih terjadi. Menurutnya, warga terbagi menjadi lima kelompok dan perpecahan ini harus segera disatukan kembali.

Menurutnya, tugas JWS dan Ivansa sebagai pemimpin yang baru harus bisa meyakinkan semua masyarakat Minahasa untuk melupakan semua perbedaan pilihan. Menurutnya, persatuan semua warga bisa menjadi kunci dalam pelaksanaan program pembangunan.

"Paling utama adalah melakukan sosialisasi konsolidasi kepada masyarakat. Sebagai pemimpin, pasangan ini harus bisa merangkul semua masyarakat dan melibatkan mereka dalam program pembangunan," ujarnya.

Saat dimintai tanggapan soal rencana reformasi birokrasi yang akan dilakukan pada awal masa kepemimpinan JWS-Ivansa, Liando mengatakan, program tersebut sebenarnya tidak perlu dilaksanakan pada awal masa kepemimpinan. Menurutnya, tidak baik jika para pejabat diganti tanpa melihat kinerja mereka.

"Reformasi birokrasi atau penggantian posisi pejabat sebaiknya tidak dilaksanakan sejak awal. Harus ada kajian dan parameter penilaian yang jelas untuk menentukan posisi pejabat," ujarnya.

Dirinya mengatakan, jika memang ada pejabat yang potensial dan memiliki kemampuan pada bidangnya maka pejabat tersebut harus diperhatikan. Jangan menilai posisi pejabat berdasarkan keberpihakan saat pemilukada. Menurutnya, bukan rahasia lagi jika dalam setiap pelaksanaan pemilukada, para pejabat sering menjadi korban untuk mendukung pimpinan mereka.

Tribun Manado - Minggu, 20 Januari 2013 09:11 WITA

Selasa, 08 Januari 2013

Mzm 33



Seperti yang telah dikemukakan dalam renungan kemarin, mazmur ini memang kental dengan nuansa peperangan. Karenanya mazmur ini juga memberi banyak inspirasi dan ajaran berharga bagi Anda yang sedang menghadapi “peperangan” dalam kehidupan Anda.
Pemazmur membangkitkan iman kita dengan mengingatkan kuasa Tuhan yang bekerja atas seluruh penduduk bumi. Termasuk Anda, tentu saja. Kekuasaan itu berupa kemampuan Tuhan untuk melihat semua anak manusia. Tuhan menilik setiap orang bukan saja dari tampilan luarnya, melainkan juga apa yang ada di dalam hatinya. Daya jangkau kepedulian Tuhan kepada manusia – sekali lagi, juga kepada Anda – sangat luas dan sangat dalam, tiada batasnya.
Karena itulah pemazmur memberikan nasihat, yang juga berfungsi sebagai teguran. Pertama, kalimat ini tentu menegur orang-orang yang dengan sombong mengandalkan kekuatannya sendiri. Mereka seperti seorang raja yang mengandalkan para pahlawannya dan kuda-kudanya. Kedua, kalimat ini juga menegur orang-orang yang merasa putus-asa karena berada dalam situasi yang penuh kesulitan. Mengapa teguran semacam ini sangat diperlukan? Pada kenyataannya, seorang yang mudah merasa putus-asa adalah seorang yang cenderung mengandalkan kekuatannya sendiri.
Jika demikian, bagaimanakah kita harus bersikap ketika menghadapi kesulitan dalam hidup kita? Pertama, pemazmur menasihati agar kita tetap takut akan Tuhan. Kesulitan hidup sering membuat kita menghalalkan secara cara untuk mencari jalan keluar, bukan? Kedua, pemazmur menasihati agar kita berharap akan kasih setia-Nya. Kemampuan dan kekuatan kita memang terbatas, namun kasih setia Tuhan tidak terbatas. Ketiga, pemazmur menasihati kita agar menanti-nantikan Tuhan. Untuk melihat dan mengalami kuasa-Nya dibutuhkan kesabaran dan ketekunan. Dengan demikian kita tidak akan berputus-asa dan kehilangan sukacita kita. (TW)

Tuhan pasti akan bekerja dengan kasih dan kuasa-Nya, namun tidak selalu dengan cara seperti yang kita pikirkan dan tidak secepat yang kita harapkan

Selasa, 13 November 2012

renungan 13 november 2012


HIDUP HANYA SEKALI
DAN TAK AKAN PERNAH KEMBALI UNTUK KEDUA KALI
KESEMPATAN TIDAK SELALU DATANG
DAN WAKTU AKAN TERUS BERJALAN TAK AKAN PERNAH KEMBALI LAGI
MENGAPA KITA TAKUT MATI KALAU KITA HIDUP DALAM KEBENARAN
KITA TAKUT MATI KARENA HIDUP DALAM DOSA, KETIDAKJUJURAN, KEMUNAFIKAN, KEBUSUKAN HIDUP
BERANILAH MENERJANG BADAI , MAJULAH JANGAN TINGGAL DIAM DAN TIDAK BERBUAT APA APA
SONGSONGLAH MASALAH DAN TANTANGAN YANG MEMBUATMU AKAN SEMAKIN KUAT BUKAN TINGGAL DALAM ZONA NYAMAN
HIDUP HANYA SEKALI DAN TIDAK AKAN KEMBALI LAGI
JANGAN SIA SIAKAN WAKTU YANG BEGITU CEPAT BERJALAN DAN TAK AKAN KEMBALI LAGI
BERJUANGLAH BERUSAHALAH BEKERJA KERAS BAGI KEBAIKAN
FOKUSLAH MENCINTAI DAN MENGASIHI ORANG LAIN LEBIH DARI DIRI SENDIRI
PIKIRKANLAH DAN LIHATLAH SEKELILING DALAM KACAMATA POSITIF
MAJULAH MESKI BERAT SEBAB 1 TINDAKAN LEBIH BAIK DARI 1000 KONSEP YANG TAK TERLAKSANA
HIDUPLAH DALAM KEBENARAN MESKI SUSAH DARIPADA HIDUP SENANG DALAM DOSA TAPI TIDAK TENANG



kita dikenang bukan karena cara orang lain memperlakukan kita | tapi bagaimana cara kita memperlakukan orang lain
perlakuan orang lain kepada kita seringkali tidak bisa kita pilih | tapi kita selalu bisa memilih cara kita perlakukan orang lain
hadapi setiap kecongkakan dengan rendah hati | karena kecongkakan akan senang bila justru temukan teman
balas ucapan kasar dengan lisan yang baik | mungkin yang berkata kasar belum pernah mendengar kata-kata yang baik
dan ingat, Allah menilai kita bukan dari amal orang lain kepada kita | tapi bagaimana cara kita beramal kepada mereka :)

selalu ada pilihan dalam membalas amal orang terhadap kita | balas lebih jahat mudah | balas lebih baik susah | makanya surga itu susah :
untuk apa membalas perlakuan buruk dengan hal lebih buruk? | biar puas? | pantas aja setelahnya hatimu kosong, dan susah tidur
untuk apa membalas perlakuan buruk dengan hal lebih buruk? | toh, kita semua sama-sama bakal mayat
balas mencaci tiada pernah sadarkan pencaci | diam atau balas dengan lisan yang baik | lebih mungkin sadarkan dia, ya kan? :)
memang paling enak punya teman halus lisan | kalau bicara jadi nasihat, bila diam jadi pengingat

Mintalah hikmat dan timbanglah matang matang sebelum kita mengeluarkan kata kata. Usahakanlah kata kata yang keluar adalah 100 % kata kata positif, kata kata membangun bukan negatif.

Menangilah pertandingan dengan elegan, kerja keras jangan dengan cara cara kotor, fitnah, dan menjatuhkan orang lain.

Minggu, 14 Oktober 2012

minggu, 14 oktober 2012

Dalam suatu acara gereja, saya bertemu dengan seorang teman, sama sama birokrat  yang bekerja di suatu kota yang tahun ini dapat WTP. Awalnya percakapan biasa biasa saja, tapi makin lama makin menarik ketika berbicara tentang pekerjaan. Ada beda yang sangat mencolok antara kinerja pemerintahan dimana saya bekerja dan kinerja pekerjaan teman saya. Ia sendiri bertugas di bagian keuangan , suatu daerah yang "khusus" dalam instansi pemerintahan, tapi ia juga seorang pelayan di gereja, dan katanya :ia masih bisa menjaga hati nuraninya, tidak ada pergolakan dalam hati antara yang benar dan salah ,enjoy dalam bertugas, karena tata kelola keuangan di instansinya mulai dari perencanaan Asampai pertanggungjawaban jelas , transparan dan mengikuti aturan perundang undangan, beda jauh dengan dimana saya bekerja, dana SKPD jelas peruntukkannya, tidak fiktif, semua orang kantor tahu dan digunakan sesuai item item dan apa yan menjadi hak bagi pegawai ya diterima utuh, penyalagunaan sedapat mungkin ditiadakan. Kepala Daerah pun sangat baik menata birokrasi, ia lebih banyak memberi arahan, petunjuk, konsep, ceramah , poin poin yang disampaikan diterjemahkan oleh wakil dan dilaksanakan dilapangan oleh sekretaris. Bila ada aturan baru dari pusat langsung dirapatkan untuk disosialisasikan dan dilaksanakan di lapangan. Sang kepala daerah pun berprinsip : jangan pns di lingkup pemerintah yang saya pimpin menjadi miskin, bila ada yang dapat dibantu untuk peningkatan perekonomian , ia siap membantu. Aturan aturan kepegawaian pun dilaksanakan dengan baik sesuai PP 53. BKD melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya, baik ketika memberi izin belajar maupun tugas belajar. Disiplin pegawai pun diawasi dan dilaporkan. tata cara berpakaian di perketat , bagaimana mau memberi pelayanan kepada masyarakat bila cara berpakaian saja sudah tidak menarik. Dalam penentuan jabatan pun latar belakang pendidikan dipertimbangkan khususnya almamater. sebab disadari saat ini banyak beredar sarjana dengan ijazah tembak atau ijazah kaki lima, tapi karena kedekatan maka mendapat jabatan, bagaimana dengan kita yang kuliah bertahun tahun. Bagus kalau BKD menjadi filter yang baik. Kemampuan dan SDM pegawai pun ditingkatkan melalui Diklat kepemimpinan. Berbeda dengan daerah saya dari pegawai sampai saat ini tidak pernah saya mendengar program diklat PIM dari BKD. Atau mungkin anggaran ini diplot ke pos lain ya? saya tidak pernah tahu. Jangan heran , ada eselon 3 di daerah saya, tapi satupun diklat pim tidak pernah ia ikuti, ya begitulah kalau kebijakan daerah ditentukan oleh kepentingan politis. ya itulah cerita teman saya tentang daerahnya, saya katakan bersyukurlah engkau menjadi pegawai baru terbentuk dalam kondisi yang seperti ini, fondasinya sangat baik yang akan mempengaruhi cara kerja PNS sepanjang karirnya, beda di tempat saya, PNS baru masuk dalam suasana kerja, tata kelola, sistem birokrasi yang tidak sebagaimana mestinya , pasti ini menjadi pembelajaran dan dasar yang tidak baik. Lebih daripada itu yang utama adalah jangan melupakan TUHAN dalam pekerjaan, senantiasa berdoa dan mencari TUHAN supaya ia melindungi kita, memberi hikmat dan pimpinan dalam hari hari kita bertugas sebagai PNS. Jangan pula lupakan keluarga, untuk apa karier , jabatan sukses tapi keluarga hancur. Saya masih perlu bercontoh dan belajar dari daerah teman saya ini bekerja. Tapi semuanya tentu ditentukan oleh sang pemimpin daerah.

Jumat, 12 Oktober 2012

efek pemilukada

lebih baik pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah kembali saja dipilih oleh DPRD karena terlalu banyak efek dan korban dari pemilukada langsung ini, keluarga berselisih, karir terganggu dan masyarakat jadi korban,

belajar kerendahan hati dan sabar

seorang dirigen paduan suara tapi sebenanya diragukan kemampuannya, banyak anggota yang meragukan kapasitasnya, mengapa ia , ketika ia memimpin sya pun tergoda untuk mentertawakan, karena saya lihat ada juga teman yang demikian. Tapi sang dirigen tetap tegar dan percaya diri dan menepis semuanya itu. Ia pun sabar  ketika kata kata keras mengarah kepadanya dari anggota paduan saat latihan , ia "kelihatan dipermalukan" di depan banyak orang , tapi ia sabar dan secara luar biasa  mampu berpikir jernih sehingga tidak terpancing emosi tapi tenang sehingga bisa melewati fase kritis, sebab jika ia emosional akibatnya fatal. Bagaimanapun malam itu bagi saya ialah yang keluar sebagai pemenang. Malam itu saya dapat pelajaran berharga tentang kesabaran di tengah tekanan.

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...