Rabu, 19 Maret 2014

BEKING MALO JO !

Beking malu jo!
Tuhan ampunilah hambamu ini, janganlah menghukum kami dalam kepanasan amarah-Mu !!

Terulang lagi terulang lagi, oh Tuhan semoga ini jangan terulang lagi, tolong saya untuk mengatasi kelemahan saya , tolong saya Tuhan, jangan saya menghancurkan keluarga saya sendiri.
Hari ini masih dalam minggu minggu sengsara, hari pun sangat sangat dibuka dengan baik lewat doa keluarga, saya pun memimpin doa dengan sangat khusyuk, sungguh sungguh itu yang saya rasakan , beda dari hari hari yang biasanya.
Tapi kuasa kegelapan bisa saja merubah sekejap semuanya itu .
Seperti biasa saya tidak dapat menahan emosi, tapi herannya memang ini terjadi Cuma terhadap isteri saya , kalau diluar keluarga herannya saya bisa menahan.
Ini memang sangat berbahaya, sudah menjadi penyakit kambuhan dalam diri , sepertinya pola ini sudah tertanam dalam memori dan bisa bisa saja akan muncul dalam sekejap tanpa peringatan terlebih dahulu.
Ledakkan emosional yang tak terkendali memang membuat lupa segala galanya, pantas saja orang jadi khilaf seperti kejadian kejadian, membakar rumah, membunuh, setelah itu baru sadar, ternyata sudah salah. Daya rusak emosional yang tak terkendali memang sangat hebat dan berimplikasi besar .
Seperti saya yang dilanda emosional tanpa berpikir dimana saya  tinggal sekarang,  mengapa saya tinggal disini, siapa saya , siapa isteri saya dan siapa keluarga saya.
Malu maluin saja, dihormati orang tapi diri sendiri menghancurkan kehormatan itu
Sekali lagi cuma dimulai dari “ MASALAH KECIL”,  “ SEPELE”.
Dan yang menjadi sasaran lagi adalah “ anakku tersayang”
Ampunilah aku Tuhan, tolong saya Tuhan untuk merubah diri, belajar dari kegagalan, dan berusaha untuk tidak mengulangi saja.
Padahal secara ekonomi, kemapanan keluarga, kesejahteraan, apa lagi yang kurang dari keluarga saya.
Tapi kalau membandingkan dengan keluarga lain , tetangga yang Cuma hidup sederhana, mencari nafkah untuk makan sehari, tapi justru ada kedewasaan
Kadang saya berpikir apa arti semuanya ini hidup ini , ada kendaraan, ada jabatan, dihormati orang, tapi hidup nggak ada damai karena kelakuan sendiri, ndak ada yang abadi didunia ini , semuanya sia sia
Benda apapun tidak akan pernah memuaskan dan kita akan merasa terus tidak cukup tidak cukup dan tidak cukup. Seperti kendaraanku eh baru beli, jarang dipakai , eh nggak sengaja tergores bagian kanan depan, ya ongkos lagi.
Ampuni aku ya Tuhan.
Akhirnya saya pun tetap pada satu kesimpulan sayangilah keluargaMu , baik ataupun tidak baik keadaanmu, sayangilah, sayangilah , dengarlah mereka, jangan egois, mengalahlah ya mengalahlah demi keutuhan keluargamu….

SALAM  PERUBAHAN

HARI PENUH KEGAGALAN

Mungkin ini buah buahnya atau ada maksudnya, atau bagaimana, mengapa ini terjadi, betul betul minggu minggu sengsara, Rabu, 19 Maret 2014 dibuka sangat baik dengan doa dan ibadah tapi dijalani penuh kegagalan mulai pagi sampai disiang hari, emosi memuncak , lagi lagi cekcok dengan  isteri, anak jadi sasaran, pergi kerja tidak tenang, dan sialnya saat berkendara memakai mobil yang masih baru dan kredit lagi eh kena senggol bendi, untunglah tidak ada korban nyawa dan syukurlah hanya tergores body mobil tidak penyok. tapi ya inilah pengalaman hari ini, semoga tak terulang lagi, ampuni aku Tuhan. Sekarang saya mau pergi Ibadah KPI dulu. Salam.

Rabu, 12 Maret 2014

POLITISASI BIROKRASI

Memang sudah menjadi nasib PNS untuk saat ini kariernya bukan ditentukan oleh kapasitas, profesionalisme, kualitas , kapasitas, sumber daya yang handal tapi ditentukan oleh politik. Ini yang saya amati di daerah saya.  Jenjang karier menjadi tidak jelas, siapa dekat api katanya dia panas.PNS di kantor lebih banyak berbicara tentang politik, caleg, partai, daripada menyelesaikan tugas. Tupoksi pun terhambat karena arahan politis. Kegiatan kegiatan yang didanai APBD seperti sosialisasi, tatap muka , dialog melenceng dari tujuan karena jadi ajang kampanye terselubung . Warna baju PNS lebih banyak berganti ganti sesuai warna partai  pemenang. Lebih heran lagi fungsi mutasi, rotasi, promosi jabatan bukan ditentukan oleh Baperjakat tapi oleh " baperjakat swasta", orang orang dekat penguasa, pembisik pembisik, pelapor pelapor, pimpinan partai penguasa.  Siapa pasang badan untuk memenangkan kemauan pimpinan terhadap salah satu partai ya kalau menang pasti jadi bintang , kalau kalah pasti jadi sampah. Banyak pejabat pejabat ABS : asal bapak senang. Politik adalah kepentingan , dan kepentingan tidak ada yang abadi . Hari ini sama kepentingan kawan, besok berbeda jadi lawan. Kasihan politik bila harus seperti ini mengorbankan manusia terutama sang abdi negara, PNS. PNS lebih banyak menjadi alat politik di masa masa pemilihan daripada menjadi alat negara. PNS tidak berdaya karena nasibnya ditentukan oleh politik. PNS ditakut takuti seperti ungkapan : mutasi di tempat jauh, non job akhirnya   Lebih banyak yang suka cari cari muka tetapi mereka yang demikianlah yang dipakai. Sampai kapan ini terjadi ? Mau jadi apa bangsa ini, apa ini tujuan bangsa kita merdeka sedangkan kemerdekaan bagi PNS masih jauh dari harapan. Apa ini tujuan Soekarno Hatta mendirikan bangsa ini? Bukan main pembodohan terpelajar ini dan kita tidak dapat berbuat apa apa menghadapi fenomena ini. Elit elit penguasa sangat senang melihat penderitaan PNS. Setiap ajang pemilihan selalu ditakut takuti, diancam, di politisasi . Ini fakta karena saya sendiri alami, lihat dan rasakan. Pakai baju di rumah saja hati hati jangan salah warna. Hari ini pun masuk telepon , mau suka jabatan aman? pasang badan. Eh , di rumah nenekmu ada pasang bendera partai lain, hati hati ada laporan, bisa berpengaruh pada jabatanmu. Inikah demokrasi? Ya saya hanya memilih  berdoa saja dan lebih mendekat kepada Tuhan, karena hanya dalam DIA ada perlindungan, sukacita dan damai. Untuk apa kekuasaan, harta , jabatan , kalau mengorbankan orang lain , didapat dengan cara tidak benar. Tidak ada yang abadi dalam dunia ini. 

Belajar dari senior

Memang hidup penuh dengan makna apalagi dalam perjumpaan dengan orang lain dimana dalam percakapan ada hal hal menarik dan penting untuk dicatat.
Hari ini saya belajar dari senior Pak Sendow yang telah malang melintang dalam dunia birokrasi antar kabupaten /Kota, dimulai dari bawah sampai puncak. Ia sudah dua tahun lalu pensiun tapi dari perawakan sangat sehat, masih memiliki semangat , pemikiran masih jernih, suatu harapan juga bagi saya kalau pensiun nanti masih sehat sehat. Ia masih memiliki jiwa muda, nampak pada mobil yang baru ia beli dilengkapi dengan accecoris, prinsipnya nikmati hidup jangan ada harta tidak dinikmati.Katanya kepribadian orang kalau ia memiliki mobil dapat dilihat dari bagaimana ia memperhatikan kebersihan mobilnya.   mengetahui saya juga adalah birokrat muda yang sementara meniti karier maka ia menyampaikan pesan pesan kepada juniornya :

  1.         Pesan utama kesuksesan adalah andalkan Tuhan, hidup sesuai firmanNya ,cari dahulu kerajaan Allah, senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun,  segala sesuatu sia sia tanpa Tuhan.
  2.         Jalani saya tugas , jangan bersungut sungut, CINTAI PEKERJAAN ITU, kalau memang Tuhan berkenan ia akan mengangkat kita , kalau memang garis tangan, itu akan terjadi, bersukacita saja, jangan kejar bintang , bintang tidak akan dapat kita kejar,
  3.           Sebagai sekcam maka buat atasan / camat merasa tenang meski tugas camat 75 % di lapangan tapi ia berpikir tenang , karena tugas kantor dapat diselesaikan oleh sekcam. Senior ini 7 tahun jadi sekcam dan setiap ganti camat selalu dipercaya.
  4.             Beri contoh kepada bawahan, jangan main perintah. Seperti disiplin setiap pagi lebih dahulu ke kantor.
  5.        Jangan menolak penugasan, merasa minder, merasa rendah diri dan tidak mampu dalam penugasan mewakili. Jalani saja dulu, dan minta hikmat Tuhan.
  6.       Sebagai atasan perhatikan kesejahteraan bawahan bila kuasa itu ada padamu, berbagi berkat, jangan makan sendiri.  Kalau ada anggaran beli seragam , lakukan itu untuk pegawai dan kepala desa.
  7.        Nama baik lebih berharga dari apapun itu.
  8.        Bangun komunikasi dengan semua orang / masyarakat. Sebagai pemimpin harus banyak turun lapangan dan menyerap aspirasi serta membantu menyelesaikan persoalan.
  9.        Jadilah birokrat tulen , ingat kita ini PNS, bukan pengurus partai, cerdaslah , loyal itu betul tapi jangan terlalu loyal sampai pasang badan. Bangun komunikasi yang baik terutama dengan politikus. Lebih baik tunjukan kualitas dan prestasi dalam pekerjaan.
  10.       Minta saran , masukan dan kritik membangun itu lebih baik daripada pujian manis yang membawa pada jurang kebinasaan. Ingatkan bawahan untuk dengan etika, sopan, santun memberi masukan pada pimpinan, jangan pemimpin so salah diam saja, sebab kalau pemimpin masuk jurang pasti bawahan juga kena akibatnya.
  11. .          Jadilah pemimpin yang tegas, integritas dan komitmen.
  12.             Berpikir matang sebelum bertindak.
Demikianlah poin poin penting yang saya tangkap dari percakapan dengan sang senior  yang sangat mencerahkan ini, makanya menyesal sekali kalau tidak langsung ditulis nanti keburu dilupa.
Setelah itu saat siang tiba pada hari itu juga, saya jumpa kepala bengkel . kebetulan lagi menambah accecoris kendaraan. Seorang Bapak yang ketika saya Tanya umurnya , dijawab sudah jam 3 sore. Entahlah umur berapa itu. Ciri khasnya meledak ledak, berbicara tegas dan keras , kadangkala keluar kata kata kasar, cenderung membenarkan pendapat dan hampir hampir tidak memberi kesempatan lawan bicara untuk bicara. Tangannya bahkan sampai menunjuk nunjuk. Orang kalau tidak kenal pribadi dan pemikirannya  pasti memiliki kesan tidak baik pada Bapak ini. Tapi begitulah kita jangan hanya selalu melihat dari sisi luar, tentang kekurangan dan kekurangan, bagaimanapun dan sekecil apapun ada sisi baik dari orang lain.

Kalau berbicara dengannya bahan apapun sepertinya ia sangat pakar dan menguasai apapun juga , apalagi politik. Dengar dengar sih dulu ia pernah jadi jurkam salah satu partai besar. Tapi bapak ini sisi bagusnya teguh berpegang pada prinsip yang ia yakini benar. Ia juga mahir bicara Alkitab. Saat ini lagi masa pencalegan dan ia marah pada salah satu saudaranya yang sudah 1 periode menjabat tapi tidak ada yang ia buat bagi masyarakat dan sekarang minta dukungan masyarakat lagi. Ia muak dan benci sosok seperti ini. Wakil rakyat harus benar benar merakyat , bersama sama rakyat, mendengar keluhan mereka dan memperjuangkan nasib mereka.

pengampunan dan penerimaan ulang dari TUHAN menjadi titik sejarah iman

 YESAYA 44 :21-28 Jemaat yang dikasihi Tuhan Berita pengampunan yang baru kita baca memiliki dampak yang begitu besar bagi perjalanan iman...